Rasulullah, The Real Retention Leader

Lompat pagar. Istilah tersebut memang lebih sering dipakai di dalam pembicaraan tentang partai. Terkadang anggota bahkan pendiri partai A berpindah ke partai B yang kemudian menjadi rival di lapangan.

Hal ini juga berlaku di perusahaan, organisasi, lembaga dan berbagai perkumpulan yang menuntut soliditas. Masalahnya adalah jika yang berpindah adalah orang-orang pilihan bahkan pendirinya.

Pasti sudah terbayang oleh kita, apa yang akan terjadi. Orang terbaik itu pindah dengan membawa segepok data, info, pengalaman berikut jeroan semua hal yang ada di perkumpulan sebelumnya. Karena kini, dia berjuang maksimal untuk lembaga barunya yang berubah menjadi rival utama bagi lembaga yang lama.

Organisasi yang sukses tidak akan tercapai bila tidak memiliki orang-orang yang terbaik di bidangnya. Dan orang-orang yang terbaik ini tidak akan bertahan pada satu organisasi bila tidak dipimpin oleh pemimpin yang memiliki kemampuan untuk senantiasa memotivasi anggota-anggotanya untuk selalu berkarya dan membangun organisasi mereka bersama-sama.

Issue mengenai cara mempertahankan orang-orang terbaik dalam suatu organisasi ini memang tidak pernah ada habisnya, hanya mungkin namanya saja yang berganti-ganti sesuai trend bahasa yang digunakan oleh para pakar organisasi dan manajemen pada jamannya, misalnya Talent Management, Talent Retention, dan lain-lain.

Membicarakan tentang pemimpin yang memiliki kemampuan di atas, dalam dunia organisasi dan manajemen, kita mengenal yang disebut dengan Retention Leader. Secara definisi, Retention Leader, dapat diartikan sebagai orang atau pemimpin yang berada di garda depan dalam memotivasi anggotanya dan dapat mempertahankan orang-orang terbaik dalam suatu organisasi agar tidak pindah ke organisasi lain.

Pertanyaannya adalah apakah memang ada orang yang bisa dinobatkan sebagai The Real Retention Leader? Jawabannya adalah jelas ada! Siapakah Beliau?

Kita tidak perlu sibuk untuk cari ke sana kemari tokoh-tokoh besar dunia atau CEO-CEO pada perusahaan-perusahan besar dunia yang dianggap berhasil sebagai Retention Leader. Cukup kita fokuskan kepada manusia yang paling kita cintai, yang paling legendaris, yang terbukti kehandalannya serta yang tak terkalahkan, yaitu teladan kita : Muhammad, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Sebagai contoh puncak dari kehebatan Rasul sebagai Retention Leader adalah ketika Ka’ab bin Malik konsisten untuk tetap bertahan dalam jamaah kaum muslimin di saat ketidaknyamanan menyergap seluruh sendi kehidupannya. Ketika itu ia dihukum oleh seluruh komunitas muslim di Madinah. Posisinya sangat terjepit. Dia harus mendapatkan punishment karena kesalahan yang dilakukannya sendiri. Telah diputuskan bahwa Ka’ab harus dihukum dengan cara dikucilkan, tidak ada satupun masyarakat yang diijinkan berbicara dengannya.

