Air..Air.,dan Air (2)

Soal air, ada lagi kejadian, yang sessungguhnya pekerjaan kecil, tapi bisa membuat bencana. Waktu sebelum lebaran tempo hari, aktivitas di dapur intensitasnya meningkat, walaupun kami banyak (sering) bolak-balik ke rumah sakit menjaga Ibu yang dirawat. Gak taunya, kran di sink itu patah. Mulanya sih cuma berlubang kecil yang bisa dengan mudah diatasi dengan memberi isolatif putih di sekelilingnya. Tapi kemudian, ternyata malah patah, tapi masih bisa diakali dengan melilitkan isiolatif putih setebal-tebalnya. Saya warning agar krannya gak usah diputar-putar. Pasti jebol and terusnya jadi bocor. Karena lebaran dan sampe beberapa hari toko material belum buka dan gak ada orang lain yang beraktivitas di dapur, kran aman-aman aja sehingga saya lupa menggantinya.

 

Akhirnya, karena sudah parah, sore sekitar jam 15an, saya ke toko material. Yang saya beli krannya aja. Yang lain masih ada lah. Tapi, keasyikan ngobrol di toko material, baru jam 16an saya pasang. Baru buka murnya sudah ada masalah. Kuncinya gak ada yang pas. Ada juga kunci Inggris besar yang biasa dipake buat megang pipa kalo mantek lubang pompa. Begitu diputar kreeek. Waalah itu mur pada flexible joint bukannya kebuka tapi malah patah. Terpaksa balik lagi ke toko material. Emang sih deket, paling-paling 3 menit jaraknya. Waktu ambil flexibel joint sudah diingatkan kalo murnya gak bagus. Pelan-pelan aja masangnya. Yang penting bisa rapat dan gak bocor.

 

Karena di bawah sink rada gelap, saya minta bantuan Iyan untuk pasang. Setelah dililit pake isolatif putih, flexible joint dipasang, pake kunci (yang dari) Inggris juga, tapi yang kecilan. Iyan muternya terlalu kenceng karena takut gak rapat. Ternyata benar aja, murnya pecah. Waalah, mana udah jam 17 lewat. Toko material pasti udah tutup. Tapi gimana lagi, kalo gak, air gak bisa ngalir. Banyak orang yang jadi korban. Saya keliling cari toko material yang masih buka. Semuanya udah tutup. Lalu saya mampir di toko alat-alat listrik. Dia jual keran untuk sink tapi gak jual flexible joint. Waaalaah ini bencana. Penyebabnya soal kecil, tapi waktu tidak mendukung. Frustrasi juga rasanya. Mana udah hampir magrib, dimana banyak orang yang butuh air. Sambil merenung sejenah di bawah pohon rambutan, di depan kios, akhirnya saya dapet ide. Gimana kalo saya pake lem besi untuk menambal mur yang pecah tadi. Ya udah langsung saya pasang, nyambung, lumayan rapat. Terus pelan-pelan saya pasang. Cek…cekkk. Gak bocor, tapi krannya obleg..goyang-goyang karena pasang karetnya salah. Mo dibuka lagi taku pecah lagi. Yang penting gak bocor dan air buat keperluan lain bisa mengalir. Sampe sekarang, udah sebulan, belum juga saya perbaiki….Padahal pada waktunya akan menimbulkan asalah yang bisa jadi bencana. Sadar…makanya segera betulin..!!!! Iya daaah..Tenang aja man…Saya lagi go..blog. Maksudnya saya lagi ngeblog.

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Social & Daily Life. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s