Bekerja untuk Belajar

Ini hari ketiga Annissa (bungsu kami, lha wong Cuma dua kok) masuk kerja. Berangkat pagi jam 07an, sampe rumah malam jam 21.30an. (Rumah sepi banget dah, tinggal berdua aja. Kalo saya pulang telat pasti tinggal sendirian. Untung Marva sering maen menjelang magrib, sampe Isya.) Soalnya dari kantornya di Kawasan Cawang dia nyambung ke kampus di Pondok Cina, kuliah dari jam 19 sampe jam 21. Untungnya ada Kereta AC-Ekonomi yang gak terlau berjubel dan cukup nyaman. Sering telat sih, tapi masih bisa ngejar jam kuliah. Dibanding naek Kopaja dan Mikrolet.

 

Sebenarnya, sejak lulus  D-3 dari FE-UI, dia udah banyak wawancara kerja. Ada yang emang dia masukin lamaran, ada juga yang dihubungan langsung dari FEUI. Seringkali karena lokasi kantornya jauh, sering juga karena kerjanya pake shift, dia pilih gak deh. Saya mo nyelesaian kuliah dulu aja deh. Gitu alasannya. (Nissa masih btuh 2 Semester untuk nyelesain S-1 di Jurusan Akuntansi FEUI).

 

Kali ini ada perusahaan property yang punya lokasi bisnis di sekitar Depok. Saya gak tau apa dia masukin lamaran atau dipasok oleh FEUI. Yang pasti dia melewati 3 proses seleksi. Saya sempet nganter ke tempat test di kawasan Jl. Surabaya, Jakarta Pusat. Terus Test Psikologi dan Wawancara di kantor pusat di Kawasan Cawang. Cawang apa Tebet sih ? Yang pasti gak jauh dari Stasiun Kereta Api Cawang. Saya lupa nama gedungnya.

 

Hari Selasa (07/10) dia ditelpon, diminta hari Rabu masuk kerja. Eh dianya mau aja. Kakaknya ngajarin minta mundur aja sampe Senen. Tapi dianya siap ya udah, masuk aja. Lagian jalanan juga masih sepi. Naek kereta aja yang gampangan. Dia akan kerja di kantor pusat selama sebulan, sebelum nantinya ditugaskan ke Depok.

 

Saya bilang (ini cuma di blog doang), bekerjalah untuk banyak belajar. Belajar menjalani hidup. Lakukan tugas dengan sebaik-baiknya. Jadilah yang terbaik. Berikan nilai lebih (maksud saya nilai tambah, kalo ditambah jadi lebih kan ?) pada organisasi dimana kita bekerja. Usahakan “marginal value-product” lebih tinggi dari salary, sehingga bisa sering naik gaji. Kalo perlu setahun tiga sampe empat kali. (Amin..)

 

Untuk tahap ini, jangan bekerja demi uang. (Terus buat apaan dong.?) Tapi, bekerja untuk belajar bagaimana uang bisa bekerja untuk kita. Waah heibat.

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s