Lembur..

Hari Senin, 24 Nov 2008, ada surat khusus dari Direktur DP2M-Dikti. Langsung ke rumah. Isinya, undangan untuk Seleksi Proposal Program Kreativitas Mahasiswa 2008. Beberapa waktu yang lalu memang pernah dikirifly-overmi surat yang minta konfirmasi kesediaan sebagai reviewer dalam seleksi porposal tersebut.

Waktunya : Jum’at, 28 Nov sampai Senin 1 Desember 2008, mulai jam 09.00 sampai selesai. Tempat Hotel Mirah, Jalan Pangrango Bogor. Ada tembusan ke Kepala BPPT. Berarti resmi dan minta ijinnya gampang. Lapor ke Bos pas pagi mo berangkat lewat pesan singkat. Kata beliau silahkan dan beliau sudah baca suratnya.

Jumat pagi jam 7am saya berangkat ke Bogor. Ngisi bensin di Pom Bensin deket rumah. Melaju menuju Nusantara Raya, pertigaan PLN belok kiri ke Jln Arif Rahman Hakim, melintas . Dari pertigaan Ramanda, ambil ke kanan masuk Margonda, melewati Terminal Depok yang agak krodit (crowded), terus melaju ke Jln Kartini menuju Kota Kembang. Jalan tentu saja sepi karena menentang arus. Di Kota Kembang cuma ada beberapa kendaraan saja. Di ujung jalan mulus, ada perempatan dan belok kanan ke jalan penuh lubang. Terus menuju Pemda Kab. Bogor. Karena masih pagi jalan lancar-lancar aja, kecuali di pertigaan menjelas RSUD Bogor. Itu jalan sedang diperbaiki, kotor penuh lumpur dan batu-batuan. Yang kekanan malah agak licin dan menanjak. Setelah lewat situ aman terus menuju dan melewati Bojong Depok Baru-1 terus sampe ke Kradenan. Mulai agak macet di pertigaan menjelas Kedung Halang Talang. Selainnya, lancar aja. Dibanding ke BPPT yang perlu 2,5 jam, saya hanya perlu waktu sekitar 75 menit untuk tiba di lokasi. Parkirpun masih dapat di tempat yang nyaman.

Di loobi sudah ada beberapa orang. Pak Broto dari KMN-KUKM, ada Pak Nartono-BPPT, ada pak Sulhaji dari BIT-BPPT; ada Prof Roni dari IPB. Setelah salaman saya mohon ijin karena terasa ada yang gak beres. Waalaah. Tadi gak apa-apa kok, perut jadi melilit gini. Selesaikan kewajiban, kok bukan malah tambah lega. Makin gak enak. Kepala agak sedikit pusing. Pak Roni nawarin Panadol, sambil bercanda reviewer juga butuh obat gosok. Belum pak nanti saja.

Di luar Hotel ada tukang rokok, biasanya sedia apa yang kita butuhkan. Minta Panadol, adanya yang hijau. Kalo seperti ini saya butuh yang biru. Ya udah..Minta aquanya sekalian. Langsung tenggak di situ. Kembali gabung ke temen-temen, ternyata sudah naik ke lantai 2. Badan makin terasa gak karuan. Masuk lagi kamar kecil, rasa mual sudah di tenggorokan. Ya udah keluarin aja. Keluar dikit, keluarin lagi.. Alhamdulillah enakan. Tapi tetap masih terasa gak nyaman.

Jam 09 lebih acara dimulai. Dibuka oleh KaSubdit Pengembangan Kreativitas Mahasiswa, dilanjutkan oleh penjelasan Ketua Tim Dr. Sundani dari ITB tentang apa itu PKM. Kemudian, beberapa catatan penting bagi reviewer disampaikan oleh Prof Roni dari IPB. Melalui serangkaian diskusi acara ditutup jam 11an yang dilanjutkan dengan sholat Jumat di Mesjid Raya Sempur.

Karena masih “teler” agak pusing dan sedikit mual, saya minta prioritas untuk dapat kamar duluan. Setelah menunggu sekitar 10 menit ada kamar yang siap dan saya dapat di kamar 206. Katanya satu kamar untuk dua orang. That’s ok. Saya minta pak Tono sekamar dengan saya, karena sama-sama mereview PKMT (Penerapan Teknologi). Saya bisa tiduran barang sebentar. Ternyata gak bisa tidur juga. Jam 13an pak Tono ngebel saya, mberi tau kalo makan siang sudah siap. Saya agak ragu karena gak nafsu makan tiba-tiba muncul. Waalah.. Tapi harus dipaksakan.

