Esai untuk UAS Ekonomi Manajerial

PERHATIAN : ADA 3 (TIGA) ORANG YANG BELUM MENYERAHKAN ESSAI, YAITU : DIAH FERDIANTI, PUTRA FAJAR DAN SYARIFUDIN, YANG TERNYATA JUGA TIDAK IKUT UJIAN TENGAH SEMESTER. SEDANGKAN SDR. RISMANA P DIGDOYO TERMASUK YANG TIDAK IKUT UJIAN TENGAH SEMESTER. SILAHKAN HUBUNGI SEKRETARIAT SEKOLAH PASCASARJANA, TERKAIT DENGAN UJIAN KENDALI MUTU.

Untuk Ujian Akhir Semester mata kuliah Ekonomi Manajerial Anda diminta membuat Esai Singkat 5 – 6 Alinea, dimana alinea pertama merupakan alinea gagasan, sedangkan aliniea ke-2 sampai ke-4/ke-5 merupakan alinea pendukung dan alinea terakhir merupakan alinea kesimpulan. Esai ditulis menggunakan format MS-Word yang soft-copynya diunggah (up-load) ke : http://ekonomimanajerial.wordpress.com dengan cc ke: mmuchdie@gmail.com sedangkan hardcopy dikumpulkan paling lambat Sabtu, 12 Januari 2012 jam 10.00 WIB di Sekretariat Sekolah Pascasarjana dengan tanda terima.
Selanjutnya, untuk tugas-tugas (assignments) sesuai dengan yang sudah ditetapkan di awal perkuliahan sudah harus dikumpulkan paling lambat, SELASA 15 JANUARI 2013, jam 17.00 di Sekretariat SPs-UHAMKA.

Pertanyaan #1. Struktur pasar dibentuk oleh 4 faktor penting, yaitu jumlah penjual dan jumlah pembeli, karakteristik produk, mobilitas sumberdaya dan kesempurnaan informasi. Menggunakan kerangka esai 5 alinea, Anda diminta untuk menulis esai paling kurang 6 aliniea yang mendeskripsikan struktur pasar dimaksud. Esai sekurang-kurangnya terdiri atas 500 kata.

Pertanyaan #2. Atas dasar 4 faktor pembentuk struktur pasar, jika Sdr asumsikan bahwa jumlah pembeli banyak, setidaknya terdapat 4 bentuk pasar, yaitu pasar bersaing sempurna, pasar bersaing monopolistik dan pasar monopoli. Menggunakan kerangka esai 5 alinea, Anda diminta untuk menulis esai paling kurang 6 aliniea yang mendeskripsikan bentuk struktur pasar dimaksud. Esai sekurang-kurangnya terdiri atas 500 kata.

Pertanyaan #3. Secara teori, keseimbangan jumlah dan harga pada kondisi optimal pada berbagai pasar ditunjukkan oleh situasi dimana biaya marjinal (marginal cost) sama dengan penerimaan marjinal (marginal revenue). Ini terjadi karena dianut asumsi bahwa produsen hanya memproduksi satu produk, produk diproduksikan secara tersentralisasi di satu pabrik dan produk hanya dijual di satu pasar. Jelaskan, menggunakan pola esai 5 alinea, mengapa kebijakan harga dalam praktek tidak sama persis seperti dalam teori. Esai sekurang-kurangnya terdiri atas 500 kata.

Pertanyaan #4. Suasana dalam pengambilan keputusan manajerial sangat beragam; bisa dalam kepastian, bisa penuh ketidakpastian, bisa dalam kondisi berisiko dan juga bisa dalam suasana konflik. Menggunakan kerangka esai 5 alinea, Anda diminta untuk menulis esai paling kurang 6 aliniea yang mendeskripsikan suasana dalam pengambilan keputusan dimaksud. Esai sekurang-kurangnya terdiri atas 500 kata.

Pertanyaan #5. Pembenaran terhadap intervensi pemerintah dalam perekonomian adalah terjadinya kegagalan pasar (market failure) dalam mengalokasi sumberdaya yang langka secara efisien. Biasanya ini merujuk pada bentuk struktur pasar bersaing sempurna. Artinya, kendatipun pasara bersaing sempurna eksis, pemerintah tetap harus melakukan intervensi dalam perekonomian karena tiga alas an utama, yaitu : adanya barang yang bersifat public (public goods), terjadinya ekternalitas(externality) baik yang positif maupun yang negative, dan munculnya fenomena monopoli alamiah (natural monopoly). Menggunakan pola esai 5 alinea, Anda diminta untuk menjelaskan mengapa intervensi pemerintah tetap diperlukan, walaupun mekanisme pasar bersaing sempurna terjadi.

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Teachning & Education. Tandai permalink.

3 Balasan ke Esai untuk UAS Ekonomi Manajerial

  1. Adi Musharianto berkata:

    Jawaban Soal 1

    Pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu. Pada umumnya transaksi jual beli melibatkan produk/barang dan jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah yang disetujui oleh kedua belah pihak. Sementara itu struktur pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan.

    Jenis-jenis struktur pasar struktur atau organisasi pasar dapat didefinisikan berdasarkan jumlah serta ukuran pembeli dan penjual, jenis produk yang dibeli dan dijual (yaitu, terstandarisasi atau homogen, berlawanan dengan produk terdiferensiasi), tingkat mobilitas sumber daya (yaitu, kemudahan bagi perusahaan atau pemilik faktor produksi untuk memasuki atau keluar dari pasar), serta tingkat pengetahuan tentang harga, biaya dan kondisi permintaan dan penawaran yang dimiliki oleh agen-agen ekonomi (yaitu, perusahaan, pemilik factor produksi, dan konsumen).

    Keberadaan penjual dan pembeli merupakan salah satu faktor yang berpengaruh untuk menentukan suatu jenis pasar sehingga membentuk sebuah organisasi pasar atau struktur pasar tertentu. Perbedaan ukuran dan jumlah pembeli sangat menentukan keseimbangan suatu pasar yang berkaitan dengan harga, biaya, kondisi permintaan dan kondisi penawaran. Sebagai contoh, apabila terdapat perbedaan jumlah diantara penjual dan pembeli maka seketika itu pula struktur pasar akan menampakkan identitasnya sebagai sebuah pasar yang mempunyai struktur tertentu. Pada saat terjadinya jumlah penjual dan pembeli yang sama atau berbeda (lebih kecil atau lebih basar), maka saat itu pula struktur pasar akan terbentuk.

    Sifat dan jenis produk yang dibeli atau dijual dalam sebuah pasar mempunyai pengaruh yang signifikan pada pembentukan sebuah struktur pasar. Apabila produk yang dibeli dan dijual merupakan produk yang homogen tentu secara langsung akan member kontribsusi terbentuknya sebuah pasar persaingan sempurna. Apabila jenis produk yang dijual dan dibeli itu bersifat terdiferensiasi, maka secara langsung dapat membentuk sebuah pasar persaingan monopolistic, dan lain sebagainya. Akan tetapi pembentukan struktur pasar diatas tetap terikat pada faktor lain yaitu faktor jumlah pembeli dan penjual.

    Tingkat mobilitas sumber daya adalah sebuah aktifitas pasar yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan atau pemilik faktor produksi untuk memasuki atau keluar dari suatu pasar tertentu. Pada umumnya perusahaan atau pemilik faktor produksi sebagai pelaku pasar mengalami tingkat mobilitas tinggi dalam melakukan aktifitas operasionalnya di pasar. Tingginya mobilitas sumberdaya ini secara langsung mempengaruhi bentuk struktur suatu pasar karena tentu akan mempengaruhi harga, biaya, kondisi penawaran dan permintaan di pasar tersebut.

    Dalam sebuah pasar, kesempurnaan informasi dibutuhkan bagi para pelaku pasar baik penjual maupun pembeli. Pada kenyataannya sulit untuk mendapatkan informasi pasar yang sempurna dikarenakan begitu banyaknya interaksi antara penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi jual-beli. Kesempurnaan informasi pasar yang diperoleh hanya sebatas pada informasi yang berkaitan dengan faktor-faktor permintaan dan penawaran sehingga menghasilkan suatu keseimbangan harga di pasar tersebut dengan demikian akan terbentuklah sebuah struktur pasar tertentu.

    Jadi, pasar sebagai tempat dimana berkumpulnya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual-beli barang/jasa pada waktu dan tempat tertentu memberikan peluang besar untuk menjadikan pasar tersebut menjadi sebuah pasar yang mempunyai struktur pasar tertentu. Pembentukan struktur pasar ini sepenuhnya dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya; jumlah dan ukuran penjual/pembeli, karakteristik produk, mobilitas sumberdaya serta kesempurnaan informasi yang didapat oleh para pelaku pasar. Pada kenyataannya kesempurnaan informasi sulit didapatkan karena keterbatasan para pelaku pasar untuk mengakses informasi tersebut.

    Jawaban Soal 2

    Dalam sebuah pasar, apabila terdapat banyak pembeli yang membeli barang/jasa akan memberikan probabilitas terhadap pembentukan sebuah struktur pasar. Banyaknya jumlah pembeli di pasar akan memberikan dampak yang berbeda-beda pada suatu bentuk struktur pasar, hal ini tentunya dipengaruhi pula oleh faktor lain seperti, karakteristik produk, mobilitas sumberdaya dan kesempurnaan informasi yang didapatkan pelaku pasar. Akan tetapi probabilitas struktur pasar terhadap banyaknya jumlah pembeli memungkinkan pasar tersebut membentuk beberapa struktur pasar diantaranya; Pasar Bersaing Sempurna, Pasar Bersaing Monopolistik dan Pasar Monopoli.

    Pada saat jumlah pembeli mengalami peningkatan, maka seketika itu pula akan terjadi probabilitas pasar yang akan membentuk sebuah struktur pasar tertentu. Banyaknya jumlah pembeli dapat membentuk sebuah pasar persaingan sempurna apabila diikuti dengan faktor-faktor lain yaitu faktor karakteristik produk, faktor mobilitas sumberdaya dan faktor kesempurnaan informasi. Jumlah pembeli yang banyak dapat membentuk struktur pasar persaingan sempurna dimana pada struktur pasar tersebut terdapat banyak penjual dan pembeli dan masing-masing terlalu lemah untuk mempengaruhi harga produk, produknya bersifat homogen, tingkat mobilitas sumberdaya yang sempurna serta agen ekonomi memiliki pengetahuan pengetahuan yang sempurna tentang kondisi pasar.

