Makan Siang di Bandung

Acara di Bandung Rabu, 26 Nov 2008 adalah persentasi di Bappeda, di Kelompok Jafung di Bappeda. Di jadwal jam 10.00 sampe selesai. Jam sepuluh kurang lima menit kami, 5 orang plus pinjam rombongan pak Heri ada 4 orang, total 9 orang tiba di Bappeda. Langsung menuju lantai 2 sesuai dengan petunjuk tempat acara.

Di lantai 1 sempat bertemu dengan Sekretaris Bappeda, yang langsung mempersilahkan ke lantai 2. Di lantai 2, di ruang rapat gak ada siapa-siapa. ya udah kami masuk saja. Terus ambil tempat duduk sembarangan. Dalam hati saya, wah bisa kita-kita aja yang presentasi di depan kita sendiri. Ternyata lama juga kita nunggu. Gak ada yang datang. Gak ada yang nyapa. Seperti tersesat di hutan lindung. Pak Tono ambil inisiatif. Dari komputer yang ada LCDnya, dinyari file lagu-lagu. Ternyata ada kumpulan lagu Ebiet G Ade. Ya udah mainkan saja, dari pada bengong nunggu. gak tau siapa yang ditunggu.

Kira-kira 30 menit kemudian, datang Pak Djodi salah seolah Kasie di Bappeda yang dengan agak pucat (ternyata karena sudah dua malam gak tidur) dan dengan agak susah mencari kalimat meminta maaf. Saya langsung tanggap. Kalo emang ternyata undangan belum disebar, nanti aja kita jadwal kembali. Setelah berbincang sebentar dan dengan ringan aja kami sampaikan bahwa buat kami gak masalah kegiatan ini dijadwal ulang karena kami memaklumi kegiatan Bappeda yang padat. Kami sampaikan bahwa kami masih ada beberapa acara lagi di Bandung.

Dengan ringan dan tanpa beban apa-apa, saya dan teman-teman meninggalkan gedung Bappeda. Kemana ? Kata heri beli oleh-oleh. Ya udah kalo gitu kunci saya berikan ke pak Nunu. Kita ikuti aja. Beli oleh-oleh ke Primarasa terus makan siang di Sambada. Di Primarasa, tempat belanja kue-kue yang rame banget, saya gak tau mo beli apa. Ya ikutin aja mana yang paling banyak dibeli orang. Ya udah saya serahkan Heri aja dah. Gak perlu macem-macem. Di rumah saya cuma bertiga. Ada juga kadang-kadang keponakan saya yang datang. Tiga jenis cukup. Coklat dan Bika Bandung (eh Ambon) aja.

Makan siang di Sambada ( di jalan apa ya Nu, kayaknya deket sama Gedung Sate) juga begitu. Rame banget. Sebenarnya ini untuk menghilangkan rasa penasaran temen-temen yang semalam harus waiting-list, saking penuhnya. Karena masih jam 12an, masih ada beberapa meja yang kosong. Modelnya, makanan kita pilih sendiri; baru kemudian dipanaskan dan disajikan di meja. Karena kami bersembilan, ya udah gabung-gabung aja biar cepet. Mungkin nugggu sekitar 10 menitan makanan tersedia. Yang istimewa agaknya sambalnya. Karena saya gak begitu suka sambal, ya asal nyoba aja. Ternyata dari dari beberapa jenis sambal, ada yang enak digadoh (Dimakan aja dengan mentimun karena yang ada mentimum) sambil menunggu hidangan disajikan. Susah buat saya untuk memberi nilai terhadap suatu sajian karena buat saya cuma ada dua kategori. Enak dan Enak banget.

Jam 13an, kami kembali ke Jakarta. Jadi ke Bandung, berangkat pagi-pagi, cuma buat makan siang…

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s