Setelah makan siang mulailah pertempuran. Saya dapat 393 Judul untuk diseleksi. Judul yang sama juga direview oleh Prof Djamasri dari FT-UGM. Terus terang saya belum siap tempur dengan kondisi demam seperti ini. Setelah berkas-bekas diangkut ke kamar (Saya akan lebih leluasa membacanya di kamar katimbang di ruang rapat rame-rame), saya tiduran dulu. Bukan malah makin enak. Makin gak karuan. Kalo gitu saya mulai aja dengan membongkar ikatan-ikatan naskah tersebut (ada 4 gabung masing-masing diikat dengan tali plastik). Sortiran pertama saya lakukan dengan mensekan (scanning) judul dan lihat anggaran yang diusulkan. Karena proposal yang disetujui akan diberi dana 6 jt rupiah, saya mulai dengan angka itu. Benar, sebagian besar mungkin sekitar 70% mengajukan anggaran sekitar 6 jt atau sedikit di bawahnya. Ada beberapa yang lebih dari 6 jt, bahkan ada yang 10 jt. Yang di bawah 6 jt ada beberapa kelompok, 5 jutaan, 4 jutaan dan bahkan ada yang di bawah 2 jt. Ternyata nyortir begini juga makan waktu. Menjelang magrib baru selesai. Kepala teras pusing lagi. Saya bilang ke pak Tono kalo nanti habis makan malam kita keluar sebenar cari toko obat atau ALfaMaret atau IndoMaret.

Setelah makan malam kami keluar. Pak Wanto (mereview PKM-Kewirausahaan-dan pak Tukiyat -mereview PKM-Penelitian) juga ikut. Tujuan semula ada Plaza Jambu. Ternyata pak Tono salah masuk ke Pasar Jambu. Jadi terus ke jln. A. Yani menuju air mancur. Di situ gak ada Alfa atau Indo. Untung kiri jalan ada Lingkaran K (Circle K). Beli Procold dan Panadol Biru, Antagin Cair, Obat gosok dan Air Mineral. Kayaknya akan sangat butuh minum yang banyak agak stamina terjaga untuk menyelesaikan review terhadap 393 judul proposal.

Sampe Hotel, minum obat, minum air banyak-banyak, terus tidur. Tetap gak bisa, badan sih gak panas, tapi pipi dan leher terasa lebih tinggi suhunya. Bolak-balok kamar mandi karena “bat-man”. Entah jam berapa saya bangun aja, mulai membaca sesuai dengan daftar isian penilaian. Malam itu selesai tumpukan yang anggarannya lebih dari 6 juta. Selesai, nggak tau jam berapa.

Jam setengag lima pagi, saya sudah gelisah. Tidur saya malam itu gelisah. Mungkin pak Tono denger kalo saya mengigau. Saya bangun, tapi gak berani mandi. Setelah sholat shubuh, saya lanjutkan dengan membaca porposal dengan anggaran kuran dari 6 jt. Jam 8an selesai tumpukan proposal dgn anggaran sekitar 5 jt-an. Mungkin ada baiknya sarapan dulu. Tapi masih ada rasa mual, ngeri juga. Target saya makan bubur ayam dan buah-buahan saja.

Habis makan minum obat. Kayaknya, enaknya tiduran dulu aja. Tetep gak mengurangi rasa pusing. Ya udah mulai aja dengan tumpukan berikut. Tumpukan yang dikit–dikit aja. Bukan tumpukan utama yang hampir 80 persen jumlahnya. Sampe jam 14an, nafsu makan makin berkurang. Saya putuskan untuk tidak usah makan siang. Siapa tahu tumpukan-tumpukan yang sedikit bisa selesai sebelum ashar. Alhamdulillah.

Habis ashar, mulai tumpukan yang dominan. Ambil separoh dulu. Menjelang magrib sudah mulai berkurang tumpukan itu. Dan kita lanjut aja sampe jam 20an. Tapi saya banyak tidurnya karena agak pusing dan perut sering melilit. Padahal tadi siang sempet minum Diapet. Waktu makan malam sudah tiba. Tumpukan masih mengerikan, mungkin sekitar 100an judul mungkin lebih. Makan malam masih mengerikan buat saya. Tapi tetap harus dipaksa. Lihat menunya, boleh juga nih. Sop Asparagus saya ambil sampe penuh. Saya putuskan hanya makan sop saja. Enak banget diseruput. Membuat badan berkeringat. Alhamdulillah, kepala agak ringan sedikit.

Habis makan, minum obat. Buang cairan yang membuat perut melilit. Saya ingat, kayaknya perlu karaoke ..kerokan, maksudnya. Bener beureum semua, tapi badan pegel semua. Kayak mau rontok seluruh anggota tubuh. Kalo udah begini, ya mesti tidur dulu. Padahal target saya semua judul yang tersisa harus selesai dibaca malam ini. Ya udah pasrah aja.