    Sementara itu, dalam kondisi banyak pembeli pada sebuah pasar tertentu dapat memberikan probabilitas terhadap terbentuknya pasar bersaing monopolistik. Terbentuknya pasar bersaing monopolistic ini didukung pula oleh beberapa faktor lainnya yaitu faktor karakteristik produk yang mana mengacu pada kasus dimana terdapat banyak penjual produk yang terdiferensiasi. Faktor lainnya adalah meningginya tingkat mobilitas sumberdaya bagi perusahaan atau pemilik faktor produksi sehingga perusahaan-perusahaan cukup mudah keluar dan masuk ke dalam industri dalam jangka panjang.

    Selain itu, banyaknya pembeli bisa membentuk sebuah pasar monopoli dengan syarat dan kondisi yang tengah dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya. Beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi terbentuknya pasar monopoli selain banyaknya jumlah pembeli adalah bentuk organisasi pasar dimana hanya ada satu perusahaan yang menjual sebuah produk yang tidak memiliki subtitusi secara dekat. Perusahaan-perusahaan baru akan mengalami kesulitan atau bahkan tidak mungkin untuk masuk ke dalam industri ini dalam hal ini terkadang terbukti dengan fakta bahwa dalam industri tersebut hanya terdapat perusahaan tunggal.

    Dengan demikian, apabila kita membuat asumsi terdapat banyak pembeli pada suatu pasar, maka kondisi ini akan memberikan beberapa kemungkinan-kemungkinan terbentuknya beberapa struktur pasar. Kemungkinan terbentuknya struktur pasar ini tidak lepas faktor-faktor lain yang mempengaruhi selain banyaknya jumlah pembeli tersebut. Banyaknya jumlah pembeli akan membentuk sebuah struktur pasar persaingan sempurna apabila terdapat banyak penjual suatu produk yang masing-masing penjual maupun pembeli sulit untuk mempengaruhi harga, produk yang bersifat homogen serta mobilitas sumberdaya yang tinggi. Banyaknya pembeli juga dapat membentuk sebuah struktur pasar monopoli apabila dipengaruhi pula oleh jumlah perusahaan yang menjadi penjual satu-satunya pada produk produk yang tidak memiliki subtitusi dekat, dan dalam kondisi ini mobilitas sumberdaya sangat rendah dikarenakan sulit bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam industrini. Begitu pula, banyaknya pembeli tentu dapat membentuk sebuah pasar persaingan monopolistik apabila dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yaitu banyaknya penjual produk yang terdiferensiasi serta tingginya mobilitas sumberdaya karena perusahaan-perusahaan cukup mudah untuk keluar masuk dalam industri ini dalam jangka panjang.

    Jawaban soal 3
    Secara teori, dalam memaksimumkan laba, sebuah perusahaan berproduksi pada saat MR = MC yaitu pendapatan marginal (marginal revenue – MR) sama dengan biaya marginal (marginal cost – MC) dan kemudian menentukan harga sesuai dengan kurva permintaan yang dihadapinya. Ketentuan ini berlaku untuk semua jenis struktur pasar kecuali pasar persaingan sempurna, dimana perusahaan adalah price taker dan memaksimumkan labanya dengan menghasilkan output pada saat P = MR = MC. Pada kondisi MR = MC diasumsikan bahwa perusahaan menghasilkan hanya satu produk saja, menjual produknya dalam satu pasar, dikelola sebagai kesatuan yang terpusat dan memiliki pengetahuan yang akurat tentang kurva permintaan dan biaya yang dihadapinya.

    Pada kenyataannya, perusahaan mengalami kesulitan memperoleh keseimbangan jumlah dan harga pada kondisi optimal pada berbagai pasar. Kondisi ini disebabkan kebanyakan perusahaan menghasilkan lebih dari satu macam produk, menjual produknya pada lebih dari satu pasar, dikelola – paling tidak dalam satu perusahaan yang besar – sebagai pusat-pusat penghasil laba yang terdesentralisasi atau semiotonom, dan hanya sedikit memiliki pengetahuan dasar – bukan pengetahuan yang akurat – tentang kurva permintaan dan biaya yang mereka hadapi. Dengan demikian, ada beberapa praktik penentuan harga yang perlu dilakukan perusahaan dalam menghadipi kondisi tersebut diantaranya; penentuan harga untuk beberapa jenis produk; penentuan diskriminasi harga; diskriminasi harga internasional dan Dumping, penentuan harga transfer dan penentuan harga dalam praktik.

    Dalam kondisi terdapat banyak produk, sebuah perusahaan membutuhkan penentuan harga yang didasarkan pada; berbagai jenis produk yang memiliki kerterkaitan permintaan; pemanfaatan kapasitas pabrik dan penentuan harga produk yang optimum, penentuan harga optimum untuk produk gabungan yang diproduksi dalam proporsi tetap dan proposi variable. Pada tahap ini perusahaan. Hubungan antarpermintaan (demand enterrelationship) mempengaruhi keputusan penentuan harga yang dilakukan oleh perusahaan penghasil beberapa jenis produk melalui dampaknya terhadap pendapatan marginal. Untuk perusahaan penghasil dua jenis produk (A dan B), fungsi permintaan marginal dari perusahaan tersebut adalah:

    ΔTRA ΔTRB
    MRA = ——- + ——-
    ΔQA ΔQB

    ΔTRB ΔTRA
    MRB = ——- + ——-
    ΔQB ΔQB

    Dari persamaan di atas, pendapatan marginal bagi masing-masing produk mempunyai dua komponen, yang satu berhubungan dengan perubahan dalam pendapatan total akibat penjualan produk itu sendiri, dan yang lain berhubungan dengan perubahan dalam pendapatan total akibat penjualan produk yang lain. Dengan demikian, suku kedua dari sisi kanan masing-masing persamaan di atas, mencerminkan hubungan antarpermintaan.

    Selanjutnya, perusahaan perlu melakukan pemanfaatan kapasitas pabrik dan penentuan harga yang optimum. Maksudnya adalah perusahaan yang memproduksi lebih dari satu produk agar bisa memanfaatkan kapasitas pabrik dan kapasitas produksinya. Perusahaan yang memiliki kapasitas berlebih bisa mencari produk lain untuk dihasilkan sehingga bisa lebih maksimum sepanjang MR > MC laba perusahaan akan meningkat. Jadi ketimbang menghasilkan produk tunggal pada titik MR= MC dan menyisakan banyak kapasitas berlebih, maka lebih baik perusahaan memperkenalkan produk baru sesuai dengan urutan tingkat laba yang dihasilkannya, sampai dimana MR dan MC dari unit terakhir dari produk yang paling kecil labanya mencapai nilai yang sama. Kemudian harga dari setiap produk ditentukan berdasarkan masing-masing kurva permintaannya.

    Diskriminasi harga merupakan salah satu penentuan harga yang diterapkan perusahaan yang ingin memasarkan produknya lebih dari satu pasar. Metode ini mengacu pada penentuan harga yang berbeda-beda, pada kuantitas yang berbeda pada sebuah produk, pada waktu yang berbeda untuk setiap pelanggan yang berbeda/pasar yang berbeda, tetapi bukan berdasarkan perbedaan biaya. Selanjutnya, penentuan harga transfer merupakan salah satu bentuk penentuan harga yang dipakai oleh perusahaan yang mempunyai system desentralisasi dalam menghasilkan produknya. Perusahaan yang mempunyai desentralisasi dan pembentukan pusat-pusat penghasil laba yang semiotonom juga menimbulkan perlunya penentuan harga transfer (transfer pricing)atau harga produk antara (intermediate product)yang dijual oleh sebuah divisi semiotonom suatu perusahaan yang berskala besar dan dibeli oleh divisi semiotonom lain dari perusahaan yang sama

    Penentuan harga dalam praktik dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu; (a) penentuan harga biaya plus, kesulitan dalam mengumpulkan data akurat tentang pendapatan marginal dan biaya marginal (MR = MC) agar dapat menentukan tingkat ouput dan harga optimum pada titik MR = MC, membuat perusahaan mengembangkan suatu aturan umum atau metode jalan pintas untuk menentukan harga produk mereka. Disini perusahaan akan menghitung biaya variable rata-rata (AVC) untuk memproduksi atau membeli dan memasarkan suatu produk untuk tingkat output yang normal atau standar (biasanya 70 hingga 80 persen kapasitas produksi). Kemudian perusahaan menambahkan kepada biaya AVC tersebut biaya overhead rata-rata (biasanya sebagai presentrase AVC) sehingga memperoleh perkiraan biaya (cost – c ) rata-rata yang dialokasikan secara penuh. Terhadap biaya rata-rata yang dialokasikan secara penuh (fully allocated average cost) ini, akan ditambahkan mark up (markup – m) atas biaya untuk memperoleh laba. Metode ini biasa dipakai dengan rumus M = P – C /C. selanjutnya, (b) evaluasi terhadap penentuan harga diatas biaya, (c) analisis inkremental (merubah harga produk/output baru) dalam penentuan harga, (d) penentuan harga pada beban tinggi, (e) tarif dua bagian, pengikatan, dan penggabungan serta praktik penentuan harga lainnya.

    Dengan demikian, dalam kondisi perusahaan memproduksi satu produk, memasarkan produk tersebut pada satu pasar, pengelolaan produksi yang terpusat (sentralisasi) dan memiliki informasi akurat terhadap kurva permintaan dan biaya yang dihadapinya, dalam kondisi itu memungkinkan perusahaan untuk mencapai keseimbangan jumlah dan harga optimal pada titik pendapatan marginal sama dengan biaya marginal (MR = MC). Akan tetapi pada praktiknya berdasarkan uraian diatas perusahaan mengalami kondisi yang justru sebaliknya dari kondisi yang telah diasumsikan dalam sebuah teori keseimbangan jumlah dan harga optimum. Oleh karena itu perusahaan perlu memerhatikan beberapa metode penentuan jumlah dan harga secara optimum dengan memperhatikan beberapa faktor tersebut diatas.

