Perjalanan Itu : Selamat Jalan Mas Warno

Ini Puisi Karya Andin Tea Antime’74 yang saya file sebagai kenang-kenangan tentang penjalanan hidup.

Terlahir telanjang,

Tanpa mampu memilih waktu, ayah, dan ibu..

Kita hadir dicarut marut dunia fana merah dan kelabu….

Tumbuh dan besar,

SD, SMOP, SMA terlewati,

Tiba saat memasuki dunia akademik,

Dengan sejumlah pilihan,

Yang akhirnya mengantar kebersamaan di kampus baranangsiang….

Senin-jum’at kuliah,

Sabtu ujian-ujian,

Dapat nilai A kalau lagi untung,

Terpaksa dapat C atau bahkan D,

Karena kebanyakan ngurus lawalata, poraf, dan pe-ka-em…..

Er-se-de,  Angkatan 9 jadi angkatan 10, Angkatan 10 jadi angkatan 11, Angkatan 11 jadi angkatan 12, Atau bahkan kalau perlu jadi angkatan 13….

Ka-ka-en, Maunya mengabdikan diri kepada negeri, Tetapi akhirnya juga dapat suami atau istri, Atau sesekali godain pak lurah punya putra putri…..

Praktek akhir, Ikut proyek dosen pembimbing, Atau milih lokasi di kebun paman sendiri… Tidur di rumah pak desa atau pak camat, atau pek sekdes, Ngumpulin data dan info terkait laporan, Sambil pengajian, mancing, dan nangkap belut malam hari….

Wisuda, Rambut gondrong bertoga,

Hadir bapak ibu tercinta,

Dan pacar bagi yang sudah punya….

Cari kerja,

Pilihan ada beberapa,

Calon mertua nawarin posisi di perusahaannya,

Gaji gede jadi criteria,

Atau peluang sekolah s2 dan s3 sebagai pilihannya,

Ada juga yang pengin nikah dulu saja….

Menikah, Sambil kuliah ternyata bisa juga,

Korban ka-ka-en ada beberapa,

Yang mentok minta dicariin orang tua,

Ada juga yang bisa dapat lebih dari dua….

Ditempat kerja, Jurusan tidak terlalu penting ternyata,

Karena ada lulusan em-pe tetapi uang yang jadi urusannya….

Ada lulusan agronomi, Tetapi perpustakaan yang diurusnya…. Atau lulusan sosek, Tetapi rumput laut, pakan ikan, dan serangan virus koi adalah menu sehari-harinya….

Pensiun, Ada yang pengin pensiun masih muda, Ada yang pensiun karena kerja swasta lebih menarik bagi dirinya, Ada yang pensiun karena terpaksa, Ada pula yang pensiun karena Tuhanlah yang mempensiunkannya….

Kawan, Perjalanan kita berbeda-beda, Lengkap dengan segala duka dan suka kita, Dengan segala tawa dan canda di tempat kerja, Serta juga musibah dan cobaan yang diterima…….

Satu pasal yang pasti kita akan merasa, Bahwa pada saatnya kita akan kembali kepada Asal Muasal kita, Suka atau tidak suka….. Karenanya Kawan, Tetap kita isi kehidupan ini dengan kerja, prestasi, tawa, dan canda, Namun menjadi kewajiban kita jua, Untuk mengumpulkan bekal bila datang saatnya, Untuk kembali telanjang menghadapNYA, Sama seperti saat kita hadir didunia, Namun dengan sejumlah berkas pertanggungjawaban, Tentang segala yang telah kita lakukan dan tidak lakukan…..

Selamat jalan Warno, Kamto, Astobi, dan semua yang telah berjalan mendahului, Pada saatnya kita semua akan menyusulmu, Dengan sejumlah berkas pertanggungjawaban itu…..

Andintea, 160510

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Perjalanan Itu : Selamat Jalan Mas Warno

  1. dyan berkata:

    Saya s1 pendidikan ingin mengambil s2 yg berhubungan dengan informatika komputer. Linier tidak ya pak? klo saya jadi dosen akankah berpengaruh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s