Recidivist

Saya pernah jadi recidivist. Itu tahun 1975. Serem banget yah. Recidivist bagi masyarakat umum dipahami sebagai sebuah julukan bagi mereka yang baru saja keluar dari jeruji besi. Baru bebas dari penjara. Selesai menjalani status sebagai narapidana. Kriminal. Waalah.

Di IPB (Institut Pertanian Bogor), istilah tersebut berlaku bagi mereka yang tinggal kelas. Artinya, bagi mereka yang indeks prestasinya kurang dari 2,00. Di IPB predikat RCD, singkatan bagi recidivist –jadi nggak begitu serem seeh, hanya boleh dua kali. Setelah itu tiada maaf. Anda dianggap tidak berbakat menempuh pendidikan di lembaga pendidikan yang berdomisili di Bogor ini. Jadi silahkan lanjutkan ke lembaga pendidikan lain. (Beberapa teman yang saya tau yang drop-out, justru di lembaga lain sukses dan juga dalam meniti karir dan kehidupan)

Saya pernah mendapat status itu, ketika di bulan Desember 1974 saya menerima lembar pengumuman hasil belajar (seperti KHS sekarang) dengan IP 1,97. Menyakitkan karena baru pertama kali saya mengalami hal seperti ini. Tidak naik kelas. Di semester pertama, benar-benar di awal menyandang status sebagai mahasiswa, hasil belajar saya mepet. Ngepas. Dari 6 mata kuliah, 5 dengan bobot kredit 3 semuanya dapat nilai C. Satu mata kuliah dengan bobot kredit 2, saya dapat nilai A. Masih lolos sih, tapi berada di ujung tanduk sebenarnya. Di semester 2 semua mata kuliah mempunyai bobot kredit 3. Cilakanya, cuma satu mata kuliah dengan nilai B, dua mata kuliah dengan nilai D (B. Inggris-2 dan Biologi-2), lainnya tetap aja dapet C. Nilai A yang saya peroleh di semester-1, tidak cukup untuk menutupi dua nilai D di semester 2 karena bobot kreditnya lebih kecil. Jadilah saya dapet IP 1,97.

Mau nagis rasanya. Tapi ya gimana lagi. Jadilah saya berstatus sebagai RCD di tahun berikutnya karena saya harus mengulang semua mata kuliah, kecuali mata kuliah yang nilanya B. Sebuah pengalaman yang menyakitkan.

Hiburannya ? Pada waktu mendaftar ulang di tahun berikutnya, ternyata saya tidak sendiri. Kalau di awal masuk tahun 1974 jumlah mahasiswa yang menamakan angkatan ini sebagai AntiME (Anti Kemewahan, saya sendiri tidak pernah merasakan kemewahan apa yang pernah saya nikmati, kok saya malah ikut anti) berjumlah 3 kelas, karena kuliahnya di tiga lecture teatre, Ruang Kimia, Fisika dan Biologi. Ketika kelas mengulang mulai masuk lagi, bersamaan dengan Angkatan 1975, jumlah RCD persis 1 kelas. Jadi ada sekitar sepertiganya yang melakukan “kejahatan”. Maksud saya yang menyandang gelar RCD. Lebih terhibur lagi, dari empat teman saya satu SMA, semuanya mengulang. Semuanya tinggal kelas. Semuanya berpredikat sebagai RCD. (Alhamdulillah semuanya berhasil menyelesaikan studinya dan semuanya memilih jurusan Mekanisasi Pertanian).

Terus terang, saya tidak tau arti dan maksud mengapa di IPB yang tidak naik kelas memperoleh sebutan RCD.  Apa ini berarti “tidak naik kelas adalah kriminal” karena sudah merampas hak generasi berikut untuk mengenyam pendidikan “murah” di IPB. 

Tidak naik kelas adalah kriminal, tentu buat saya (juga buat siapa saja) terasa sangat menyakitkan. Tapi mestinya ini jadi koreksi. Jadi introspeksi. Pendidikan perlu biaya. Dan saya sudah menghabiskannya dan menikmati kegagalan karena IP yang di bawah standar. Tentu perlu dipertimbangkan juga faktor-faktor yang menyebabkan kenapa seseorang gagal mencapai standar tertentu. IPB sangat menyadari hal ini. Mahasiswa IPB datang dari berbagai latar belakang. Penyesuaian iklim dan suasana belajar menjadi hambatan bagi mahasiswa yang baru datang. Apalagi dari daerah dengan budaya yang sangat berbeda. Soal tempat tinggal dan makan saja, bisa menjadi malapetaka. Di tahun-tahun belakangan ini IPB sudah mengambil langkah yang sangat arif. Semua mahasiswa baru difasilitasi untuk tinggal di asrama dengan tujuan agar periode penyesuaian diri lebih mudah. Bimbingan terhadap mahasiswa baru bisa diterapkan secara tepat sehingga dapat menekan jumlah recidivist.

Temen-teman saya yang pernah jadi RCD, bagaimana dengan Anda ?

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s