    Jawaban soal 4

    Pengambil keputusan pada pelaksanaannya akan dihadapkan pada situasi dan kondisi terentu. Pengambil keputusan bisa dihadapkan pada situasi dan kondisi yang penuh kepastian, dan tidak jarang pula pengambil keputusan dihadapkan pada situasi dan kondisi yang penuh ketidakpastian. Pada sisi lain, pengambil keputusan bisa juga dihadapkan pada kondisi yang penuh berisiko bahkan tidak jarang pula pengambil keputusan dihadapkan pada suasana penuh dengan konflik. Ketidakpastian dapat diukur dengan beberapa kriteria yaitu kriteria maksimin dan kriteria kerugian minimaks. Begitu pula dengan risiko dapat diukur dengan konsep distribusi probabilitas (probability distribution), laba yang diharapkan (expected profit), distribusi probabilitas diskrit (discrete probability distribution, distribusi probabilitas kontinu (continuous probability distribution), distribusi normal standar (standar normal distribution), risiko absolut deviasi standard (standard deviation) dan risiko relatif koefisien variasi (coefficient of variation).

    Kriteria maksimin (maximin criterion) menyatakan bahwa pembuat keputusan harus menentukan hasil paling buruk yang mungkin dari tiap strategi kemudian memilih strategi yang memungkinkan hasil yang paling buruk. Dengan hanya mengkaji hasil paling pesimis dari tiap strategi untuk menghindari kemungkinan mendapatkan hasil terburuk, jelas bahwa criteria maksimin merupakan aturan pengambilan keputusan yang sangat konservatif dan pembuat keputusan yang menggunakan criteria ini memandang dunia dengan pesimis. Namun, criteria ini cocok jika perusahaan memiliki sikap penghindaran risiko yang sangat tinggi, misalnya jika kelangsungan hidup sebuah perusahaan kecil sangat tergantung pada kemampuannya menghindari kerugian. Kriteria penyesalan (kerugian) minimaks (minimax regret criterion) adalah salah satu aturan pengambilan keputusan spesifik lain dalam kondisi ketidakpastian yang menyatakan bahwa pembuat keputusan harus memilih strategi yang meminimumkan penyesalan atau biaya kesempatan maksimum dari keputusan yang salah, apapun kondisi alamiah yang muncul secara aktual. Penyesalan (kerugian) diukur oleh selisih antara tingkat pengembalian dari suatu strategi tertentu dengan tingkat pengembalian dari strategi terbaik di bawah kondisi alamiah yang sama.

    Probabilitas (probability) suatu kejadian adalah peluang atau kemungkinan suatu kejadian akan muncul. Apabila kita mengatakan bahwa probabilitas perekonomian tumbuh pesat 25% pada tahun depan, ini berarti bahwa terdapat 1 satu peluang dalam 4 kondisi tersebut akan muncul. Dengan menampilkan semua kemungkinan hasil atau suatu kejadian dan probabilitasnya masing-masing, kita mendapatkan distribusi probabilitas (probability distribution). Laba yang diperkirakan (expected) dari suatu investasi adalah rata-rata tertimbang dari semua tingkat laba yang mungkin dalam berbagai kondisi, dimana probabilitas tingkat laba digunakan sebagai bobot. Laba yang diperkirakan dari investasi merupakan pertimbangan penting dalam mempertimbangkan layak tidaknya pelaksanaan sebuah proyek. Distribusi probabilitas ini dalam pelaksanaannya dapat berbentuk distribusi probabilitas dikrit dan distribusi probabilitas kontinu, dimana yang distribusi probabilitas yang berlainan terpisah seperti anak tangga pada gambar kurva semakin lama bisa mengecil seperti garis vertikal dan menyambung yang menunjukan tingkat risiko terhadap alternative yang akan dipilih.

    Deviasi standar mengukur tingkat dispresi hasil-hasil yang mungkin dari nilai yang diperkirakan dan digunakan sebagai ukuran risiko absolut. Probabilitas suatu hasil akan jatuh dalam suatu kisaran tertentu dapat ditentukan dengan mengukur luas area di bawah kurva distribusi normal standar yang dibatasi oleh batas-batas dari nilai kisaran ini, dengan asumsi bahwa hasil-hasil yang mungkin terdistribusi secara normal. Ukuran risiko relatif disediakan oleh koefisien variasi yang dihitung dengan membagi deviasi standar dari distribusi dengan nilai yang diperkirakan atau rata-ratanya.

    Dengan demikian, suasana pengambilan keputusan manajerial dalam kondisi kepastian, kondisi ketidakpastian serta dalam kondisi berisiko dan suasana konflik setidaknya bisa diantisipasi dengan beberapa metode pengukuran yang dapat menerjemahkan kepada pengambil keputusan. Metode pengukuran risiko dapat diformulasikan dan dijelaskan pada alat ukur distribusi probabilitas. Sementara itu dalam kondisi ketidakpastian, pengambil keputusan manajerial dapat mengacu kepada pilihan terhada beberapa kriteria yaitu kriteria maksimin (icriterion) dan criteria kerugian minimaks (minimax regret criterion)

    Jawaban Soal 5

    Intervensi pemerintah dalam perekonomian menjadi suatu pembenaran akibat terjadinya kegagalan pasar (market failure) dalam mengalokasikan sumberdaya yang langka secara efisien. Pada umumnya hal ini merujuk pada bentuk struktur pasar persaingan sempurna. Ada beberapa hal yang menjadi alasan pemerintah untuk tetap melakukan intervensi perekonomian terhadap kondisi pasar persaingan sempurna yang sudah eksis diantaranya yaitu; adanya barang yang bersifat public (public goods), terjadinya eksternalitas (externality) yang positif maupun negatif serta munculnya fenomena monopoli alamiah (natural monopoly).

    Secara umum barang publik biasa dipahami sebagai sesuatu yang dapat dinikmati atau dibutuhkan oleh semua orang. Barang publik merupakan barang-barang yang tidak dapat dibatasi siapa penggunanya dan sebisa mungkin bahkan seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Contoh barang publik ini diantaranya udara, cahaya matahari, papan marka jalan, lampu lalu lintas, pertahanan nasional, pemerintahan dan sebagainya Barang publik (public goods) adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. Barang publik mempunyai dua sifat/aspek yang terkait dengan penggunaannya yaitu; non-rivalry dan non-exludable.

    Non rivalry dalam penggunaan barang publik berarti bahwa penggunaan satu konsumen terhadap suatu barang tidak akan mengurangi kesempatan konsumen lain untuk juga mengkonsumsi barang tersebut. Setiap orang dapat mengambil manfaat dari barang tersebut tanpa mempengaruhi menfaat yang diperoleh orang lain. Sifat non-excludable barang publik ini berarti bahwa apabila suatu barang publik tersedia, tidak ada yang dapat menghalangi siapapun untuk memperoleh manfaat dari barang tersebut atau dengan kata lain, setiap orang memiliki akses ke barang tersebut. Dalam konteks pasar, maka baik mereka yang membayar maupun tidak membayar dapat menikmati barang tersebut. Sebagai contoh, masyarakat membayar pajak yang kemudian diantaranya digunakan untuk membiayai penyelenggaraan jasa kepolisian misalnya, akan tetapi yang kemudian dapat menggunakan jasa kepolisian tersebut tidak hanya terbatas pada yang membayar pajak saja. Mereka yang tidak membayar pun dapat mengambil menfaat atas jasa tersebut. Singkatnya, tidak ada yang dapat dikecualikan (excludable) dalam mengambil manfaat atas barang publik.

    Eksternalitas (externality) menjelaskan bahwa produksi dan konsumsi beberapa produk bisa menimbulkan efek samping yang disebabkan oleh perusahaan atau orang yang tidak secara langsung terlibat dalam produksi atau konsumsi tersebut. Dalam eksternalitas, diketahui ekonomis dan disekonomis dalan produk dan konsumsi, yaitu; disekonomis eksternal produksi, ekonomis eksternal produksi, disekonomis eksternal konsumsi dan ekonomis eksternal konsumsi. Salah satu cara untuk mengatasi kegagalan pasar atau inefisiensi akibat terjadinya ekonomi eksternal adalah regulasi atau larangan pemerintah. Dengan melarang sebuah aktifitas yang meningkatkan ekonomi eksternal, maka disekonomis eksternal tersebut bisa dicegah. Sebagai contoh, dengan pembatasan kendaraan berupa kebijakan ganjil-genap, kemacetan di jalan bisa dikurangi. Demikian pula dengan melarang/membatasi pekerjaan hiburan malam outdoor yang akan menimbulkan disekonomis eksternal.

    Kondisi monopoli alamiah (natural monopoly) akan terjadi apabila perusahaan besar mengalami penurunan dalam biaya rata-rata jangka panjangnya, sehingga satu perusahaan saja sudah cukup untuk memasok keseluruhan pasar dengan lebih efisien daripada beberapa perusahaan berukuran kecil. Fasilitas umum (public utilities) adalah salah satu contoh dalam kondisi monopoli alamiah seperti perusahaan listrik, gas, air dan transportasi lokal. Jika terdapat banyak perusahaan maka garis penawaran akan terpublikasi yang menyebabkan biaya per unit akan menjadi mahal. Untuk mengatasi hal ini pemerintah perlu melakukan regulasi harga dan kualitas barang/jasa sehingga perusahaan akan mengalami pengembalian investasi yang normal.

    Oleh karena itu, peranan pemerintah dalam bentuk intervensi pada perekonomian sangat diperlukan sekalipun dalam kondisi struktur pasar persaingan sempurna. Intervensi pemerintah ini dimaksudkan untuk membuat regulasi dan atau larangan-larangan tertentu di berbagai aspek diantaranya terkait dengan barang yang bersifat public (public utilities), dampak eksternalitas (externalitiy) baik yang positif dan negatif serta munculnya fenomena monopoli alamiah (natural monopoly).

