Berfikir Linier, Salahkah ?

Ketika kita akan memproyeksikan suatu keadaan di masa depan, biasanya digunakan teknik proyeksi yang linier. Biasanya, keadaan masa depan diduga menggunakan kecenderungan yang terjadi sebelumnya. Linier trend kemudian digunakan. Sayangnya sering kita lupa bahwa masa depan tidak semudah itu diprediksi. Rasanya sangat tidak tepat menggunakan trend 2005-2009 untuk memproyeksinya sampai dengan 2025 (RPJPN sebenarnya sampe 2024).  Data 2005-2009 mungkin bisa digunakan unutk proyeksi 2010 saja.

 

Kecederungan bahwa kondisi masa depan tidak linier diterima banyak orang. Teknik proyeksi bisa juga menggunakan model-model non-linier. Sayangnya, dalam perhitungannya model yang tidak linier tadi dilinierkan dulu agar mudah menghitungnya. Jadi,  tetep aja digunakan cara-cara linier (cara berfikir linier) untuk persoalan yang tidak linier. Penggunaan logaritma, misalnya, merupakan  cara melinierkan yang tidak linier tersebut.

 

So, apakah salah kalau kita tetap berfikir linier ? Karena yang tidak linierpun tetap dihitung dengan cara-cara linier.

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s