Sebagai puncak hukumannya ketika telah memasuki hari ke-40, Ka’ab diperintahkan untuk menjauhi istrinya. Ka’ab memerintahkan istrinya untuk pulang ke rumah orangtuanya sementara waktu. Hukuman tersebut berlangsung selama 50 hari. Waktu yang sangat lama untuk sebuah hukuman didiamkan seluruh penduduk kota. Saat terjepit seperti itu, tawaran untuk pindah kota dan tempat yang bisa menerimanya datang. Dari rival Kota Madinah. Tidak tanggung-tanggung. Surat resmi langsung datang dari Raja Ghassan yang ditulis di atas kain sutera. Sebuah siratan kemuliaan yang dijanjikan, berikut isi suratnya, “Telah sampai berita kepada kami bahwa temanmu meninggalkanmu dan Allah tidak menempatkanmu di negeri kehinaan. Yang benar, jika Anda memutuskan untuk bersama kami, kami akan hibur Anda.” Inilah sikap Ka’ab sesaat setelah membacanya, “Ini musibah berikut!” Seketika, surat itu dilempar ke tungku api. Ka’ab telah menghanguskan harapan raja lain di negeri ‘menjanjikan’ untuk mengambilnya sebagai tokoh berpengalaman yang akan menjadi informan rekrutan. Sedemikian rupa dahsyatnya hukuman, dengan solusi jalan keluar yang telah terpampang jelas di hadapannya. Ternyata ia memilih untuk tetap berada di Kota Madinah bersama Rasulullah dan para shahabatnya. Tentu lengkap dengan hukuman yang menimpa dirinya….

Nah, kini saatnya kita kembali melihat kondisi riil yang ada pada masa sekarang, kita dapat melihat bagaimana para owner, CEO, dan manajer di perusahaan-perusahaan serta ahli SDM di lembaga-lembaga berjibaku untuk mempertahankan orang terbaiknya. Bahkan tidak sedikit dana yang dialokasikan untuk membuat program dan tawaran menggiurkan demi mempertahankan anggota dan orang-orang pilihan itu.

Persaingan tidak dapat dielakkan. Hal ini membuat para pakar manajemen harus mengerahkan kemampuan untuk menelorkan berbagai teori tentang retention leader. Agar muncul para leader yang mempunyai kemampuan handal mempertahankan anak buahnya. Nyatanya, tetap saja tidak sedikit perusahaan dan lembaga yang pada akhirnya harus tetap merelakan keluarnya ‘pelompat pagar’ demi sebuah tawaran mengiurkan di tempat lain. Padahal berbagai tunjangan, fasilitas, dan jabatan telah diberikan dan ditawarkan terus menerus. Tetap saja mereka lompat pagar. Dari sini kita paham betapa hebatnya Rasulullah. Saat Rasul sebagai leader memutuskan untuk menghukum salah satu anggotanya dengan hukuman yang sangat tidak nyaman. Ternyata Ka’ab tetap bertahan bersama komunitas muslim Madinah, walau tawaran yang begitu menarik hadir di hadapannya. Banyak leader lain menawarkan berbagai fasilitas wah namun tetap tidak bisa mempertahankan anggotanya. Di tempat baru itu si ‘pelompat pagar’ akan menjadi rival baru setelah sebelumnya menjadi kawan lama. Sementara, Rasul sang leader agung itu, mampu menjaga anggotanya yang sedang menjalani hukuman berat untuk tetap tidak kabur menuju tempat baru. Hebat bukan? Masih perlu bukti bukti kehebatan Rasul sebagai The Real Retention Leader? Silakan Anda berdiri dari tempat duduk Anda sekarang. Berjalanlah menuju cermin. Dekati, terus dekati. Lihat baik-baik. Siapa yang Anda lihat sekarang? Yang Anda lihat adalah bukti keberhasilan kepemimpinan Rasulullah dalam mempertahankan orang-orang terbaik dan ajarannya, yaitu Anda sebagai bagian dari umat Islam. Setiap umat Islam adalah anggota organisasi yang Insya Allah akan senantiasa berusaha berjuang untuk berkarya dan membesarkan organisasi kita: Dakwah Islam.

Penulis: Poppy Yuditya Candralita Abidin (Alumnus University of South Australia) Budi Ashari (Alumnus Universitas Islam Madinah)

Bahan Bacaan: Ibnu Hisyam. Sirah al-Nabi. Dar al-Shahabah. 1416 / 1995 Peter M.Tobia. 1999. Retention Success, in Executive Excellence. volume 16. issue 9 page 15 Syaikh Munir Muhammad al-Ghadban. 2005. Manhaj Haraki. Jilid 1 dan 2. Rabbani Press Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury. 1999. Sirah Nabawiyah.

Pustaka Al Kautsar Dikutip dari: http://www.cahayasiroh.com

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Politics & Government. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s