e-SIM, SIM Keliling


e-KTP yang digembar-gemborkan dan jadi indikator kunci sukses (key succes factors) pejabat di jajaran kemendagri sebenarnya bukan e-KTP yang tadinya saya pahami. KTP elektronik. Dia lebih pada perekaman data digital di komputer, mencakup sidik jari dan sidik-sidik lainnya. Layanan perekamannya begitu menghebohkan, terutama jadualnya. Ternyata cuman segitu doang. KTPnya entah kapan selesainya. Mungkin saja sekarang sudah siap, tapi kagak ada beritanya.
Menurut saya e-SIM lebih muantap, meski ada kasus simulator di tingkat nasional. Masa bodo dah, itu urusan penegak hukum.
Tahun ini SIM A saya dan SIM C isteri saya habis masa berlakunya. Jatuh tempo disesuaikan dengan tanggal kelahiran. Thast’s fine. Oke-oke aja dah. Ngatur jadual untuk datang ke Polres ternyata gak gampang. Begitu dah kalo status masih pegawe, meski pegawe tinggi sekalipun. (Pls note : karena tubuh saya cukup tinggi, paling tidak di atas tinggi rata-rata, saya sering dipanggil pegawe tinggi. Inget: ini beda ama pejabat tinggi). Untungnya sekarang ini ada layanan SIM Keliling. Tahun-tahun lalu, masih terbatas untuk wilayah Polda Mtero Jaya. Alhamdulillah, untuk Polres Depok, layanan sudah stabil.
Untuk warga depok, perpanjangan SIM (maksudnya< perpanjangan masa berlaku SIM) bisa dilakukan di tempat-tempat Layanan SIM Keliling. Jadualnya : Senin 08.00-11.00 di Honda Moto Care di Pancoran Mas, Selasa : 08.00-11.00 di RRI Cimanggis, Rabu : 08.00-11.00 di Depok Town Centre, Kamis : 08.00-11.00 di Mall Cinere, Jum’at: 08.00-11.00 di Depok Town Square, Sabtu : 08.00-13.00 di Margo City dan 17.00-20.30 di ITC Depok dan Minggu: 11.00-20.30 di ITC Depok. (Sumber: Monde, Sabtu 13 Oktober 2012).
Ternyata, layanan Minggu sore jam 17an di ITC Depok sangat nyaman. Sepi, gak terlalu banyak warga masyarakat yang memerlukan pelayanan. Hanya beberapa orang saja. Petugasnya juga ramah dan memuaskan. Di depan, di luar bus, ada dua orang yang melayani. Di dalam bus, juga ada dua orang. Seorang ibu petugas yang tegas dan ramah melayani dan mengkonfirmasi data dan seorang lagi, seorang Bapak yang melayani pemberian SIM dan pembayaran biayanya.
Untuk SIM A, biayanya Rp. 160 ribu dan SIM C biayanya Rp. 155 ribu (Bandingkan layanan di Polres biayanya dua kali lipat; memang dilayani dengan cukup ramah). Oh iya, persyaratan yang harus dibawa, fotocopy KTP dan tentu saja SIM yang lama. Sebaiknya sudah disiapkan terlebih dulu karena di lokasi tidak ada fasilitas layanan fotocopy. Hari Minggu, apalagi, banyak toko fotocopy yang sudah tutup. Karena saya beberapa kali “menikmati” layanan RS Mitra Keluarga, yang berada persis di seberang ITC, saya menuju ke sana, meski nyebrangnya agak ribet; masute mengerikan. Dan juga, meski gak kerasa, biayanya laham; lebih dari 5 kali biaya fotocopy yang wajar dan normal. Karena cuman seribu perak, ya sudah. Secara keseluruhan, kami cukup puas dengan layanan SIM Keliling Polres Depok. Makasih pak Polisi.

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s