  2. Lia Survika berkata:

    Lia Survika
    128026017

    1. 4 (empat) faktor penting terbentuknya pasar
    Pasar (market) adalah suatu tempat atau proses interaksi antara pembeli dan penjual atas suatu produk (barang/jasa) tertentu sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan atau harga pasar dan jumlah yang diperdagangkan. Proses penentuan tingkat harga dan output sangat dipengaruhi oleh struktur pasar. Struktur pasar (market structure) dibentuk oleh 4 (empat) faktor penting yaitu jumlah penjual dan jumlah pembeli, karakteristik produk yang dibeli dan dijual, tingkat mobilitas sumber daya (yaitu, kemudahan bagi perusahaan atau pemilik faktor produksi untuk memasuki atau keluar dari pasar) dan kesempurnaan informasi yang meliputi tingkat pengetahuan tentang harga, biaya dan kondisi permintaan dan penawaran yang dimiliki oleh pembeli dan penjual.
    Jumlah penjual dan pembeli menjadi salah satu faktor terbentuknya struktur pasar. Penjual dan pembeli yang berinteraksi di pasar sangat mempengaruhi penentuan tingkat harga dan tingkat jumlah barang yang diperjualbelikan. Ada 3 golongan penjual dan pembeli. 3 golongan penjual yaitu; penjual marginal merupakan penjual yang menjual barang atau jasa pada harga pasar (contoh: pasar tradisional), penjual super marginal merupakan penjual yang menjual barang atau jasa di bawah harga pasar, penjual sub marginal merupakan penjual yang menjual barang atau jasa di atas harga pasar. Sedangkan 3 golongan pembeli yaitu; pembeli marginal merupakan pembeli yang mampu membeli barang atau jasa sesuai dengan harga pasar, pembeli super marginal merupakan pembeli yang mampu membeli barang atau jasa di atas harga pasar, pembeli sub marginal merupakan pembeli yang membeli barang di bawah harga pasar.
    Karakteristik produk yang dijual dan dibeli menjadi salah satu faktor berikutnya yang membentuk struktur pasar. Atas dasar perilaku konsumen memperoleh barang dan menggunakannya, produk konsumen dibedakan menjadi 4, yaitu; 1). Produk kebutuhan harian (Convenience Products) merupakan barang atau jasa yang biasa dibeli pelanggan dalam frekuensi tinggi dalam waktu cepat, dan untuk memperolehnya tidak membutuhkan upaya terlalu banyak. Contohnya, kebutuhan Sembilan bahan pokok, pasta gisi, sabun mandi dll. 2). Produk belanjaan merupakan produk yang biasanya dibelikan konsumen setelah mereka membandingkan harga, kualitas maupun spesifikasinya lainnya dari penjual yang lainnya, karakteristik produk belanjaan yaitu pembeli sangat mempertimbangkan dari fisik produk, harga, spesifikiasi produk. 3) Produk khusus merupakan produk yang memiliki karakteristik istimewa atau unik sehingga pembeli akan membayarnya dengan harga tinggi dan ada pengorbanan untuk memperolehnya, misalnya; barang-barang mewah. 4). Produk yang tidak dicari merupakan produk yang keberadaannya dan juga manfaatnya tidak banyak diketahui oleh konsumen, misalnya; asuransi.
    Tingkat mobilitas sumber daya yaitu kemudahan bagi perusahaan atau pemilik modal untuk memasuki atau keluar dari pasar. Mobilisasi haruslah tersedia guna memudahkan perusahaan maupun pemilik modal untuk memasuki dan keluar dari pasar yang diinginkan agar sumber daya dapat dikelola dengan efektif dan efisien.. Tingkat mobilitas sumber daya juga merupakan salah faktor yang membentuk struktur pasar. Selain
    Informasi dan tingkat pengetahuan tentang harga, produk dan kondisi pasar sangat diperlukan oleh para pelaku pasar, baik oleh penjual maupun pembeli agar bisa lebih cermat mengamati keadaan suatu pasar atau keadaan perokonomian. Setiap para pelaku pasar berhak mendapat infomasi yang sama, namun bagaiman cara mendapatkan informasi tersebut tiap-tiap orang berbeda. Oleh karena itu, tingkat dan kesempurnaan informasi menjadi salah satu faktor yang membentuk struktur pasar.
    Proses penentuan harga dan tingkat output dalam pasar sangat dipengaruhi oleh struktur pasar. Sebuah pasar terdiri dari pembeli dan penjual actual dan potensial dari sebuah produk tertentu. Struktur pasar mengacu kepada lingkungan yang kompetitif di mana pembeli dan penjual dari produk tersebut berinteraksi.

    2. 4 (empat) jenis struktur pasar
    Struktur pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya, atau penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industry, mudah tidaknya keluar keluar atau masuk ke dalam industry dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Ciri-ciri pasar tersebut digunakan untuk mendefinisikan 4 (empat) jenis struktur pasar, yaitu : persaingan sempurna, monopoli, persaingan monopolistik, dan oligopoli. Monopoli, persaingan monopolistic, dan oligopoly sering disebut sebagai pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition) untuk membedakannya dari pasar persaingan sempurna.
    Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah bentuk organisasi pasar di mana terdapat banuak jumlah penjual dan pembeli suatu produk di mana masing-masing terlalu kecil untuk mempengaruhi harga suatu produk, produk yang dijual bersifat homogen, terdapat mobilitas sumber daya yang sempurna, serta agen ekonomi memiliki pengetahuan yang sempurna tentang kondisi pasar. Dalam pasar persaingan sempurna, jumlah output produk yang dihasilkan suatu perusahaan tidak akan memberikan pengaruh yang jelas terhadap harga pasar produk itu, tetapi harga ditentukan pada perpotongan antara kurva permintaan dan kurva penawaran. Perusahaan dalam pasar persaingan sempurna merupakan pengambil harga, artinya perusahaan tersebut menrima harga dari produk tersebut apa adanya dan tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi harga dengan cara merubah tingkat output dan penjualan produknya, karena suatu perushaan tidak dapat menjual produk itu di atas maupun di bawah harga pasar.
    Monopoli adalah sebuah bentuk organisasi psar di mana hanya terdapat sebuah perusahaan yang menjual sebuah produk, padahal produk tersebut tidak memiliki substitusi yang dekat. Berbeda dengan pasar persaingan sempurna, seorang monopolis dapatg memperoleh laba dalam jangka panjagn karena perusahaan lain tidak dapat masuk ke industry. Dengan demikian, monopoli merupakan kebalikan dalam bentuk pasar persaingan sempurna. Contoh perusahaan dalam pasar monopli yaitu; PT. PLN dan PT. KAI. Terdapat empat alasan dasar munculnya monopoli. Pertama, perusahaan mungkin menguasai sepenuhnya persediaan bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi barang. Kedua, perusahaan yang memiliki hak paten atau hak cipta yang melarang perusahaan lain menggunakan proses produksi terentu atau melarang menghasilkan produk yang sama. Ketiga, dalam industry tertentu terjadi skala ekonomi jika jumlah output yang dihasilkan cukup besar, sehingga hanya terdapat satu perusahaan yang memenuhi kebutuhan seluruh pasar. Keempat, monopoli bisa terjadi akibat adanya hak monopoli pemerintah, dimana sebuah perusahaan didirikan sebagai penghasil atau distributor tunggal sebuah barang atau jasa, tetapi harus di bawah regulasi pemerintah.
    Persaingan monopolistic sebagai bentuk organisasi pasar di mana terdapat banyak penjual dari sebuah produk yang terdiferensiasi, serta masuk atau keluarnya perusahaan baru ke dalam industry agak mudah dalam jangka panjang. Dalam persaingan monopolistic, produk yang terdiferensiasi adalah produk-produk yang mirip tetapi tidak identic dan memenuhi kebutuhan dasar yang sama, misalnya; deterjen, pasta gigi, rokok, dll. Diferensiasi produk juga bisa didasarkan pada lokasi yang lebih nyaman atau pelayaanan yang lebih baik.
    Oligopoly sebagai suatu bentuk organisasi pasar di mana penjual atas sebuah produk yang homogen atau terdiferensiasi jumlahnya sedikit. Jika hanya terdapat dua penjual maka yang terjadi adalah duopoly, jika produknya homogeny maka yang terjadi oligopoly murni, jika produknya terdiferensiasi maka yang terjadi oligopoly terdiferensiasi. Karena dalam pasar oligopolistic penjual produk yang homogen atau terdiferensiasi jumlahnya sedikit, maka tindakan setiap perusahaan akan mempengaruhi perusahaan lain dalam industry tersebut dan sebaliknya.
    Struktur pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya, dibagi ke dalam 2 (dua) bagian, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas pasar monopoli, pasar persaingan monopolistic dan pasar oligopoly. Jenis-jenis struktur pasar tersebut mempunyai ciri yang berbeda-beda yang dipengaruhi jumlah penjual dan pembeli, jenis produk, dan mobilitas sumber daya.

    3. Kebijakan penetapan harga
    Untuk memaksimalkan laba, sebuah perusahaan berproduksi pada saat pendapatan marginal (marginal revenu – MR) sama dengan biaya marginal (marginal cost – MC) dan kemudian menentukan harga sesuai dengan permintaan yang dihadapinya dengan asumsi bahwa suatu perusahaan menghasilkan hanya satu buah produk, menjual produknya hanya dalam satu pasar, dikelola sebagai sebuah kesatuan yang terpusat dan memiliki pengetahuan yang akurat tentang permintaan konsumen dan biaya yang dihadapinya. Namun, asumsi tersebut tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya saat ini. Artinya, banyak perusahaan yang menciptakan produk lebih dari satu dan menjualnya pada lebih dari satu pasar.

