Marva ke Dufan = Dunia Fantasy

Seumur-umur baru pernah saya masuk ke Dufan (Dunia Fantasy) di TIJA (Taman Impian Jaya Ancol). Ternyata benar, rekreasi merupakan barang mewah buat sebagian dari kita (Kita ? loe aja kalee, gue enggak..) 

 

Waktu kami masih di Brisbane, tiap bulan ada acara picnic yang disubsidi oleh Masyarakat Queensland untuk Mahasiswa Internasional (Quensland Council for Overseas Student, QCOS).  Biayanya memang sangat murah, mungkin cuma seperempat dari harga resmi, karena emang disubsidi. Jadi, ketika isteri saya bilang belum pernah ke Bali, orang Australia bingung.  Jangankan ke Bali, masuk ke Monas aja saya belum pernah. Padahal kantor saya cuma sepandangan mata ke Monas.  Ke TMII, dulu saya kesana karena mau nulis tentang TMII, ikut lomba dalam rangka ultah TMII (yang akhirnya nggak menang).

 

Sehari sebelum natal kemaren, tepatnya 24 Desember 2008, kami (saya, sebagai sopir, nenek-Marva, Mama-Marva, Tante-Marva, Mbak-Marva dan tentu saja Marva) picnik ke Dufan di TIJA. Ini sudah lama direncanakan. Mama-Marva bahkan sangat ingin naek Tornado sejak Marva masih dalam kandungan.  Beberapa bulan lalu, saya dapet compliment untuk berkunjung ke Dufan (Thank pak Nur, siapa menyusul ?). Mulanya cuma untuk masuk Dufan saja dengan batas waktu 1 Desember 2008. Karena masih belum sempet terpaksa dikasihkan dulu ke keponakan-keponakan. Tapi kemudian disusulkan dengan compliment yang lain yang berlaku sampe 8 Januari 2008. Ini sudah termasuk tiket masuk TIJA dan Dufan untuk 5 orang dewasa (diatas 2 tahun).

 

Masuk ke berbagai Wahana di Dufan ternyata nggak cukup waktu. Seharian juga gak akan cukup. Apalagi kalo udah kesiangan datangnya, pasti antriannya panjang sekaliiii. Yang sempet dimasukin, (saya mah gak ikut) adalah : Niagara-gara, perahu luncur yang pasti akan basah kuyup.

 

pc2406832

 

Terus jalan ke Kawasan Amerika. Mama dan Tante Marva menuju Wahana Tornado untuk diublek-ublek dan digoyang habis. Sayang, gambarnya gak begitu jelas karena jauh ngambilnya.

 

pc240687

 

Terus masuk ke Istana Boneka (nah kesini Marva dan saya ikut masuk). Marva seneng banget naek perahu sambil melihat berbagai boneka. Bukan hanya dari tanah air tapi juga dari belahan dunia lainnya.

 

pc240698

 

 

 pc240717

 pc240722

Baru masuk tiga Wahana aja sudah siang. Jam 13an. Antri di McDonald begitu panjangnya. Lebih dari 1 jam, padahal dari rumah sudah bawa timbel. Selesai antri di McDonald sudah jam 14an lebih. Sholat dzuhur di Musholah juga antrinya, panjang. Puter-puter, masuk di Rumah Miring di Kawasan Amerika; Marva naik kuda, sudah hampir jam 16an. Wah bisa kemaleman. Tadi pagi tol Tj-Priok Cawang macet banget. Ya udah habis foto-foto di pantai langsung cabut. Hampir magrib tiba di rumah, sementara di Elshinta dikabarkan bahwa tol Tj-Priok Cawang sudah berhenti total di sekitar Kelapa Gading. Untung kita sudah nyampe di rumah.

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Family & Friends. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s