Hidup atau Punah

Menurut Norman Cousins — “KEMATIAN bukanlah suatu kehilangan terbesar dalam kehidupan manusia. Sesungguhnya kehilangan terbesar dalam kehidupan manusia adalah di saat manusia masih hidup segar, namun apa yang ada di dalam dirinya sebenarnya sudah mati.”

TAKUT MATI! Merupakan ketakutan terbesar yang di miliki oleh kebanyakan orang. Namun, sesungguhnya di dalam diri sebagian besar dari orang-orang tersebut sudah sekarat dan perlahan berjalan ke kematian diri. Ironisnya, mereka tidak (pernah) menyadarinya.

Seperti tanaman atau bunga , jika tidak diberikan pupuk dan di pelihara dengan baik maka tanaman atau bunga tersebut tidak akan pernah tumbuh dan kemudian secara perlahan menjadi kering lalu mati.

Sebagian besar dari kita berpikir bahwa sepanjang hidup sudah merasa menjalani “hidup yang penuh”., namun sebenarnya (bila mau menyadari) bahwa hidupnya belum penuh.

Mari kita periksa diri kita, apakah kita sudah sepenuhnya “hidup”? atau kita masih sedang dalam proses memberikan pupuk dan menyirami tanaman di dalam diri kita? Coba kita belajar untuk jujur dengan diri sendiri .
Apakah kita sudah menjalani kehidupan ini dengan antusiasme , keinginan dan tujuan? Jika belum, coba tanyakan pada diri sendiri, mengapa? Apa/ Siapa/ Dimana kah kita bisa merasakan bahwa hidup ini menjadi berarti dan juga kenikmatan dalam menjalani hidup?

Hidup itu PILIHAN … mau memilih untuk HIDUP atau memilih untuk PUNAH?
(Sumber : SATU Consulting)

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s