Tradisi Ziarah ke Makam

Pada hari Lebaran dan juga menjelang Ramadhan, masyarakat kita punya tradisi untuk ziarah ke makam. Maknanya, untuk mengingatkan kepada yang hidup, bahwa kita nanti juga akan jadi “penghuni” makam.

Di Kukusan (tempat tinggal kami), biasanya ziarah ke Makam dilaksanakan pada hari kedua Lebaran. Waktu kecil, saya sering ikut Bapak ziarah ke makam karena Bapak memang tiap Lebaran mesti ziarah ke makam kakek dan nenek dari pihak Bapak yang sudah lama meninggal. Jangankan saya, Bapak juga gak begitu ingat, karena kekek dan nenek meninggal  ketika Bapak masih sangat kecil. Sedangkan dari pihak Ibu, nenek meninggal tahun 1960an. Saya masih ingat ketika nenek masih ada. Tapi kakek meninggal di tanah suci dan kami tidak tahu di mana makamnya.

 

Di Kukusan, ada dua tempat pemakaman. Tempat Pemakaman Keluarga di Jln Moh.Alif terletak di RT 01/RW05 dan Tempat Pemakaman Umum yang terletak di RT02/RW 06.

 

Baik dari pihak keluarga Bapak maupun keluarga Ibu saya, semua yang meninggal di makamkan di Pemakaman Keluarga. Kakek dan nenek dari Bapak di makamkan tanpa nisan sehingga seringkali agak sulit mengenalinya (baru kemudian, setelah saya usul kepada bapak agar diberi tanda, Beliau membolehkan tapi hanya untuk tanda saja, jangankan bangunan, pasangan bata sepanjang tubuh saja Beliau tidak mengijinkan). Saudara-saudara Bapak baik yang sekandung maupun Saudara ipar juga dimakamkan disini (Saat ini semua Saudara kandung Bapak sudah meninggal. Hanya tinggal 2 orang Saudara ipar Bapak  yang masih ada).  Nenek dari Ibu juga dimakamkan di Pemakaman Keluarga ini. Sedangkan Saudara kandung Ibu yang sudah meninggal, seorang Uwa dimakamkan di Pemakaman Keluarga; yang seorang lagi (Bibi) di Desa lain.

 

Kalo dari pihak isteri, kakek dan nenek, paman dan bibi dari pihak Bapak semua dimakamkan di Pemakaman Keluarga. Kakak tertua yang meninggal di usia masih cukup muda (terkena serangan jantung, meninggal tanpa menyusahkan yang hidup, tapi membuat geger karena sangat tiba-tiba) dan adik isteri yang juga meninggal di usia 39 tahun karena kena kanker juga dimakamkan di Pemakaman Keluarga. Tapi kakek dan nenek isteri dari pihak Ibu dimakamkan di Pemakaman Umum.

 

Jadi tiap Lebaran hari kedua (susahnya ketika Lebaran sering dirayakan berbeda, karena keluarga besar ini sebagian warga Muhammadiyah, sebagaian warga Nahdiyin),kami biasanya ziarah ke Makam Keluarga.Berdoa dan bersilaturahmi ke sesama penziarah yang semuanya masih keluarga. Membersihkan makam biasanya sudah dilakukan menjelang puasa. Bahkan karena Makam ini sudah ada Pengurusnya, semua diorganisir oleh Pengurus. Anggota keluarga hanya perlu membayar iyuran tahunan. Seingat saya cuma Rp. 20 rb per tahun per keluarga.

 

Setelah selesai berdoa dan bersilaturahmi dengan sesama penziarah di Makam Keluarga, kami kemudian pindah ke Pemakaman Umum. Tentu untuk berdoa bagi mereka yang sudah mendahului, tetapi lebih untuk saling bersilaturahmi kepada sesama penziarah. Di Pemakaman Umum, yang punya hak untuk dimakamkan adalah mereka yang penduduk resmi Kukusan. Mereka yang ber KTP Kukusan. Sampai saat ini kami semua masih saling mengenal satu sama lain. Entahlah beberapa tahun kemudian, karena masyarakat Kukusan semakin heterogen.

 

Sepulang dari makam, biasanya kami kumpul di rumah salah seorang anggota keluarga. Kalo gak di rumah Bapak/Ibu, mungkin di rumah Paman/Bibi. Makan siang bersama. Sayang, tahun ini kami tidak melaksanakannya karena di hari kedua Lebaran kami menjemput Ibu (mertua) yang minta pulang paksa dari RS Mitra Keluarga Depok. Acara ziarah makam diganti dengan berdoa selesai sholat dan menjenguk yang sehat, mudah-mudahan, akan punya makna yang mendalam ketimbang, ziarah ke makam. Semoga Ibu semakin sembuh.

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s