Alhamdulillah, Terjual; Sold

Terus terang, ini “proyek komersial” pertama di sektor properti. Pengalaman membangun, dengan mengembangkan sistem kerja sudah beberapa kali saya lakukan. Pertama ketika dengan menggunakan uang hasil menjual Daihatsu Taruna membangun 2 unit kios dan 2 unit rumah petak, kemudian tambah satu petak lagi. Sepertinya, proyek ini sudah kembali modal, untuk membangunnya; lahannya sih belom. Kedua, membangun rumah Indra, di kompleks Graha Ahmad Dahlan-3. Ketiga, membangun (sebenarnya memperkecil) rumah Bapak (mertua) di Jln KHA Dahlan No. 21 dan keempat membangun rumah Wawang, adik saya yang sejak kecil menderita kurang dalam hal “pendengaran”.
Rumah Wawang dibangun dengan rasa keprihatinan. Siapa sih yang gak pengen punya rumah “layak” ? Ketika terbersit niatnya untuk menjual tanah dan rumahnya masih kita anggap wajar dan “manusiawi”. Yang jadi masalah ketika Ibu tidak bisa menerima keputusan tersebut karena khawatir. Mau pindah kemana mereka ? Akhirnya, ibu sempat diwatar beberapa hari di RS, yang sebenarnya sudah mengkonsumsi dana dan energi. Ketika itu kemudian ada inisiayif dari adik-adiknya untuk meinta saya bermusyawarah, gimana caranya agar wawang punya rumah dan warung yang layak, tanpa harus pindah meninggalkan ibu. Satu cara, ya “keluarin” seluas lahan tertentu untuk biaya membangunnya. Lahannya sendiri cuma 166m2, persil terluas yang dihibahkan Bapak kepada anak-anaknya. Hitung-hitung kasar, disepakati 74m2 akan “dikeluarkan. Tersedia dana 148jt. Luasan 64m,2 dibangun untuk rumah 3 kamar tidur, satu kamar mandi, dapur dan ruang tamu serta warung selesai dibangun sebelum lebaran tahun lalu. Sisa dana sekitar 35juta digunakan untuk bayar hutang dan tambah modal.
Yang jadi soal, bagaimana mengembalikan dana yang digunakan ? Jual lahan agak susah. Apalagi harga tanah bergerak “seret”; mau jual 2jt/m2 susah banget. Hampir setahun uang yang saya gunakan gak “keangkat”. Diskusi dengan teman pemilik toko bahan bangunan menghasilkan solusi; bangun saja rumahnya lalu dipasarkan. Agak “ngeper” juga. Kalo nanti laku kalo gak, tenggelam lebih dalam. Cara aman, cari pembeli sebelum dibangun. Susah, konsumen gak bisa membayangkan produk yang mau dibeli. Bikin gambar. Setelah diyatangkan di web dan juga tawaran langsung, ada peminat yang berani membeli; 365 jt dengan luas bangunan 70m2 dua lantai. Tiga bulan lebih proses konstruksinya dan alhamdulillah sehari menjelang lebaran, selesai juga urusan transaksinya.

Uang hasil penjualan, langsung ditutup untuk membeli lahan seluas 145m2 di Jln KHA Dahlan dan 100m2 di Kelurahan TirtaJaya Depok, deket Kota Kembang.

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Alhamdulillah, Terjual; Sold

  1. Anggoro berkata:

    mantap,suatu saat saya akan meniru Insya Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s