Entah jam berapa saya terbangun karena keringat mengucur di seluruh tubuh. Saya lihat pak Tono masih berkutat dengan komputer. Beliau sudah mulai entry semua data dari proposal yang selesai direview. Sedang saya masih setumpuk. Mulai aja. Lama-lama juga akan selesai. Itu pasti. (Mulanya agak ketar-ketir juga. Mampukah saya menyelesaiakan tugas ini dengan baik.)  Pak tono sduah sejak tadi terlelap di tempat tidurnta. Saya masih berkutat di tengah malam. Alhamdulillah, jam 03 pagi hari Minggu, proposal terakhir selesai saya review.   

Setelah membereskan dan menatab kembali tumpukan-tumpukan proposal agar besok pagi bisa saya entry, saya naik ke tempat tidur. Untuk sekedar menghilangkan rasa pusing. Jam setengah enam, kan udah siang saya bangun. Pak Tono masih asyik terlelap kayaknya. Saya ingin mandi dan berendam dulu untuk menghilangkan penat karena kemarin habis kerokan (maksud saya ngerok sendiri, bagian-bagian dimana “angin” biasanya nongkrong). Rasanya badan sudah makin enakan, walaupun perut masih kadang-kadang melilit dan kepala masih kerap terasa pusing. Pagi ini saya ingin makan yang nikmat. Sebelumnya, saya minta bantuan untuk menset-up programnya dulu, sebelum nanti setelah sarapan mulai entry.

Setelah makan pagi mulai saya entry. Mulanya sih lambat. Tapi lama kelamaan makin cepat. Ada sedikit hambatan karena saya mengoreksi standar nilai dan itu harus dimasukkan dalam form berita acara. Jam 12an sudah hampir 50 % selesai dientry. Pak Tono sudah cabut, karena akan ke Palembang dengan pesawat jam 20an. Saya lanjut dulu sampe jam 13.30an, untuk kemudian makan siang. Nafsu makan sudah pulih. Thank God. (Coba bayangkan gimana rasanya kalo nggak nafsu makan padahal pekerjaan ini membutuhkan stamina yang tinggi).

Gak ada lagi waktu untuk tidur-tiduran. Target saya sore ini, paling telat malam ini bisa pulang. Emang sih  masih bisa nginep semalam lagi karena batas chek-out beson Senin jam 12 siang. Langsung tancep. Istirahat sebentar waktu ashar. Tapi kayaknya gak bisa lagi istirahat. Waktu terus bergulir. Begitu azan magrib berkumandang, selesai sudah entry sebanyak 259 judul proposal PKMT. Memang ada beberapa judul lagi, tapi ada yang PKMP, PKMK dan PKMM. Gak saya review, tapi akan saya kembalikan ke Panitia.

Habis sholat saya lapor ke Panitia agar seluruh berkas diperiksa. Perlu tiga orang untuk mengangkutnya ke bawah. Ada dua berkas yang belum saya tandatangani. Kemudian ada beberapa proposal yang diminta untuk dinilai. Saya berargumen untuk tidak menilai selain yang PKMT. Alhadulillah diterima. File saya serahkan, tapi karena masih nunggu orang yang akan mengkopinya, saya tinggal aja. Saya naik ke Lantai-3, ke pak Tukiyat dan pak Wanto. Ternyata, pak Tukiyat sudah sejak siang tadi selesai entry dengan total hanya 250an. Sedangkan pak Wanto baru selesai mereview. Sama sekali belum entry ke komputer. Ya udah yo kita makan malam sama-sama. Saya akan pulang setelah makan malam (Sebenarnya bukan makan malamnya, tapi karena masih nunggu neken-nya). Alhamdulillah setelah makan malam, urusan administrasinya bisa selesai. Tapi flash-disk saya masih di panitia. Beliau sedang makan malam dan flsh-disk tertinggal di kamar di lantai 4. Sambil nunggu saya ngobrol aja ngalor-ngidul. Padahal sudah pengen segera cabut.  Akhirnya, saya minta bantuan untuk menelpon Ibu yang nyimpan flash-disk saya. Ternyata si Ibu masih ngobrol di ruang makan. Karena nggak merasa ditungguin yang asyik aja. 

Alhamdulillah, jam 20an lebih dikit saya meluncur meninggalkan Hotel Mirah. Bener-bener acara lembur yang melelahkan, bukan hanya karena beban pekerjaannya cukup banyak. Tapi lebih karena ada gangguan teknis-biologis. Syukurnya, honornya cukup baik. Bisa buat beli kambing untuk Idul Adha.

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s