    Pada kondisi saat ini perusahaan mungkin tidak dapat mengumpulkan data yang akurat tentang pendapatan marginal (marginal revenu – MR) dan biaya marginal (marginal cost – MC) agar dapat menentukan tingkat output dan harga yang optimum pada titik di mana MR = MC. Karena itu, berbagai perusahaan telah mengembangkan suatu aturan umum atau metode untuk menentukan harga produk mereka. Praktek penentuan harga yang paling umum adalah penentuan harga biaya plus. Praktek ini mendekati aturan penentuan harga yang memaksimumkan laba. Kelebihan dari penentuan harga biaya plus yaitu:
    2. Penentuan harga biaya plus pada umumnya memerlukan informasi yang lebih sedikti dan tidak terlalu akurat dibanding aturan menentukan harga pada tingkat output keka pendapatan sama dengan biaya marginal.
    3. Penentuan harga biaya plus terlihat mudah dan sederhana untuk digunakan.
    4. Penentuan harga biaya polus biasanya menghasilkan harga yang relative stabil ketiak biaya tidak terlalu banyak berubah dengan berlalunya waktu.
    5. Penentuan harga biaya plus bisa memberikan pembenaran yang jelas untuk peningkatan harga yang disebabkan peningkatan biaya..
    Selain kelebihannya, ada juga kritikan untuk penentuan harga biaya plus, seperti; bahwa penentuan harga ini didasarkan pada biaya akuntansi dan historis, tidak didasarkan pada biaya penggantian atau biaya kesempatan (opportunity cost), selain itu juga bahwa penentuan harga biaya plus di dasarkan pada biaya rata-rata dan bukan biaya marginal atas produk, penentuan harga ini juga mengabaikan kondisi permintaan. Namun, penentuan harga biaya plus tidak akan menyebabkan terjadinya harga produk yang jauh berbeda jika didasarkan pada aturan MR = MC.
    Kebijakan penentuan harga selanjutnya yaitu penentuan harga pada beban tinggi yang mengacu pada pembebanan harga yang lebih tinggi untuk barang atau jasa selama jam beban tinggi disbanding di luar jam beban tinggi. Permintaan untuk beberapa jasa leibh tinggi selama beberapa saat dibanding saat lainnya, misalnya listrik. Selain penentuan harga pada beban tinggi, ada juga tarif dua bagian yang mengacu pada praktik penentuan harga ketika konsumen membayar biaya awal untuk mendapatkan hak membeli sebuah produk atau jasa, selain juga biaya penggunaan atau harga untuk setiap unit yang mereka beli. Perusahaan oligopoly dan monopoli sering mengguanakan metode penentuan harga ini untuk meningkatkan laba mereka, misalnya kebijakan penentuan harga dalam taman hiburan.
    Praktek penentuan harga lainnya yang sering digunakan adalah penentuan harga gengsi, penentuan batas harga, skimming, dan penentuan harga nilai. Pada penentuan harga gengsi mengacu pada penentuan harga yang tinggi dengan sengaja untuk menarik konsumen yang berorientasi pada gengsi. Konsumen sering membayar harga yang mahal untuk sejumlah barang, ketika barang substitusi serupa yang lebih murah harganya tersedia, karena mereka melihat dan menyamakan harga dengan kualitas. Pada penentuan batas harga mengacu kepada penentuan harga yang ditargetkan oleh sebuah perusahaan dan kemudian mengembangkan sebuah produk yang memungkinkan perusahaan untuk memaksimumkan laba pada tingkat harga tersebut, bukannya lebih dulu memutuskan tipe produk yang akan dihasilkan dan baru kemudian menentukan harga yang akan dikenakan untuk memaksimumkan laba total perusahaan. Skimming mengacu pada penentuan harga yang tinggi ketika sebuah produk diluncurkan dan secara bertahap harganya diturunkan, dengan alasa dan dasar bahwa sering kali sulit untuk menentukan dengan tepat kekuatan permintaan ketika sebuah produk diperkenalkan dan karena itu sulit untuk menentukan harga terbaik yang harus dikenakan. Penentuan harga nilai mengacu pada penjualan barang-barang berkualitas pada tingkat harga yang lebih rendah dari sebelumnya, dengan cara ini perusahaan dapat menawarkan lebih banyak dengan harga yang lebih murah.
    Ketika perusahaan menghasilkan produk lebih dari satu, maka perusahaan itu harus mempertimbangkan hubungan antar perminataan atau kemampuan substitusi dan komplementer yang dicerminkan dalam fungsi pendapatan marginal setiap produk, untuk mencapai keputusan atau kebijakan dalam menentukan harga dan output yang optimum. Perusahaan menghasilkan produk lebih dari satu untuk menggunakan secara penuh fasilitas produksi mereka. Tingkat output terbaik bagi produk yang dihasilkan ditentukan oleh titik ketika pendapatan marginal sama dengan biaya marginal (MR = MC).

    4. Suasana dalam pengambilan keputusan
    Pengambilan keputusan merupakan sebuah proses menentukan sebuah pilihan dari berbagai alternative pilihan yang tersedia. Minimal ada dua alternative keputusan yang tersedia yang harus diambil oleh pengambil keputusan. Dalam banyak proses pengambilan keputusan, seorang manajer biasanya tidak mengetahui hasil yang pasti dari setiap pilihan tindakan yang mungkin diambil, seperti pada pengambilan keputusan atas investasi jangka panjang akan terpengaruh oleh kondisi ekonomi di masa depan, tingkat persaingan, cita rasa konsumen, kemajuan teknologi, iklim politik dan banyak faktor lain yang tidak bisa dipastikan oleh perusahaan. Dalam keadaan seperti ini, perusahaan menghadapi suatu resiko dan ketidakpastian. Jadi, ada 4 (empat) suasana yang dihadapi oleh seorang manajer dalam mengambil sebuah keputusan, yaitu : kondisi yang pasti, kondisi yang beresiko, kondisi yang tidak pasti, dan kondisi konflik.
    Kepastian (certainty) mengacu pada situasi di mana hanya ada satu hasil yang mungkin terjadi untuk suatu keputusan dan hasil ini diketahui secara tepat. Pengambilan keputusan dalam keadaan pasti bisa dilakukan apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersedia lengkap. Dengan kata lain dalam keadaan kepastian kita dapat meramalkan secara tepat hasil dari tindakan atau keputusan yang diambil. Misalnya, dalam perhitungan profit dengan menggunakan program linear. Manajer keuangan dapat mengetahui berapa jumlah keuntungan yang akan diperoleh setelah mengetahui persediaan setiap jenis bahan dan kebutuhan input bagi masing-masing produk.
    Resiko (risk) mengacu pada situasi di mana terdapat lebih dari satu kemungkinan hasil dari suatu keputusan dan probabilitas dari setiap hasil tersebut diketahui, atau bisa diestimasikan. Jadi, resiko menuntut pengambil keputusan untuk mengetahui semua hasil yang mungkin terjadi dari setiap keputusan dan memiliki gagasan untuk mengestimasikan probabilitasnya. Sebagai contoh, saat melempar koin, kita bisa mendapatkan gambar atau angka, dan masing-masing kemungkinan mempunyai peluang yang sama, (yaitu 50-50) untuk muncul. Secara umum, semakin besar variabilitas hasil atau semakin banyak kemungkinan yang akan terjadi, maka semakin besar resiko yang terkait dengan keputusan.
    Ketidakpastian (uncertainty) mengacu pada simulasi di mana terdapat lebih dari satu kemungkinan hasil dari suatu keputusan dan probabilitas kemunculan dari masing-masing hasil tersebut tidak diketahui. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang memadainya informasi masa lalu atau ketidakstabilan dalam struktur variable. Dalam bentuk-bentuk ketidakpastian, hasilnya sendiri bahkan tidak diketahui. Sebagai contoh, pengeboran minyak yang belum terbukti hasilnya memberikan ketidakpastian bagi para investor jika mereka tidak mengetahui kemungkinan output minyaknya atau probabilitas outputnya. Dalam keadaan ketidakpastian perlu mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang permasalahan, karena dengan informasi tersebut maka dapat dibuat beberapa alternative keputusah sehingga dapat diketahui nilai probabilitasnya. Dengan diperolehnya nilai probabilitas baik berdasarkan informasi yang anda peroleh maupun berdasarkan pendapat secara subjektif. Dalam keadaan seperti ini sudah tidak lagi berada dalam ketidakpastian, tetapi dalam kepastian karena resiko yang akan diterima telah diketahui.
    Situasi konflik dapat terjadi dalam pengambilan keputusan jika para pengambil keputusan saling bertentangan dalam situasi yang kompetitif. Hal ini disebabkan karena pengambil keputusan yang lain mempunyai alasan dan tindakan lain untuk juga mengambil keputusan. Oleh karena itu keputusan dan tindakan yangdilakukan oleh masing-masing akan saling mempengaruhi baik secara positif atau menguntungkan maupun secara negative atau merugikan. Banyak permasalahan-permasalahan yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Dalam prakteknya banyak sekali situasi pengambilan keputusan dalam konflik, misalnya perusahaan terlibat dalam strategi pasar yang kompetitif. Pengambilan keputusan dalam situasi konflik dapat dipecahkan dengan teori permainan (game theory).
    Pengambilan keputusan adalah bagian terpenting dari kegiatan manajer karena mempunyai peranan penting yang berkaitan dengan perencanaan baik jangka pendek maupun jangkan panjang. Dalam mengambil keputusan terdapat berbagai macam resiko yang dihadapi oleh seorang manajer atau pengambil keputusan. Para pengambil keputusan mempunyai tindakan dan pemahaman yang berbeda-beda dalam mengambil keputusan tersebut. Dengan adanya informasi yang lengkap dapat mengurangi resiko dari ketidakpastian suatu keputusan menjadi pasti serta menghindari konflik yang terjadi.

