Angklung

Untuk satu acara, teman saya Dodi Urbanus –seorang Perencana Madya yang lebih berat saya sebut sebagai cineast– mengkompos suatu pesan dalam bentuk audio-video. Bukan teknik audio-videonya yang mengesankan buat saya. Tapi idenya.

 

Idenya sendiri sebenarnya bukan soal yang baru, soal yang jadi concern kita semua.  Soal kebersamaan, yang banyak juga dipake orang lain, termasuk partai politik yang sekarang sedang sibuk memperkenalkan dan menjual berbagai ide.  Menurut Dodi, dimana saja kita berada, dimana saja kita berkarir, dimana saja kita merajut kehidupan, kita tidak akan bisa sendirian. Makanya, karyanya dia kasih judul “Burung Bersayap Sebelah”.

 

Maksudnya kita semua adalah burung yang punya sebelah sayap. Dengan sebelah sayap burung tidak akan bisa terbang. Untuk itu perlu kebersamaan. Dodi telah mengomposnya dengan baik. Bukan hanya idenya, tetapi juga teknik cineast-nya.

 

Ketika berkunjung ke Saung Mang Ujo di kawasan Padasuka, Bandung (yang berjuang melestarikan budaya Angklung) Selasa lalu,  saya kemudian teringat pada idenya Dodi di atas. Mungkin ide Dodi terlalu disederhanakan. Sebelah tambah sebelah jadi dua belah. Sayap kiri ditambah sayap kanan, burung bisa terbang.

 

Angklung ternyata lebih complicated.  Harmonisasi nada untuk menggubah sebuah lagu jauh lebih rumit. Butuh lebih banyak orang yang kompak. Jika ada 8 nada, tim angklung akan butuh setidaknya 8 orang. Jika satu orang pegang satu nada. Setiap orang akan punya satu peran. Satu nada yang berbeda secara jelas dengan orang lain.

 

Artinya, untuk dapat sustainable dalam kehidupan yang harmonis kita harus sama-sama menjalankan peran masing-masing. Termasuk timing-nya. Jangan merampas hak orang lain, karena akan muncul eksternalitias.

 

Seperti ketika kita main angklung.

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s