YOU OK GRANDPA ?

Marva, lengkapnya Marva Athaya Hattatilan. Cucu kami yang baru berumur 2 tahun 3 bulan, sangat dekat dengan saya. Bahkan sering lebih memilih sama saya ketimbang dengan mama dan papanya. Sering terucap, kalo papanya atau mamanya atau bahkan tantenya agak ngiri sama saya, kakeknya.

 Tanpa bermaksud membesar-besarkan kepercayaan yang tanpa dasar aqidah, emang waktu Marva pulang ke rumah mereka (yang jaraknya cuma beberapa puluh meter dari rumah kami) setelah seminggu menginap sepulang dari Rumah Sakit, dalam kerangjang bayi berumur sepuluh hari ada sarung yang biasa saya gunakan untuk sholat. Bahkan untuk selimut waktu tidur. Di banyak etnik dan suku, ada semacam kepercayaan (waktu sarung itu digunakan saya sudah kepikiran soal itu, walaupun saya gak percaya, makanya saya biarin aja sarung itu dipake) bahwa sarung itu sarana kedekatan antara seseorang yang memberikan sarung itu dengan orang yang menerimanya. (Saya nggak ngerasa memberikan. Sarung itu, begitu saja digunakan oleh neneknya Marva sebagai alas pada keranjang bayi. Ketika hal ini kita bicarakan, isteri saya juga punya perasaan seperti itu.Bahkan sempat komentar..).

Sejak berusia 4 bulan, Marva mulai dekat dengan saya. Karena mulai usia itu saya sering menggendongnya. Awalnya saya janji gak akan menggendongnya sampai dia berusia sekitar setahun karena takut gendong bayi.  Soalnya, sejak awal dia punya masalah. Pertama, tidak bisa menerima ASI langsung dari mamanya. Kedua, dia menderita semacam alergik terhadap susu sapi. Ketika berusia 2 bulan sempat terinspeksi salauran pencernakannya sehingga terjadi pendarahan. Solusinya, dia sudah harus menghindari hal-hal yang “hewani”. Dia harus mengkonsumsi “nabati”. Susu kedele bau dan rasanya gak umum harus dia nikmati. (Tentu kemudian jadi gak masalah). Sekarang, dia sedang tumbuh (emang badanya gak kelihatan gemuk, tapi cukup padat berisi, capek kalo dia lagi minta digendong) tapi ada lagi masalahnya. Giginya pada rusak, kayaknya dia punya masalah kalau mengunyah makanan. Makanan yang lunak sekalipun. Kadang kasihan ngeliatnya, sampe meringis-ringis. Padahal dia juga kepengen, kalo ngeliat orang-orang pada makan. Untungnya, mbak-nya telaten kalo nyuapi makan dengan jadwal yang teratur.

Kemaren sore, seperti sore-sore yang lain, dia datang ke rumah diantar sama mbaknya. Karena tiap sore, dia selalu minta main ke rumah kakek. Maklum, mama dan papanya sering pulangnya larut. Itulah kehidupan di ibu kota. Dia tau kalo kakeknya sudah ada di rumah, seperti biasanya.

Emang, sore ini Marva akan kami ajak menjenguk “new-born baby” di RS Graha Permata Ibu.

Karena saya masih ada hal mendesak yang sedang saya cari. Saya biasa-biasa aja ketika dia datang. Bahkan, cenderung membatasi gerakannya, karena berbagai berkas emang sedang berantakan. Dia pasti akan “celemekan“, tekan sana, tekan sini. Kadang maen lempar. Printer sering jadi sasaran. Berulangkali diingatkan tetep aja.

Saya emang lagi konsentrasi cari berkas-berkas yang saya butuhkan. Dia ngomong aja. Kadang jelas, kadang dikuntel-kuntel. ” Hai kek, lagi apa ? Ini apa kek.. Maen mobilan boleh ya kek”.. Udah deh…banyak yang dia omongin. Dari panggil kakek, berubah jadi grandpa. Terus panggil neneknya juga  grandma.. Karena ngerasa ngak  saya layani… Dia komentar..”Grandpa..  yuu okey grandpa“? Akhirnya, saya kasihan juga. Ya udah pencarian berkas-berkas ditunda dulu..

Sesuai dengan rencana, kami kemudian berangkat ke RS yang jaraknya nggak sampe 1 km dari rumah…

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Social & Daily Life. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s