    5. Intervensi pemerintah dalam perekonomian
    Tidak ada satu negarapun di dunia ini yang tidak melibatkan campur tangan pemerintah dalam sistem perekonomiannya. Di masa sekarang ini, banyaknya perkembangan dan kemajuan akibat semakin majunya teknologi dan tersedianya sumber informasi serta semakin terbukanya perekonomian antar negara, menyebabkan begitu banyak kepentingan yang saling terkait. Hal ini menyebabkan peran pemerintah semakin dibutuhkan dalam mengatur jalannya sistem perekonomian baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mengurangi dari kegagalan pasar (market failure). Peranan pemerintah dapat dibagi dalam tiga bagian, yaitu : peranan alokasi, peranan distribusi, dan peran stabilisasi. Peranan pemerintah menjadi lebih penting karena mekanisme pasar saja tidak dapat menyelesaikan semua persoalan ekonomi. Ada 3 (tiga) alasan utama yang membenarkan pemerintah melakukan campur tangan (intervensi) dalam perkenomoian, yaitu : adanya barang public (public goods), terjadinya eksternalitas (externality) baik yang positif maupun yang negative, dan munculnya monopoli alamiah (natural monopoly).
    Peran pemerintah memiliki fungsi yang penting dalam kehidupan ekonomi, terutama yang berkaitan dengan penyediaan barang dan jasa. Barang dan jasa tersebut sangat diperlukan masyarakat dan disebut sebagai kebutuhan public atau barang public (public goods). Barang dan jasa public adalah barang dan jasa yang pemanfaatannya dapat dinikmati bersama. Contohnya, jalan raya, pendidikan, fasilitas, dan penerangan. Dengan pertimbangan skala usaha dan efisien negara melakukan kegiatan ekonomi secara langsung sehingga masyarakat dapat lebih cepat dan lebih murah dalam memanfaatkan barang dan jasa tersebut. Selain barang dan jasa public, adalah barang dan jasa privat yaitu barang dan jasa yang diproduksi dan penggunaannya dapat dipisahkan dari penggunaan oleh orang lain. Karakteristik dari barang public yaitu:
    a. Non rivalry in consumption, artinya konsumsi seseorang tidak mengurangi konsumsi orang lain. Contohnya; udara, penerangan jalan.
    b. Rivalry in consumption, artinya konsumsi seseorang membuat orang lain tidak bisa menikmatinya. Contohnya; pembelian barang elektronik yang persediaannya terbatas.
    c. Non excludable, artinya seseorang tidak bisa mencegah orang lain untuk menikmati manfaat atau keuntungan barang public. Contohnya; taman kota, masjid.
    d. Excludable, artinya seseorang bisa mencegah orang lain untuk menikmati manfaat atau keuntungan barang public. Contohnya; barang pribadi.
    Selain itu, peran penting pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung di dalam perekonomian adalah untuk menghindari timbulnya eksternalitas (externality), khususnya efek samping bagi lingkungan alam dan social. Pada umumnya sector swasta tidak mampu mengatasi dampak eksternalitas yang merugikan seperti pencemaran lingkungan yang timbul karena persaingan antar lembaga ekonomi. Misalnya, sebuah pabrik tekstil menurut industry yang sehat seharusnya membangun fasilitas pembuangan limbah. Namun, mereka membuangnya ke sungai. Jika pemerintah tidak mengambil tindakan tegas, dengan mewajibkan pabrik tersebut membangun fasilitas pembuangan limbah pabrik akan semakin banyak penduduk yang merasa dirugikan atas limbah pabrik tersebut. Pemerintah ikut serta dalam kegiatan perekonomian untuk menanggulangi terjadinya kegagalan pasar sehingga tidak adanya eksternalitas yang merugikan banyak pihak.
    Monopoli alamiah (natural monopoly) terjadi karena mekanisme murni dalam pasar. Monopoli alamiah lahir terjadi secara wajar dan alamiah karena kondisi objektif yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yang menyebabkan perusahaan ini unggul dalam pasar tanpa bisa ditandingi oleh perusahaan lain. Agar praktek monopoli bisa sedikit dikurangi perlu adanya campur tangan pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1995 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Undang-undang tersebut dimaksudkan untuk menegakkan aturan hukum dan memberikan perlindungan yang sama bagi setiap pelaku usaha di dalam upaya untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat. Undang-undang ini memberikan jaminan kepastian hokum untuk lebih mendorong percepatan pembangunan ekonomi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umum, serta sebagai implementasi dan semangat serta jiwa UUD 1945.
    Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam perekonomian guna menjaga stabilitas ekonomi dan sebagai pendorong efisiensi perekonomian serta untuk meningkatkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat. Peranan pemerintah terdiri dari peranan alokasi, peranan distribusi dan peranan stabilitas. Pemerintah melakukan intervensi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mekanisme pasar. Alasan pembenaran dilakukannya intervensi pemerintah yang tidak dibahas secara lebih rinci yaitu masalah ketidaksempurnaan informasi yang diterima masyarakat karena cara untuk memperoleh informasi setiap orang berbeda, sehingga dibutuhkan campur tangan dari pemerintah.

  3. Bambang Dwitoro berkata:

    Tugas Ujian Akhir Semester
    Ekonomi Manajerial
    Nama : Bambang Dwitoro
    NIM : 1208026015

    Untuk Ujian Akhir Semester mata kuliah Ekonomi Manajerial Sdr diminta membuat Esai Singkat 5 – 6 Alinea, dimana alinea pertama merupakan alinea gagasan, sedangkan aliniea ke-2 sampai ke-4/ke-5 merupakan alinea pendukung dan alinea terakhir merupakan alinea kesimpulan. Esai ditulis menggunakan format MS-Word yang soft-copynya diunggah (up-load) ke : http://ekonomimanajerial.wordpress.com atau cc ke:muchdie@gmail.com sedangkan hardcopy dikumpulkan paling lambat Sabtu, 12 Januari 2012 jam 10.00 WIB di Sekretariat Sekolah Pascasarjana dengan tanda terima.

    Pertanyaan #1. Struktur pasar dibentuk oleh 4 faktor penting, yaitu jumlah penjual dan jumlah pembeli, karakteristik produk, mobilitas sumberdaya dan kesempurnaan informasi. Menggunakan kerangka esai 5 alinea, Sdr diminta untuk menulis esai paling kurang 6 aliniea yang mendeskripsikan struktur pasar dimaksud. Esai sekurang-kurangnya terdiri atas 500 kata. (jml penjual, karakteristik, )

    Saat zaman kerajaan dahulu pasar sudah dikenal atau keberadaannya dianggap penting oleh kerajaan dan rakyat luas. Baik pihak kerajaan maupun rakyat mendapatkan selain pemenuhan kebutuhan juga mendapatkan dinformasi. Mendengar kata pasar kita membayangkan suatu tempat dimana begitu beragam atau banyaknya barang yang dijajakan oleh penjual dan juga terdapat pembeli yang datang ketempat itu untuk memenuhi kebutuhan atau keperluannya. Pasar secara sempit paling tidak dapat diartikan adalah tempat bertemunya penjual yang menjajakan barang dengan pembeli yang ingin memenuhi kebutuhan atau keperluannya. Dari jenis barang yang dijajakan oleh penjual pasar bisa oleh kesepakatan masyarakat dinamakan sesuai dengan jenis barang tersebut misal, pasar ikan tempat penjualan ikan di Penjaringan Jakarta Utara, pasar burung di Jalan Pramuka Jakarta Timur, pasar bunga di Rawa Belong Jakarta Barat dan lain sebagainnya.
    Bicara mengenai pasar dapat berkembang menjadi struktur pasar. Terdapat berbagai faktor yang membentuk struktur pasar yakni jumlah penjual dan jumlah pembeli, karakteristik produk, mobilitas sumber daya dan kesempurnaan informasi. Struktur pasar merupakan gambaran tingkat persaingan di suatu pasar barang atau jasa tertentu. Suatu pasar terdiri dari seluruh perusahaan dan individu yang ingin dan mampu untuk membeli serta menjual suatu produk tertentu.
    Pengaruh penjual dan pembeli, tingkat persaingan di pasar dipengaruhi oleh para pembeli dan penjual. Jika hanya ada sedikit pembeli, maka tingkat persaingan akan lebih rendah daripada jika pembelinya banyak. Keadaan tersebut dapat diartikan sebagai monopsoni (hannya ada satu pembeli) atau oligopsoni (ada sedikit pembeli). Keadaan seperti ini dapat terjadi, misalnya, pada pasar tenaga kerja di suatu daerah yang dikuasai oleh suatu perusahaan tertentu, atau terjadi di pasar hasil-hasil pertanian dari suatu daerah yang dikuasai oleh sejumlah kecil pengolah hasil pertanian, atau di pasar untuk komponen-komponen tertentu seperti suku cadang dipakai oleh indrustri-industri mobil.
    Pendidikan dan mobilitas konsumen juga mempengaruhi tingkat persaingan di pasar. Kenaikan kesadaran konsumen akan perbedaan-perbedaan harga dan produk bersamaan dengan kemungkinan mobilitas geografisnya akan meningkatkan persaingan dengan hilangnya kendala-kendala tersebut sehingga memungkinkan tumbuhnya pasar-pasar baru.
    Selanjutnya faktor yang mempengaruhi struktur pasar adalah pengaruh karakteristik produk. Karakteristik suatu produk bisa mempengaruhi struktur pasar di mana produk tersebut diperjualbelikan. Jika produk-produk lain merupakan produk pengganti (subtitut) yang baik dari suatu produk, maka tingkat persaingan di akan semakin ketat. Misalnya jasa angkutan kereta api Yogya-Jakarta. Walaupun jalur tersebut hannya dilayani oleh satu jalan kereta api, tetapi masih tersedia jasa-jasa angkutan lainnya. Misalnya jasa kreta api tersebut akan bersaing dengan bus, pesawat terbang, kendaraan pribadi. Kemampuan saling mengganti dari berbagai macam jasa angkutan ini akan meningkatkan tingkat persaingan di pasar jasa angkutan Yogya – Jakarta.
    Karakteristik fisik suatu produk juga bisa mempengaruhi struktur persaingan dari pasar produk tersebut. Misalnya, rendahnya perbandingan antara biaya distribusi dengan biaya total biasanya cenderung untuk meningkatkan tingkat persaingan, karena dengan biaya distribusi yang rendah maka jangkauan wilayah yang dapat dicapai oleh setiap produsen akan semakin luas. Sementara itu untuk produk-produk yang cepat rusak biasanya tingkat persaingan rendah.
    Faktor penentu struktur pasar lainnya adalah tingkat mobilitas sumber daya, yaitu kemudahan bagi perusahaan atau pemilik faktor produksi untuk memasuki atau keluar dari pasar. Pengaruh fungsi produksi, Sifat fungsi produksi merupakan faktor penentu struktur pasar yang paling mendasar. Industri-industri yang fungsi produksinya menunjukan keadaan increasing returns to scale yang outputnya relatif besar dibandingkan dengan permintaan totalnya biasanya jumlah produsennya yang lebih sedikit sehingga tingkat persaingannya lebih ringan dari pada di dalam industri-industri yang fungsi produksinya bersifat constant atau decreasing return to scale yang masuk ke pasar dengan tingkat output yang relatif kecil dibandingkan dengan permintaan total.
    Informasi yang Sempurna informasi tentang biaya, informasi harga dan informasi kualitas diketahui oleh semua pembeli dan penjual di pasar. Keempat syarat pokok tersebut mengambarkan pengaruh struktur pasar. Oleh karena itu, penelaahan terhadap struktur pasar ini akan tetap bermanfaat bagi kita dalam proses pembuatan keputusan penentuan harga. Lebih penting lagi, pemahaman yang jelas dan mendalam terkait informasi terhadap ini akan memberikan acuan pokok bagi kita untuk menganalisis suatu pasar.

