Jadikan Aku Yang Kedua…

Bukan… Bukan itu maksud saya.  Saya justru saya sedang mencoba mengerti kenapa mau dijadikan yang kedua. Mau dinomor duakan. Saya baru aja dapat forward pesan singkat yang isinya mengingatkan untuk tidak menomorduakan sesuatu.

Walaupun sebenarnya sesuatu itu bisa saja dapet nomor urut ke sepuluh ke seratus ke seribu ke sejuta (named it). Gak ada orang yang mau  menjadi tidak penting. Padahal prioritas tetap diperlukan ketika sumberdaya terbatas. Optimizing. Itulah kehidupan.

Jadi di satu sisi, suatu entity, orang atau barang atau apalah gak mau  nggak dianggap penting. Biarpun ada urutan, maunya nomor satu (makanya dianya gak ngerti kok ada yang minta dijadikan yang kedua). Apalagi masuk yang bukan priotitas. Gak enak gak punya tas. Gak enak gak jadi prioritas. (Padahal prioritas juga gak mesti yang pertama, tapi juga bukan yang ke seratus. Masa sik prioritas banyak amat. Hukum Pareto,  The Eitghy-Twenty, baik juga untuk dipertimbangkan, walaupun sering menyakitkan). 

Di sisi lain, proses pengambilan kepuitusan mesti diurutkan berdasarkan urgensi; kepentingan. Apapun basisnya. Kalo gak bisa yang pertama, kenapa juga dengan yang kedua ?? Jadi.. Begitulah ceritranya

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Social & Daily Life. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s