Puasa, Lebaran dan Orang Mati

Apa hubungannya ? Puasa dah lewat, Lebaran dah selesai. Apa tinggal nunggu mati, abis Lebaran ? Atau gimana ? Kok bikin bingun sahaya.  

 

Bukan..bukan dan bukan. Ini berhubungan dengan maraknya kampanye, terutama untuk Pemilu Legislatif. Untuk kursi DRP-RI yang konon cuma 550 (bener nih periode ini cuma segini ?) akan diperbutkan oleh lebih dari 12.500 orang di seluruh tanah air. Di DPRD Kota Depok, yang jatah kursinya cuma 50, diperebutkan oleh lebih dari 800an caleg.  Weleh..weleh..(maksud saya Well..Well.., bukan manggil si Welly)

 

Persaingan memperebutkan hati pemilih jadi semakin ketat. Berbagai cara dilakukan untuk memperkenalkan para caleg. Kenal aja dulu. Wong banyak muncul wajah tak dikenal. Baru kemudian menyampaikan apa masudnya, jadi caleg. Mo ngapain, mo mbela siapa ? Dsb..dst..

 

Memasuki bulan Ramadhan, kita bisa lihat dengan jelas, bertebaran spanduk ucapan Selamat Menjalan Ibadah Puasa. Dari para caleg atau dari partai (yang keluar duit ya pasti Caleg-lah). Di pelosok jalan, di tikungan, di mana aja dah, di pasang spanduk-spanduk tadi. Ada nama-nama yang udah dikenal. Banyak juga yang belom. Banyak yang udah tua, tapi banyak juga yang masih muda-muda. Pokoknya bingung dah. Seolah-olah bukan puasanya yang penting; tapi ini : saya caleg untuk dapil anu dari partai anu. Saya akan melakukan anu. Kira-kira nanti pilihlah saya.

 

Begitu puasa baru dua minggu, menginjak minggu ketiga, rame lagi spanduk ucapan Selamat Idul Fitri; Selamat Lebaran. Padahal lebarannya kapan juga belom tahu. (kan Pemerintah baru tahu sehari sebelumnya.) Tapi spanduk-spanduk udah banyak yang dipasang. Sama seperti menjelang Ramadhan, Cuma kata-katanya aja yang berkaitan dengan Idul Fitri. Targetnya sama, pilihlah saya, atau partai saya. Rame dah. (Ada juga yang bilang jadi kotor gak karuan karena pagar-pagar di jalanan dipenuhi spanduk).

 

Ketika ada tokoh masyarakat yang meninggal, itu para caleg rame-rame mengucapkan belasungkawa. Turut berduka cita. Biar gak diajak juga dia turut juga. Biasanya ini dipasang diiklan Media Massa; di Koran. Coba deh ditelaah.

 

Waktu Panitia SIAP (Studi Islam Ahad Pagi) Mesjid Al-Mujahidin, Kukusan mengadakan kegiatan setahun SIAP menjelang Ramadhan lalu dengan mendatangkan Prof. Amin Rais, ujug-ujug panitia bingun karena muncul spanduk-spanduk dari partai yang mengucapin selamat datang ke pak Amin. Kalo berkordinasi dengan panitia sih ok aja kalee.Tapi ini sih nylonong aja. Pasang aja spanduk.(Panitia aja belom pasang spanduk, eh dianya udah masang duluan)  Apa emang begitu ya karakternya ? Mustinya ya enggak kalee.

 

Momen apa aja dimanfaatkan untuk memperkenalkan diri. Untuk kampanye, biar mereka belom jelasin apa Visi dan Misinya. Tetap aja maksudnya itu lah. Apa lagi sih.

 

Saya belom tahu momen apa lagi yang mau dipake para caleg. Yang pasti, puasa udah, Lebaran udah, orang mati juga udah. Tapi ya silahkan aja. Duit-duit ente. Silahkan aja diambur-ambur (h-nya kemana?). Apa urusan ane.

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Politics & Government. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Puasa, Lebaran dan Orang Mati

  1. muchdie berkata:

    Ternyata ada momen baru; modus baru.. resepsi pernikahan juga dipake untuk memperkenalkan diri sebagai caleg..

    Bgini ceritranya : Sabtu, 18/10/2008 saya berkesempatan memenuhi undangan seorang teman, pernah di PDM periode lalu. Periode skrg beliau tidak bersedia karena mau kontrasi di PCM. Pemili tahun ini ternyata beliau nyaleg. Hari ini resepsi pernikahan anak keduanya (Yg pertama saya gak bisa hadir). Di sekitar lokasi, di sekitar rumahnya penuh spanduk terkait dengan pencalegannya. Di tempat resepsi juga ada spanduk cukup besar. Bahkan, aqua gelas ada gambar partainya. Tinggal coblos, leep. Kan nanti mah dicontreng.

    Ya udah.. selamat nyaleg. Kampanyenya efektif dah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s