Lumayan, Masih 1 : 10

Gara-gara mimpi mobil hilang, ketika terbangun saya jadi ingat kalau mobil yang saya pake sebenarnya mobil yang seharusnya dipake anak saya. tapi karena mobil (dinas) saya sudah ditarik, persis saat serah terima jabatan, jadi mobil itu saya tarik juga.

Menjelang Idul Fitri 1430H ada pikiran buat tukar, sama yang bekas juga, dengan mobil favorit saya, Corolla. Tapi belom jodoh. Tapi tiba-tiba ada proyek yang untuk sementara saya harus melupakan ganti mobil.

Dua hari menjelang Idul Adha, ada tawaran menarik. Padahal proyek belom selesai. Corolla New Tahun 2000, kondisi ok. Bekas dipake ibu-ibu. Emang ada corat-coret di sana-sini. Pokoknya saya terima beres. Rapih. Ya udah deal.

Ternyata,  butuh waktu semingguan untuk merapihkan mobil. Ada masih yang kurang-kurang. Kemudian, plat kopling dan timing-belt saya ganti. AC dan rem saya servis. Kaca film dan alarm baru beberapa minggu kemudian saya pasang. Banyak juga nambah biayanya. That’s ok. Tapi rasanya, masih ada aja yang kurang. Getarannya terasa banget. Jangan-jangan mounting engine-nya juga harus diganti. Kayaknya ini mobil, karena jarang dipake (km-nya kurang dari 80-rb) belom pada diganti.  Masih orisinil. (Emang kalo masih orisinil baguuss?) Wah saya yang mesti ganti deh.

Sejak saya pake, saya belum tau persis efisiensi penggunaan BBM-nya. Saya dokumentasikan pemakaian BBM dengan mencatat km setiap pengisian penuh. Sudah ada  empat pengamatan yang saya anggap valid. Pertama, jarak tempuh 620 km (km awal:79.893-km akhir 80.513) menghabiskan 52.6 liter (Rp.346.500,-)= 11,8 km/liter (Ini jarak luar kota yang saya tempuh lewat tol Jakarta-Sadang-Purwakarta-Jakarta dan beberapa perjalanan dalam kota). Pengamatan kedua, menempuh 327 km (awal: 80.513-akhir:80.840) menghabiskan 33,9 liter (Rp. 152.500,-) = 9,6 km/liter. Pengamatan ketiga, menempuh 362 km (awal:80.840-akhir:81.202) menghabiskan 33,7 liter (Rp.151,800,-)= 10,7 liter (ada perjalanan luar kota lewat tol Jagorawi). Pengamatan keempat, menempuh 306 km (awal: 82.073-akhir:82.376) menghabiskan 32,9 liter (Rp. 148 ribu)= 9,3 km/liter. Dirata-rata dari empat pengamatan masih 10,3 km per liter. Lumayan.. masih cukup irit…

Perlukah saya pasang alat pengirim BBM ? What do you think ? (Saya punya alatnya yang dipasang di selang dekat pompa….)

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Social & Daily Life. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s