    Pertanyaan #2. Atas dasar 4 faktor pembentuk struktur pasar, jika Sdr asumsikan bahwa jumlah pembeli banyak, setidaknya terdapat 4 bentuk pasar, yaitu pasar bersaing sempurna, pasar bersaing monopolistik dan pasar monopoli. Menggunakan kerangka esai 5 alinea, Sdr diminta untuk menulis esai paling kurang 6 aliniea yang mendeskripsikan bentuk struktur pasar dimaksud. Esai sekurang-kurangnya terdiri atas 500 kata.

    Seperti diutarakan di muka bahwa jumlah pembeli dalam suatu pasar merupakan salah satu faktor pembentuk struktur pasar. Ada beberapa bentuk pasar yang diasumsikan memiliki jumlah pembeli banyak. Antara lain pasar persaingan sempurna, pasar persaingan monopolistik dan pasar monopoli.
    Pasar persaingan sempurna adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga.
    Selanjutnya dalam pasar persaingan sempurna ini memiliki ciri ciri. Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna antara lain, jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak, produk atau barang yang diperdagangkan serba sama (homogen), konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar, tidak ada hambatan untuk keluardan masuk bagi setiap penjual (mudah dalam memasuki dan keluar pada pasar ini), pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga dan penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).
    Kemudian selain pasar persaingan sempurna ada bentuk pasar lain yang memiliki jumlah pembili yang cukup banyak adalah pasar persaingan monopolistik. Pasar persaingan monopolistik adalah salah satu bentuk pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah: shampoo, pasta gigi, dan lain-lain. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
    Pasar persaingan monopolistik memiliki ciri-ciri yang melekat, antara lain yakni: terdapat banyak produsen atau penjual. Pasar ini tidak memiliki produsen atau penjual sebanyak pasar persaingan sempurna. Ciri selanjutnya pasar ini menawarkan produk yang cenderung sama, namun memiliki perbedaan-perbedaan khusus dengan produk lainnya, misalnya dari cara pengemasan, pelayanan yang diberikan dan cara pembayaran. Pasar ini juga memiliki ciri produsen dapat mempengaruhi harga. Berbeda dengan pasar persaingan sempurna, dimana harga terbentuk berdasarkan mekanisme pasar, maka pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli dan monopoli. Kemudian ciri yang lain dari pasar ini adalah produsen dapat keluar masuk pasar. Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, saat produsen hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya cukup tinggi. Ketika produsen semakin banyak dan laba ekonomis semakin kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan produsen dapat meninggalkan pasar. Ciri yang lain dalam pasar ini promosi penjualan harus aktif.
    Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen. Adapun ciri-ciri dari pasar monopoli antara lain, hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran. Ciri yang lain tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip. Selanjutnya pasar monopoli juga memiliki ciri produsen memiliki kekuatan menetukan harga. Kemudian ciri lain pasar ini adalah tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.
    Selanjutnya struktur pasar yang memiliki jumlah pembeli yang banyak adalah pasar oligopoli. Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Contoh-contoh industri-industri yang oligopolis cukup banyak di Indonesia. Biasanya dalam bentuk Joint Venture antara pihak Indonesian dengan pihak asing. Industri semen, barang-barang elektronika, otomotif dan komputer merupakan contoh produk yang dihasilkan dan dijual dalam pasar oligopolistik.

    Pertanyaan #3. Secara teori, keseimbangan jumlah dan harga pada kondisi optimal pada berbagai pasar ditunjukkan oleh situasi dimana biaya marjinal (marginal cost) sama dengan penerimaan marjinal (marginal revenue). Ini terjadi karena dianut asumsi bahwa produsen hanya memproduksi satu produk, produk diproduksikan secara tersentralisasi di satu pabrik dan produk hanya dijual di satu pasar. Jelaskan, menggunakan pola esai 5 alinea, mengapa kebijakan harga dalam praktek tidak sama persis seperti dalam teori. Esai sekurang-kurangnya terdiri atas 500 kata.

    Ada teori mengenai keseimbangan jumlah dan harga pada kondisi optimal pada berbagai struktur pasar. Teori ini menunjukan oleh situasi dimana biaya marjinal (marginal cost) sama dengan penerimaan marjinal (marginal revenue) atau MC = MR. Bila kita hubungankan dengan kebijakan penentuan harga misal terhadap produsen yang hannya memproduksi suatu produk. Kita ambil contoh produsen air minum mineral yang tentunya hannya memproduksi air minum mineral. Bila produsen air mineral tersebut berada dalam jumlah pembelinya yang banyak misalnya dalam pasar persaingan sempurna atau persaingan monopolistik, produsen air mineral ini tidak mampu mempengaruhi pasar atau produsen-produsen lainnya.
    Terkait dengan pengaruh harga dan jumlah output untuk menentukan laba maksimum produsen-produsen air mineral yang bersaing tidak akan memperdulikan reaksi-reaksi produsen air mineral lainnya ketika menetapkan harga dan output masing-masing. Berbeda dengan kondisi, apabila pada pasar baik persaingan sempurna maupun pasar persaingan monopolistik jumlah produsen air mineral yang beroprasi di pasar tersebut sedikit, maka masing-masing produsen air mineral tersebut memiliki pangsa pasar yang besar. Selain memiliki pangsa pasar yang besar jika produsen air mineral pada pasar ini sedikit maka apapun tindakan yang produsen air mineral akan mempunyai pengaruh atau mempengaruhi yang cukup besar dan tindakan produsen air mineral lainnya.
    Produsen air mineral lainnya akan berupaya memberi reaksi secara individual. Pada dasarnya setiap produsen air mineral ini menyadari kenyataan ini serta memperhatikan reaksi-reaksi produsen pesaing air mineral lainnya terkait dengan penetapan harga. Maka selain teori keseimbangan jumlah dan harga, pada kondisi optimum juga dipengaruhi oleh realitas atau kenyataan apa yang terjadi pada pasar sesunguhnya.
    Selain itu misal di struktur pasar monopoli faktor-faktor yang menghalangi atau membatasi produsen-produsen yang baru untuk masuk pasar merupakan salah unsur yang juga dapat mempengaruhi kondisi optimum dalam mencapai laba perusahaan. Contoh-contoh dari faktor penghalang tersebut adalah, hak paten dan hak monopoli, penguasaan sumberdaya tertentu. Misalnya Perusahan Listrik Negara (PLN) adalah perusahaan yang diberikan hak monopoli untuk mengadakan atau menyediakan listri di Indonesia. Selain itu Perusahan Listrik Negara ini juga menguasai sumberdaya-sumberdaya tertentu dalam melayani mayarakat terkait dengan kelistrikan.
    Dalam pasar monopolis produsen atau perusahaan dapat melakaukan diskriminasi harga. Maksud dari diskriminasi harga antara lain adalah bahwa produsen atau perusahaan memberlakukan pembeli atau konsumen dengan tingkat harya yang berbeda-beda untuk barang yang sama. Misalnya pada Perusahaan Listrik Negara pemberlakuan biaya abodemen beban daya yang 900 watt berbeda dengan abodemen beban daya yang 1200 watt. Abodemen beban daya yang 900 watt memiliki biaya yang lebih murah dibandingkan dengan biaya abodemen beban daya yang 1200 watt. Harga yang berbeda-beda untuk suatu barang atau jasa memungkinkan pihak produsen atau perusahaan untuk meningkatkan penerimaan yang lebih banyak lagi dari pada dengan sistem harga tunggal. Sistem harga tunggal misalnya Perusahaan Listrik Negara dalam mengatur beban biaya abodemen untuk semua watt baik yang 900 watt, 1200 watt dan lain sebagainya memiliki harga yang sama. Kebijakan diskriminasi atau membeda-bedakan harga ini akan lebih efektif jika produsen atau perusahaan memiliki informasi tentang pola permintaan, kemampuan untuk mengidentifikasi para pembeli atau konsumen. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat optimum suatu produsen atau perusahaan dalam kenyataanya juga dipengaruhi hal-hal yang terjadi di pasar artinya tidak sepenuhnya teori mengenai pencapaian tingkat optimum sebuah konsumen atau perusahaan didasarkan atas harga dan jumlah barangnya.

    Pertanyaan #4. Suasana dalam pengambilan keputusan manajerial sangat beragam; bisa dalam kepastian, bisa penuh ketidakpastian, bisa dalam kondisi berisiko dan juga bisa dalam suasana konflik. .Menggunakan kerangka esai 5 alinea, Sdr diminta untuk menulis esai paling kurang 6 aliniea yang mendeskripsikan suasana dalam pengambilan keputusan dimaksud. Esai sekurang-kurangnya terdiri atas 500 kata.

