20 Oktober 54 Tahun Yang lalu

Sebenarnya saya nggak tau persis apa bener saya lahir tanggal 20 Oktober tahun 1954. Katanya, tanggal itu jatuhnya hari Rabu (saya benlum sempat ngecek, apa bener). Soalnya saya gak punya akte kelahiran. Sampe saat ini. (Padahal saya sudah pernah ke luar negeri beberapa kali. Ke Amerika, ke Australia, ke Korea dan terakhir, lima tahun yang lalu ke Mekkah-Medinah, saudi Arabia.). Sumber yang bisa dijadikan rujukan juga gak ada yang konsisten. Ijazah SD, Ijazah SMP dan Ijazah SMA gak ada sama, baik nama maupun tanggal lahirnya. Akhirnya berdasarkan catatan Bapak saya (di notebook kecil) yang secara gak sengaja saya temukan, ada nama-nama dan tanggal-tangal kelahiran saya dan adik-adik saya.  Waktu itu, saya sudah SMA. Kemudian atas dasar catatan itu, saya minta koreksi ke Kepala Sekolah dari SD dan SMP, karena ini yang paling gampang.

Baru kemudian, di Ijazah SMA, nama dan tanggal lahir konsisten dengan dokumen-dokumen lain. Yang paling pentingkan Ijazah. Nama, juga inisiatif saya, jadi terdiri dari enam kata. Selanjutnya, masih ada aja yang gak konsisten. Di Buku nikah, nama saya juga masih beda dengan di Ijazah SMA. Tapi Ijazah S-1 dari Fatemeta-IPB (Fateta, skrg) sudah sama. Begitu juga Ijazah S-2 dari Pascasarjana IPB sudah sama, nama dan tanggal lahirnya. Ijazah di Postgraduate Diploma in regional Development dari University of Queenslan dan Ijazah PhD in Economics dari Universitas yang sama gak ada tanggal lahirnya.  Yoo..wissss.

Alhamdulillah ini hari pertama saya di usia 54. Saat ini saya sedang mempersiapkan masa purna bakti saya sebagai PNS. Setidaknya persiapan mental. Normalnya, BUP (batas usia pensiun) PNS itu 56 tahun. Kecuali yang menduduki jabatan fungsional tertentu (Madya dan Utama) dan jabatan struktural pada eselon 2 ke atas (ke atas itu 1, bukan 3) BUPnya bisa jadi 60 atau 65 tahun. 

Saya jadi teringat beberapa tulisan Pak Budi Rahmat di beberapa postingnya terkait dengan implementasi ajaran RTK (Robert T Kiyosaki), dan itu sesungguhnya juga tulisan-tulisan RTK yang pernah saya baca, yaitu tentang rapor keuangan. dari situ kemudian, kita bisa bikin rencana keuangan. Emang sih udah agak terlambat, udah quarter akhir dalam siklus kehidupan. Tapi gak apa-apa dari pada enggak sama sekali. Dalam rapor keuangan, itu ada empat komponen yang penting, yaitu pendapatan, pengeluaran, aset dan kewajiban. (Sudaaah, gampang kok dibilang susaah. Apa kata dunia ?). Prinsipnya gimana bisa bertahan dengan kondisi pengeluaran < pendapatan. Gimana caranya menjadikan harta sebagai aset, bukan kewajiban. 

Di hari pertama ini, saya coba buat neraca dan rugi-laba, untuk mencoba melihat rapor keuangan saya. Terima kasih kepada mereka yang telah memberi perhatian khusus kepada saya (Dua ucapan langsung saya terima di rumah sesaat setelah s, pertama dari Nissa, setalah sebelumnya Mamanya. Kemudian, di blog ada ucapan dari IndRa, papa dan mamanya Marva). Lalu di sms ada 2 : satu bunyinya begini : Selamat ULTAH semoga panjang umur, murah rezqi dansehat selalu. Eemmuuaah..; satu lagi bunyinya begini :  Happy birthday & all the best 4 u.) Tadi padi ketika baru sampe kantor saya bilang begini : Kok gak ada yang mau ditraktir ya.  Masa pada lupa ama ulang tahun gua. Terus pada kaget… ada yang segera lari lihat catatan ulang tahun.. ada yang langsung ngucapin ulang tahun. Walaah.. kok nagih…

Mustinya, saya lebih berterimakasih kepada Ibu saya, yang telah mengandung, melahirkan dan mengasuh saya. Juga kepada Bapak saya (Alm) yang sudah berupaya sekuatnya memfasilitasi kebutuhan pendidikan saya. “Ya Allah, ampuni saya dan ampuni kedua orang tua saya. Kasihi mereka sebagaimana mereka mengasihi saya sejak saya kecil”. Aamiiinn.

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Family & Friends. Tandai permalink.

6 Balasan ke 20 Oktober 54 Tahun Yang lalu

  1. Sumartono berkata:

    Pak Muchdie, Selamat Ulang Tahun pada hari kelahiran 20 Oktober, semoga Allah swt senantiasa memberikan perlindungan dan keselamata dunia akhirat serta memberi ridho atas segala yang Bapak lakukan. amin

  2. muchdie berkata:

    Makasih Pak Sumartono. Sebenarnya sih nggak ada tradisi acara ultah di keluarga kami. Boro-boro buat ultah. Tapi di kantor saya, suka ada yang rajin nyatet tgl lahir. Ktika jumlah masih sedikit, ujungnya nodong, mintra traktir. Sekarang karena jumlah cukup besar, biasanya patungan buat nambahin menu makan siang.

    Sekali lagi makasih Pak. Salam

  3. sri eddy berkata:

    selamat ulang tahun; sehat dan menjadi ladang ilmu bagi kita

  4. muchdie berkata:

    Amin. Terima kasih pak Eddy.

  5. budhy b berkata:

    Selamat ulang tahun Panjang Umur Bapak Muchdie.

  6. muchdie berkata:

    Pak Budhy, tks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s