Satu Nama

(Rasanya saya pernah menulis soal ini, somewhere…)
Orang sering berdalih, apalah artinya sebuah nama. Buat saya, nama tetap penting. Karena nama adalah identitas. Orang tua saya, pasti memilih nama yang menurut mereka adalah baik.

Tanpa bermaksud apa-apa. Apalagi kalo sampe tidak berterima kasih. Saya pernah mengalami kesulitan karena hanya punya satu nama. Karena secara internasional, sistem penamaan biasanya terdiri atas tiga nama: nama depan, nama tengah dan nama belakang. Nama depan biasanya merupakan nama kecil atau nama panggilan, nama tengah biasanya nama baptis (christian name), nama belakang biasanya nama keluarga.

Waktu saya punya kesempatan belajar ke Amerika, ketika mengisi nama depan saya tulis sama dengan nama belakang. Biasanya, orang terheran-heran. Kenapa lu punya cuma satu nama. Berdalih, saya bisanya kasih contoh. Presiden RI pertama, Sukarno, cuma pake satu nama. Presiden RI kedua, Soeharto, juga cuma punya satu nama. Sepanjang proses registrasi gak ada masalah dengan pengisian nama depan dan nama depan. Kayaknya gak masalah tuh. Paling-paling perlu menjawab keheranan orang-orang.

Di Australia, orang-orang sudah rada mengerti kenapa banyak orang, khususnya orang Indonesia, cuma punya satu nama. Kadang dia mau aja masukan Mr. sebagai nama depan. Dalam beberapa pengalaman, saya pernah memasukan nama depan yang sama dengan nama belakang. Pada kesempatan lain saya bilang saya gak punya nama depan. Akhirnya, ditulis none (gak ada) untuk nama depan. Ketika saya terima surat yang dialamatkan kepada None Muchdie, rasanya gak begitu nyaman. AKhirnya, saya kembali memasukkan nama depan yang sama dengan nama belakang.

Satu ketika, saya harus mengisi semua kotak yang menjelaskan soal nama. Nama depan saya buat sama dengan nama belakang. tetapi saya juga harus mengisi nama tengah. Saya bilang saya gak punya. Dia tanya lagi “your christian name?”. Saya bilang saya bukan penganut kristen, “I am moslem“. Akhirnya dari pada berlama-lama, saya tulis aja M untuk nama tengah.

Saya ingat satu tulisan di Indoznet pertengahan tahun 90an. Dia ceritra soal namanya yang cuma satu. Namanya Paijo. Tapi secara kreatif dia isi nama dengan Jo dan nama belakang dengan Pai, yang kalo disusun jadi PaiJo. Saya juga pernah sambil bercanda, tulis Much pada nama depan dan Die sebagai nama belakang. Lucu-lucu aja sih.

Pengalaman lain ketika saya terima surat dari adik saya. Di alamat ditulis Yth Abang Muchdie. Kebetulan yang ambil surat di kotak surat anak saya yang terkecil, yang pernah menanyakan tentang nama saya yang cuma satu (makanya kedua anak saya saya beri tiga nama, walaupun konsepnya berbeda dengan yang selama ini berlaku). Dia bilang, “Dady, now I know your first name!!”. Apa itu ? “Yes, your first name is Abang“. Saya paham ketika melihat surat yang ada di tangannya.

Baru-baru ini saya lagi mencoba bergaul dengan FB, waktu nama depan saya isi sama dengan nama belakang, pendaftaran saya ditolak dengan komentar untuk mengisi nama yang sebenarnya. Satu kata yang ada dipikiran saya adalah Rich. Ya udah, saya isi aja nama depan saya dengan Rich. Waktu temen saya baca, dia ngakak..Ya biarin.

Saya kan pengen juga kaya. Anda juga kan ?

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Social & Daily Life. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s