Kartu Kuning, Vaksin Meningitis

Ini tulisan yang gak selesai, ditulis bulan November 2013. Ceritranya, begini : waktu mau berangkat umroh 24 Desember 2013, salah satu syaratnya adalah sudah divaksin meningitis. Surfing soal vaksin ini, cerirane serem-serem. Laga ngatrinyalah, ribet urusannyalah. Paling deket sebenarnya di RS Fatmawati atau di Halim Perdanakusuma. Tapi kalo denger ceritranya, ngantrinya itu lho yang gak tahan. Di Halim, katanya harus ambil nomor sehabis subuh. di Fatmawati, pelayanan cuma sampe jam 11 siang (eh ebenarnya masih itungannya pagi kalo orang bule, sebab siang itu setelah jam 12, after-noon). Jumlahnya pun dibatasi. Katanya yang paling enak di Tanjung Priok, Halaaaah, jauh banget.

Hari Rabu di bulan November bersiap-siaplah kami bertiga, dan tentu sama Yusron yang sehari sebelumnya saya minta mempelajari lokasi yang dituju. Perjalanan lancar karena lewat tol. Tapi ketika masuk areal pelabuhan baru dah bingun. Setelah lokasi ditemukan, ternyata sudah pindah. Putar lagi malah keluar areal. Masuk lagi lewat jalan masuk semula. Salah lagi. Tanya ke satpam, masih salah juga. Jam 11an akhirnya ketemu itu Klinik yang melayani Vaksin Meningitis. Dapat No. 124. Palayanannya emang ok, kalo dilihat cara satpam yang melayani. Kalo staf pendaftaran ya sama aja, cupet, asem. Gak papa juga sih. Diberitahu sama pak Satpam bahwa no kami dilayani setelah istirahat. Okelah klo begitu.
Cari tempat sholat, dan juga cari makan. Di bagian belakang bangunan ada dua tempat makan. Satu yg dilayani oma, self-servis. Ambil sendiri; dan harum eh murah lagi. Bapak (mertua) saya gak mau makan, isteri saya juga gak. Katanya masih kenyang. Lha emang bawa bekel sih.
Ketika waktu istirahat selesai, hanya ada satu nomer di depan saya. Butuh waktu hanya sekitar 15 menit. Selesai urusan vaksin meninggitis. Waktu ditawari vaksin flu saya bilang gak usah. Ternyata ini jadi penyesalan kemudian karena flunya guanaas banget. Butuh waktu 3 minggu, dan 4 kali ke dokter untuk mengusirnya.

Beji-20140302-00405

Jam 13an selesai urusan, kita kembali lewat jalan tol yang tadi. Nah sekarang baru pada terasa laparnya. Saya minta Yusron keluar toll TMII, Perempatan Tamini square belok kanan lurus saja, lewati perempatan masuk TMII lurus. Di sebelah kanan ada rumah makan Betawi H. Abdul Majid. Ada sop uenak, ada soto betawi, ada sate. Saya biasanya pilih sop iga sapi, bening tanpa santan ditambah kentang rebus ukuran sekepalan. Urusan vaksin selesai, perutpun kenyang…

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s