Gurihnya Kavling..

Manggala3

Waktu saya beritahu ada tawaran tanah di Kukusan, Lukman (mitra saya di KGR) merespon kurang tertatrik karena yg ditawarkan adalah kavling. Itu awal-awal Juni 2013. Beberapa hari kemudian, saya tinjau lokasi sama-sama Lukman juga. Saya pikir masih banyak yang tersedia, ternyata sudah tinggal Blok F, yg masih belom digarap. Saya baru pilih satu kavling, F4. Ternyata sudah ada konsumen di depan saya yang pilih F4. Akhirnya saya putuskan ambil F8 yang luasnya hanya 60m2 krn tinggal itu yang tersedia. Ternyata masih ada F9 dengan luasan yang sama. Akhirnya saya ambil dua kavling dan bayar “booking-fee” sepuluh juta Rp. Hari Sabtunya saya diberitau bhw F10 juga tersedia krn calon konsumennya mundur. Ya udah saya ambil, luasnya 81m2 (yang kemudian di SHM luasnya 80m2). Jadilah 3 kavling saya pesan, dan dua minggu kemudian saya lunasi pembayaran yang 50%, masing-masing 46jt untuk F8 dan F9 dan 67juta utk F10. Pelunasan yang 50% lagi nanti aja, kalo kavling sudah siap dan surat-surat sudah selesai.
Ketika saya sedang di luar kota, ada telp dari marketing Manggala-3 yg bilang kalo calon konsumen F4 mundur. Dia nawarin ke saya, dengan harga yang sama. Ya udah saya iyain aja. Transfer 5 jt, resmilah F4 milik saya. Sebulan kemudian saya lunasi yang 50%nya. Bulan Agustus kira-kira. Lalu ada tawaran lagi, kavling A1, yang SHMnya sdh jadi dan sudah balik nama ke pembeli. Melalui marketingnya, kavling A1 dengan luas 81m2 ditawari dengan harga 100rb lebih mahal dari harga perdananya. Saya putuskan ambil aja, cuma uangnya kurang. Saya bilang ke isteri saya kalo saya butuh dana 100jt. “Sdh diinvest aja uangnya dgn beli kavling, ngapain disimpan di bank”. Dia setuju, cairkan deposito dan lunasi kavling A1 tersebut. Proses AJB dan BBN selesai pada waktunya. Waktu rame-rame pembayaran korban “gusuran” toll Cijago memberi berimbas juga, karena ada yang minat kavling A1. Karena posisi bagus, duit ada, berapa aja dibeli. Hanya dlm 3 bln saya dapat marjin 600rb/m2. Di waktu yang sama saya juga lepas lahan 100m2 di Cimol Tanah Baru, karena mau jual rumah gak deal-deal. Ada yang mau, juga dapat marjin 699rb/m2, dalam waktu 10 bulan saja. Gurih tenan.
Kavling F9, saya bangun rumah tipe 36 dengan spek standard. Temen-temen bilang harga jual 300jt bagus tuh. Waktu ada yang berani 275, saya iyakan aja. Ternyata prosesnya gak gampang. Konsumen maunya KPR, prosesnya sudah bolak-balik. Ngeganjel di IMB yg ternyata kompleks tersebut dikembangkangkan tanpa site-plan; cuma pecah sertifikat secara bertahap. Rumah sudah siap, SHM belon jadi. SHM jadi IMB belom siap. Minggu ini katanya IPR sdh jadi dan bisa untuk diproses akad di BTN. Mudah-mudahan minggu depan sudah adad kredit. Sementara F8 juga hampir selesai. Belom ada konsumennya. Banyak yang lht, tapi belom ada yang cocok. Harga memang saya naikkan; di atas 300jt. Sementara yg F10 juga sdh ada calon konsumennya, anak muda masih bujangan yang mau ambil KPR. Sepertinya plafonnya masuk, tinggal kesepakatan gambar dan pembayaran DP-nya. Semoga yang ini lancar.
Mengingat lamanya proses pembangunan dan proses KPR, saya terpikir untuk jual kavling aja deh. Waktu penandatanganan AJB, saya ditawari lagi kavling di pojok E4 yang katanya luas fisiknya 94m2, tetapi di SHM cuma 89m2. Mulanya, mintanya 2,5jt/m2. Saya gak mau, terus dia sampe turun 2,2jt/m. Saya bilang kalo 2jt/m2 deal. Kata dia, kalo 2jt/m saya kasih konsumen yang lain yang sdh siap bayar 2jt/m. Terus dia turun sampe, 2,1jt/m dan SHMnya langsung diberikan ke saya. Saya terusin ke Notaris utk diproses dan saya janji besoknya, Senin utk transfer. Rabu penandatangan AJB. Gak sampe 2 bulan ternyata ada yang minat dengan E4, saya minta 2.8jt/m2, akhirnya deal 2.75jt/m, tapi masih minta “dilempengin” aja. Ya udah saya lepas. Setelah ditrasfer uang BF, saya buka lagi tokobagus.com (Tks ya Toko bagus) untuk pasang iklan yang F4. Banyak yang minat, tetapi karena pembeli E4 juga berminat, prioritas saya berikan ke beliau. Soalnya, dia juga pembeli kavling di Manggala. Jadi gak pake ribet menjelaskan segala proses di Notaris karena sama Notarisnya sdh kenal. Kemarin transaksi utnuk F4 sdh selesai. Tinggal penandatangan AJB, dan selanjutnya balik nama.
Ternyata nikmat juga jualan kavling. Gurih gituuu…

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s