Multiple Source of Income (1)

Apa mungkin kita bisa dapet penghasilan dari berbagai sumber ? Menurut RTK (Robert T. Kiyosaki) dalam Bukunya Cashflow Quadrant, bisa. Bisa banget. Lha gimana caranya ? Dapet satu sumber aja susah.

Setidaknya ada empat sumber penghasilan, yaitu pertama dari bekerja kepada orang lain. Dalam hal ini, kita menukarkan tenaga, waktu dan ketrampilan dengan upah berupa uang ataupun berupa imbalan yang lainnya, misalnya in-natura, dalam bentuk barang. Tentu, untuk bisa bekerja kepada orang lain, kepada perusahaan, kepada instansi pemerintah kita musti kudu memenuhi persyaratan yang diminta. Bisa macem-macem, paling kurang umur ada ketentuannya, pendidikan juga, bahkan ada yang mensyaratkan pengalaman. Gimana caranya dengan bekerja kita bisa memperoleh penghasilan yang “memadai”. (Apa maksudnya “memadai”? cukup, berlimpahan atawa gimana ?). Pernah juga dibahas kerja jadi PNS atau di Swasta. Mungkin perlu dipertimbangkan swasta asing. Sebenarnya patokannya gampang. Kalo pengen memperoleh gaji yang besar kita musti kudu mempunyai nilai yang tinggi. Dalam hal ini, ada teori ekonomi tentang nilai tenaga kerja yang disebut marginal value-product yang merupakan hasil kali antara marginal product dengan harganya. Karena harga berada diluar jangkauan kita, maka nilai marginal product kita yang harus tinggi. Ngukurnya ? lihat seberapa besar output meningkat karena kita masuk bekerja di situ. Usahakan nilai (marginal value-product) kita lebih besar dibanding dengan upah yang kita terima. Kalo bisa beberapa kali lipatnya, sehingga kita gak akan dipecat. Karena dia akan rugi memberhentikan kita kan ? Bahkan jika kita cerdik, bisa kita minta naik gaji. Kalo majikan kita cerdas, pasti dikabulkan karena nilai kita memang lebih tinggi dibanding upah yang kita terima.

Kedua, kita bisa punya penghasilan dengan bekerja sendiri. Usaha sendiri, bukan bekerja untuk orang lain. Kata yang mungkin tepat adalah “wira-usaha”. Kalo bekerja untuk orang lain, tiap bulan pasti terima upah. Cuma, ya itu kita gak bebas; masa mau seenaknya.  Bisa-bisa dipecat. Buka usaha sendiri, resikonya banyak. Bisa untung, bisa rugi.  Enaknya, semua kita sendiri yang atur. Mo kerja mo enggak terserah kita. Yang lebih berat, hasilnya merupakan fungsi dari waktu. Kalo kita gak operasi, ya gak dapet hasil.  Makanya, cara pertama dan cara kedua dikenal dengan pendapatan aktif, dimana kita akan memperoleh penghasilan jika kita mengorbankan waktu kita yang terbatas. Gimana kalo sakit ??? Apalagi sakit permanen, gimana ?

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s