Punya Banyak Duit, Punya Banyak Waktu : Mau ?

Waktu itu uang. Time is money. What does it mean ? Kalo ente banyak punya waktu dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, ente akan punya banyak duit ?

Siapa yang bisa menjelaskan preposisi di atas ? Yang saya tau, saat ini kita menukarkan waktu kita, yang cuman 24 jam sehari dengan uang yang gak seberapa. Gak cukup buat menikmati hidup, dengan gaya minimalis. Coba aja plototin UMR yang dipatok. Coba juga simak, daftar Gaji PNS. Setau saya Gaji Pokok Golongan IV/d, Pembina Utama Madya, sebulannya Rp. 3.180 rb-an. Tunjangan isteri 10%. Tunjangan anak, gak lagi dapet karena dgn Pangkat segini, anak-anaknya udah pada gede.

Saya prihatin sama Marva, cucu kami karena “nyak-babe“nya sering pulang terlalu larut. Sebuah kemewahan bisa pulang habis magrib. Terus, apa hasilnya memadai ? Kalo ukuran kakeknya, itu sudah two-fold. Tapi karena mereka baru Qt-1 (Quarter pertama dalam siklus kerja), tentu butuh lebih banyak.

Bukan rupiahnya yang jadi concern saya. Waktu yang dicurahkan luar biasa besar korbanannya terhadap kebutuhan yang lain. Artinya, dengan tingkat keberuntungan yang cukup tinggi, daya tawar waktu yang kita miliki sangat terbatas. Lantas, masihkah relevan time = money, kalo time-nya banyak, money-nya cuman segitu ?

We need both money and time.  Kita butuh uang dan juga waktu. Menukarkan waktu dengan uang di Qd-1 sangat tidak memadai. Tak akan pernah. (Ini sama sekali bukan tidak bersyukur atas rezeki yang dilimpahkan oleh Sang Maha Memberi).

Kalo kita bekerja untuk uang. Hasilnya segitu. Hasilnya akan linier dengan waktu yang kita curahkan. Slope-nya akan tergantung pada banyak hal. Beberapa diantaranya : ketrampilan, kompetensi dan di lingkungan mana kita berada. Makanya ada yang menyarankan biarkan uang bekerja untuk kita. Gimana caranya ? Lha uang siapa yang disuruh kerja ?

Ini maksudnya, mari kita membangun asset. Asset dalam konteks ini adalah harta yang menghasilkan uang. Asset ini bisa bisnis, bisa property, bisa paper asset. Ada juga yang menambahkan, jaringan sebagai intangible asset. Oke-oke aja. Intinya, gimana caranya punya asset ?

Dengan asset, kita mestinya akan banyak punya waktu. Syukur-syukur uang.  Punya banyak waktu dan juga uang, siapa mau ?

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Bisnis dan Investasi, Social & Daily Life. Tandai permalink.

2 Balasan ke Punya Banyak Duit, Punya Banyak Waktu : Mau ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s