    Dalam kegiatan ekonomi ada dua masalah pokok yang mendasar yang perlu diperhatikan yaitu masalah ketidak pastian dan ketidak sempurnaan informasi. Kita perlu menyadari setelah usaha maksimal untuk mengumpulkan setiap informasi untuk melaksanakan kegiatan ekonomi maka masih ada situasi yang tidak dapat kita prediksi. Kita biasanya selalu menganggap bahwa harga, biaya, penerimaan laba dan sebagainya diketahui dengan pasti. Misalnya dalam pembuatan keputusan produksi, kita menganggap bahwa suatu produsen atau perusahaan telah mengetahui secara pasti harga-harga input dan outputnya. Hal ini tentu saja merupakan kasus yang sangat jarang sekali terjadi. Permintaan dan penawaran input sebagaimana permintaan dan penawaran output keduanya selalu berfluktuasi atau berubah-ubah sepanjang waktu.Masalahnya sekarang adalah bagaimana cara membuat keputusan produksi dan konsumsi dalam kondisi ketidak pastian ? dalam cakupan ekonomi bicara ketidakpastian cakupannya sangat luas. Resiko Ketidakpastian dan Pengambilan Keputusan. Salah satu alat analisis ekonomi yang paling penting adalah permintaan dan penawaran (supply and demand). Setiap ekonom harus mengetahui konsep supply and demand, untuk menganalisa semua gejala ekonomi dalam setiap transaksi perusahaan. Dua hal pokok yang bisa didapat dengan menggunakan alat analisis ini adalah harga dan barang yang terjual di pasar.
    Manajer dan ekonom pasti sangat tertuju pada cara untuk mengadakan peramalan untuk harga dan barang di masa selanjutnya, baik berupa barang maupun jasa yang dipakai sebagai input. Dengan mengetahui konsep permintaan dan penawaran serta titik keseimbangan pasar, manajer dan ekonom bisa mengadakan peramalan untuk mengetahui kondisi pasar di masa yang akan datang. Pada prinsipnya jumlah barang dan jasa yang akan dibeli oleh konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu antara lain harga barang, pendapatan konsumen, harga barang pengganti dan harga barang pelengkap, perkiraan harga di masa depan dan selera pelanggan.
    Selanjutnya adalah kejelasan atau kepastian dalam pengambilan keputusan artinya semua informasi yang diperlukan oleh pihak pengambilan keputusan telah tersedia secara menyeluruh. Manajer mengetahui suatu informasi tentang kondisi operasional, biaya dan ketidakleluasaan sumber daya dan setiap tindakan dan hasil yang mungkin didapat. Kemudian terhadap risiko. Risiko artinya adalah bahwa sebuah keputusan harus memiliki tujuan tujuan yang jelas dan informasi yang baik selalu tersedia, tetapi hasilnya di masa depan yang berhubungan dengan setiap alternatif belumlah pasti. Selanjutnya adalah pengambilan keputusan dalam ketidakpastian artinya adalah bahwa manajer mengetahui tujuan mana yang ingin di capainya, tetapi informasi tentang alternatif alternatif dan peristiwa peristiwa di masa depan tidaklah lengkap.
    Faktor faktor yang mungkin akan memengaruhi sebuah keputusan, seperti masalah harga, biaya produksi, volume, dan suku bangsa di masa yang akan datang. Sedangkan proses pengambilan keputusan Ambiguitas dan Konflik. Ambiguitas sekitarnya adalah situasi paling sulit dalam pengambilan keputusan. Ambiguitas berarti bahawa tujuan tujuan yang akan dicapai atau permasalahan permasalahan yang hendak dipecahkan tidaklah jelas, alternatif alternatif sangatlah sulit ditentukan oleh informasi mengenai hasilnya nanti tidaklah tersedia.
    Model pengambilan keputusan, dapat dilakukan melalui pendekatan-pendekatan yang digunakan seorang manajer untuk mengambil keputusan biasanya berupa salah satu dari tiga jenis ini- model klasik, model administratif atau model politis.Model klasik adalah model pengambilan keputusan didasarkan pada asumsi ekonomi rasional dan kekayaan menajer tentang seperti apakah seharusnya pengambilan keputusan yang ideal itu. Model klasik dalam pengambilan keputusan di anggap sebagau model yang normatif, yang berarti bahwa model ini menentukan bagaimana seorang pengambil keputusan seharusnya mengambil keputusan.
    Pendekatan lain yang digunakan dalam pengambilan keputusan yang disebut sebagai model adminidtratif, dianggap bersifat deskriptif, yang artinya model ini menggambarkan bagaimana manajer benar benar melakukan pengambilan keputusan dalam situasi yang kompleks dan bukannya mendikte bagaimana manajer seharusnya mengambil keputusan berdasarkan teori ideal.

    Pertanyaan #5. Pembenaran terhadap intervensi pemerintah dalam perekonomian adalah terjadinya kegagalan pasar (market failure) dalam mengalokasi sumberdaya yang langka secara efisien. Biasanya ini merujuk pada bentuk struktur pasar bersaing sempurna. Artinya, kendatipun pasara bersaing sempurna eksis, pemerintah tetap harus melakukan intervensi dalam perekonomian karena tiga alas an utama, yaitu : adanya barang yang bersifat public (public goods), terjadinya ekternalitas(externality) baik yang positif maupun yang negative, dan munculnya fenomena monopoli alamiah (natural monopoly). Menggunakan pola esai 5 alinea, Sdr diminta untuk menjelaskan mengapa intervensi pemerintah tetap diperlukan, walaupun mekanisme pasar bersaing sempurna terjadi.

    Kegagalan pasar bisa terjadi apabila mekanisme pasar tidak dapat berfungsi secara efisien dalam mengalokasikan sumber-sumber ekonomi yang ada dalam masyarakat. Dalam hal ini, mekanisme pasar akan menyebabkan barang yang dihasilkan menjadi terlalu banyak atau terlalu sedikit dan dalam hal yang sangat ekstrim kegagalan pasar akan menyebabkan pasar tidak terjadi sehingga barang dan jasa tertentu tidak dihasilkan oleh pasar tersebut. Dalam banyak hal terjadinya kegagalan pasar disebabkan biaya transaksi pertukaran bukanlah tanpa biaya misalnya saja, biaya untuk memperoleh informasi, biaya tawar-menawar, biaya untuk melakukan kontrak, biaya dalam perencanaan, dan sebagainya.
    Selantutnya bila dipandang dari segi konsumen, untuk memperoleh informasi mengenai kualitas suatu jenis barang yang akan dibeli memerlukan biaya yang tidak sedikit, begitu juga mengenai kualitas input yang akan dibeli oleh produsen. Dalam hal terjadinya kegagalan pasar, maka pemerintah diharapkan untuk ikut campur tangan agar alokasi sumber ekonomi dapat tercapai secara efisien. Kegagalan pasar dapat terjadi karena adanya faktor-faktor dibawah ini, yaitu antara lain adanya barang bersama (common goods), adanya unsur ketidaksempurnaan pasar, adanya barang publik, adanya eksternalitas, adanya pasar tidak jenuh, adanya kegagalan informasi dan adanya ketidakpastian.
    Barang bersama (common goods) sebagai dasar adanya sistem pasar persaingan adalah adanya hak pemilikan yang memberikan hak pemilikan kepada setiap individu atas suatu barang sehingga ia dapat mengecualikan orang lain untuk memanfaatkan barang itu. Untuk beberapa jenis barang, hak pemilikan tidak dapat diberikan kepada satu individu melainkan diberikan kepada sekelompok masyarakat, misalnya saja sebidang padang rumput milik desa dan sebagainya. Masalah yang ditimbulkan dalam kasus kekayaan bersama ada 2 faktor yaitu individu dan jumlah kelompok masyarakat. Adanya individu menyebabkan suatu kekayaan tidak dapat diberikan hak pemilikannya kepada setiap anggota kelompok. Apabila jumlah kelompok hanya dua orang, maka diantara kedua orang itu akan dapat dibuat suatu perjanjian yang mengatur penggunaan kekayaan tersebut secara optimal akan tetapi apabila anggota kelompok semakin banyak maka biaya untuk memperoleh persetujuan menjadi semakin besar dan mahal.
    Dalam hal kekayaan bersama, apabila seseorang merasakan manfaat dan bersedia menanggung biaya tanpa harus ikut menanggung free riders. Free riders adalah suatu sikap yang tidak menyatakan dengan sebenarnya manfaat suatu barang atau jasa dengan maksud agar ia dapat memanfaatkan barang tersebut tanpa harus membayarnya atau tanpa ikut menanggung biaya pengadaan barang atau jasa tersebut. Selain perlunya campur tangan pemerintah dalam mengatur kekayaan bersama, pemerintah juga harus menetapkan sistem pembayaran yang sifatnya dipaksakan karena jelas setiap individu tidak bersedia untuk menanggung biaya. Setiap pembayaran paksaan tersebut adalah yang umumnya disebut pajak.
    Adanya unsur ketidaksempurnaan pasar alokasi sumber-sumber ekonomi yang efisien tidak dapat diserahkan pada mekanisme pasar oleh karena adanya monopoli, atau adanya usaha yang mempunyai biaya marjinal yang selalu menurun, dan adanya usaha yang mempunyai biaya marginal nol. Mekanisme pasar dapat melakukan alokasi factor-faktor ekonomi secara efisien hanya pada pasar persaingan sempurna oleh karena hanya pada pasar persaingan sempurna terdapat kesamaan antar motivasi pengusaha dan tingkat produksi yang oleh masyarakat dianggap efisien. Barang publik beberapa jenis barang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, akan tetapi tidak seorangpun yang bersedia menghasilkannya atau mungkin dihasilkan oleh pihak swasta akan tetapi daam jumlah, barang public murni yang mempunyai dua karakteristik utama yaitu, penggunaanya tidak bersaingan dan tidak diterapkan prinsip pengecualian. Oleh karena pihak swasta tidak mau menghasilkan barang public murni, maka pemerintahlah yang harus menghasilkannya agar kesejahteraan masyarajkat dapat ditingkatkan.
    Eksternalitas timbul karena tindakan konsumsi atau produksi dari satu pihak mempunyai pengaruh terhadap pihak yang lain dan tidak adanyan kompensasi yang dibayar oleh pihak yang menyebabkan atau kompensasi yang diterima oleh pihak yang terkena dampak tersebut. Jadi ada dua syarat terjadinya eksternalitas yaitu, Adanya pengaruh dari suatu tindakan tidak adanya konpensasi yang dibayarkan atau diterima. Adanya pasar yang tidak lengkap. Suatu pasar dikatakan lengkap apabila pasar tersebut menghasilkan semua barang dan jasa yang biaya produksinya lebih kecil daripada harga yang mau dibayar oleh masyarakat. Ada beberapa jenis jasa yang tidak diusahakan oleh pihak swasta dalam jumlah yang cukup walaupun penyediaan jasa tersebut lebih kecil daripada apa yang mau dibayar oleh masyarakat. Kondisi seperti ini yang disebut pasar tidak lengkap.
    Adanya kegagalan informasi pada beberapa kasus masyarakat sangat membutuhkan informasi yang tidak dapat disediakan oleh pihak swasta, misalnya saja prakiraan cuaca. Para petani, pelaut, sangat membutuhkan informasi mengenai prakiraan cuaca, akan tetapi tidak ada pihak swasta yang menyediakan informasi mengenai prakiraan cuaca. Dalam hal ini pemerintah harus menyediakan informasi cuaca yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kesimpulannya bahwa pemerintah harus campur tangan dalam perekonomian untuk memperbaiki alokasi sumber-sumber ekonomi karena sistem pasar tidak dapat melaksanakan alokasi sumber-sumber ekonomi secara efisien. Sehingga roda perekonomian dapat dijalankan dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan . Oleh karena itu, dengan roda perekonomian yang baik, pemerintah dapat mensejahterakan masyarakat terutama lapisan masyarakat menengah kebawah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s