Multiple Source of Income (3)

Bisa gak diberi contoh, gimana multiple source of  income itu emang bisa. Contoh yang paling populer, seorang dokter yang kerja sebagai PNS di Rumah Sakit atau Puskesmas berarti dia sebagai pekerja yang bekerja pada suatu lembaga/instansi; sumber penghasilan pertama ya gaji dan tunjangan-tunjangannya. Sumber penghasilan kedua, pagi sebelum ke Rumah Sakit/Puskesmas atau sore sepulang dari RS/Puskesma, buka praktek di rumah. Ini penghasilan sebagai pekerja mandiri (self-employee). Bersama beberapa sejawatnya, Pak dokter punya bisnis Layanan 24 Jam dengan mempekerjakan dokter-dokter muda untuk praktek bersama. Ini sumber penghasilan ketiga; dari Bisnis. Sumber penghasilan keempat; dari investasi. Pak dokter kita punya saham ataupun punya aparetemen yang disewakan. Nah, dari semua kuadran penghasilan mengalir pendapatan buat pak dokter. Bagaimana dengan Anda ?

Saya ? Tanpa bermaksud riya dan lebih pada introspeksi untuk membuat rapor keuangan saya sampai usia 54 tahun lebih, saya coba petakan kuadran penghasilan saya. Di kuadran-1, saya adalah PNS. Saat ini golongan/pangkat sudah IV/d (Pembina Utama Madya) yang secara struktural punya jabatan eselon-2 . Bahkan di saat yang bersamaan saya pernah menjabat 3 jabatan struktural sekali gus; sebagai pejabat ess-2, sebagai pelaksana harian ess-2 di unit lain, dan sebagai pelaksana harian ess-1. (Sebenarnya saya lebih suka di jabatan fungsional, tapi karena ditugaskan, ya harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Inginnya, tahun depan akan ada suksesi; saya akan kembali menempuh jalur fungsional. Tergetar juga hati menyaksikan teman saya dikukuhkan sebagai Profesor Riset).  Dari kuadran ini ada lah sedikit banyak aliran penghasilan.

Sebagai profesional, saya juga memanfaatkan hari Sabtu dan malam hari untuk mangkal di beberapa PPs. Memang sering gak pasti. Alhamdulillah tiap semester berjalan, ada saja tawaran. Ini berarti ada penghasilan dari kuadran-2 (Terus terang, hasilnya sangat nikmat dan sangat disyukuri. Kalo terima amplop, rasanya gak enak kalo pake dihitung dulu. Jadi gak pernah saya hitung dan selama ini gak pernah kurang. Bahkan pernah ada honor yang beberapa bulan belum sempat diambil).

Dari bisnis, (kalo definisinya emang sudah pas) kuadran-3,  saya punya satu sumber yang sudah mulai berjalan dengan lancar. Tiga depot isi ulang air galon sudah mulai balik modal, mudah-mudahan tahun depan sudah mulai menikmati hasilnya. Modalnya sudah diputar lagi; dijadikan ungkitan untuk usaha yang lain. Ada kios alat-alat listrik dan juga konter isi ulang pulsa (Sayang hasilnya masih belum menggembirakan; masih jadi liabilities). Juga ada sumber lain yang mulai dijalankan; bisnis barang bekas alias rongsokan. Karakternya sebagai aset sudah mulai kelihatan, walaupun bisnis rongsokan saat ini sudah mulai kena dampak krisis global. Harga produk turun menjadi kurang dari setengah-nya.  Banyak lapak yang gulung tikar. Tapi saya justru akan buka satu lagi. Mudah-mudahan diridloi Allah, karena juga akan menolong para pemulung dan pedagang rongsokan, yang terkena dampak dari gulung tikarnya sejumlah lapak.

Dari kuadran-4, investasi, saya belum punya paper asset. Dulu pernah punya Reksadana Saham yang cepet-cepet saya lego karena sudah lewat batas toleransi untuk menanggung resiko. Ada juga unit link yang hasilnya sangat kecil, lebih untuk proteksi/asuransi.  Untuk  property, ada 1 rumah kontrakan 2 kamar yang menghasilkan 500an ribu per bulan. Dua kios yang saya sewa sendiri, 1 untuk Depot Air Isi Ulang dan 1 untuk Toko Alat-alat listrik dan Isi Ulang Pulsa, masing-masing menghasilkan 100 rb per minggu. Trus ada satu kios yang saya sewakan 500rb per bulan, serta 3 pintu rumah petak yang rata-rata menghasilkan 100rb per minggu. (dari proerty, hasilnya lebih pasti katimbang bisnis dan pekerja mandiri).

Kalo semua pasti, enak juga kalo dijumlah totalnya. Sayangnya, dari kerja mandiri hasilnya sering gak pasti. Mungkin antara 1,5 – 2 jt sebulan bisa dapet. Dari bisnis yang paling gak pasti. Jualan air enaknya kalo lagi musim panas. Musim hujan seperti sekarang, omset turun. Dari 3 depot, antara 5 – 6 jt per bulan insyaAllah masih dapet. Bisnis babe, masih belum jelas. Kalo lancar, berdasarkan hasil satu putaran (3 minggu) masuk sekitar 2,5 jt. Kalo bisa diprediksi sepertinya, 4 – 5 jt per bulan bisa masuk.

Berapa penghasilan saya dari bekerja sebagai PNS; golongan IV/d dan eselon-2 ? Hampir 6 jt per bulan, ditambah honor-honor sekitar 2 jt-an per bulan.  Jadi, ada penghasilan aktif -sebagai PNS dan sebagai profesional; ada juga penghasilan pasif sebagai pemilik bisnis dan investor. Ini tentu patut disyukuri karena isteri saya juga punya penghasilan sebagai PNS dan si bungsu sudah mulai belajar bekerja, walaupun kuliahnya masih satu semester lagi.

Menghasilkan pendapatan adalah suatu hal. Mengelola penghasilan adalah hal yang lain. Semoga ini jadi pemicu buat saya, menuju kebebasan dan keberlimpahan finansial menjelang pensiun sebagai PNS. Amin..

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Bisnis dan Investasi. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Multiple Source of Income (3)

  1. dimas berkata:

    Pak saya terkesan sekali dengan tulisan Bapak yang dengan detail mengungkap domestic keuangan Bapak, kebetulan saya adalah seorang pns di bppt baru 2 tahun bekerja gol saya adalah III A, saya selalu bingung mengelola gaji saya yang sangat sedikit, saya mohon Bapak memberi tips dan bagaimana pula cara memulai bisnis. sekian Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s