Harta = Aset atau Liabilitas

Selain pendapatan yang sumbernya bisa dari macem-macem (dari 4 kuadran aliran kas versi RTK), dan pengeluaran yang portofolionya harus juga diatur dan dikendalikan, hal penting  yang juga harus dipahami dalam rangka melek finansial (financial litteracy) adalah soal harta. Karena harta bisa jadi aset atau sebaliknya bisa jadi beban (kewajiban, liabilities).

Berbeda dengan kebanyakan penasihat keuangan, RTK punya pedoman yang gampang dipahami soal harta ini. Kalau harta itu menghasilkan pendapatan, disebut dengan aset. Jadi aset adalah harta yang memberi Anda penghasilan. Sebaliknya, kalau harta itu menjadi beban keuangan Anda, maka dinamakan dengan liabilitas.

Rumah, kalo versi RTK, tidak selalu merupakan aset, kecuali rumah itu dijual dan kita terima duit. Kebanyakan rumah merupakan liabilitas karena ada beban pengeluarannya. Rumah akan jadi aset kalau setiap bulan kita dapet duit dari rumah itu, misalnya kalo rumah disewakan.

Mobil, bisa jadi aset; bisa juga dan lebih sering jadi liabilitas.  Toko atau kios yang gak laku disewa sering jadi liabilitas. 

Kalo saya memetakan kuadran penghasilan saya, maka saya bisa juga mengindikasikan harta saya, apakah dia aset atawa liabilitas. Di kuadran-1, saya punya pekerjaan sebagai PNS. Dari sini tiap bulan saya terima penghasilan. Ini mestinya aset saya. Di kuadran-2, sebagai self employee saya juga kerap punya penghasilan, walaupun seringkali tidak tentu. Bekerja sebagai konsultan ataupun dosen tidak tetap merupakan aset juga bagi saya, karena sedikit banyak ada aliran penghasilan atau aliran kas.

Mobil yang saya gunakan sehari-hari, Kijang Inova, buat saya ada di tengah-tengah. Bukan aset dan juga bukan liabilitas saya sepenuhnya. Servis ada uang penggantian; bensin, sebagian ditanggung. Soluna, yang lebih sering dipake Indra jelas jadi liabilitas. Pajak dan penyusutan adalah beban keuangan yang harus ditanggung. Juga servis dan bensin. Sedangkan Suzuki Carry Pick-up tidak sepenuhnya liabilitas, tapi jelas belum jadi aset. DP 23 jutaan dan angsuran 2 jt per bulan ditutup dari sewa yang dibayar oleh usaha Lapak Babe. Mobil ini akan jadi aset nanti setelah cicilannya lunas, setelah 35 bulan sejak 7 November 2008.

Rumah di atas tanah 451 m persegi jelas merupakan liabilitas. Bukan aset. Gak ada duit yang masuk karena rumah ini. Yang pasti tiap tahun harus bayar PBB dan juga perlu biaya pemeliharaan. Rumah tangga (house-hold) pastinya liabilitas karena perlu duit untuk menjaga keberlangsungannya. Biaya bulanan untuk konsumsi, listrik, transportasi, dsb adalah beban keuangan yang harus ditanggung. Isteri saya memang punya penghasilan. Kan kita tau kalau isteri itu, dalam hal duit, punya prinsip : “punyamu punyaku, tapi punyaku ya punyaku” (sayang saya gak bisa nulis bahasa Jawa-nya). Anak bungsu kami, memang masih kuliah. Biaya kuliah masih tanggungjawab saya, walaupun tinggal sekali lagi bayar uang kuliah. Begitu juga biaya hidupnya, meski sudah mulai punya penghasilan. Tapi masih perlu disubsidi.

Bisnis jualan air, belum sepenuhnya jadi aset karena baru satu yang sudah balik modal sejak 2 bulan yang lalu. Satu lagi. mudah-mudah segera kembali modal. Yang satunya lagi masih lama balik modalnya. Usaha Lapak Babe, belum jelas hasilnya, walaupun kewajibannya tinggal sedikit lagi aja. Memang sudah ada pemasukan, di tengah anjloknya harga-harga. Lalu konter isi ulang pulsa dan toko alat-alat listrik masih jadi liabilitas.

Properti, rumah-sewa 2 km; juga kios dan 3 rumah petak satu pintu sudah boleh dibilang sebagai aset karena sudah menghasilkan aliran kas positif. Tapi jalannya masih jauh dari posisi keberlimpahan finansial.

Jadi, dalam kerangka melek finansial, harta itu musti jelas statusnya. Apakah merupakan aset (memberi penghasilan) ataukah liabilitas (menambah pengeluaran)….

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Bisnis dan Investasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s