MEMBERI DULU, BARU MEMINTA

Ajaran untuk memberi, saling berbagi, merujuk pada hadist yang menyatakan bahwa TDA (tangan di atas); yang memberi, lebih mulia dari TDB (tangan di bawah); yang menerima. Faktanya, kita kok lebih sering meminta. Tetapi, kepada Allah yang maha memberi kita malah jarang (kalo gak mau dibilang gak pernah) meminta; jarang berdoa. Padahal kita diajarkan untuk meminta kepadaNYA. Apapun yang kita minta insya Allah akan diberi. Kita, bahkan, dianggap sombong kalo gak pernah meminta. Diriwayatkan bahwa ada tiga kemungkinan kalo kita meminta kepada Allah. Pertama, langsung dikabulkan, kedua : ditunda dan ketiga : diganti dengan yang lebih baik. Gak ada yang ditolak.

Kepada sesama manusia, sebaliknya. Kita diajarkan untuk lebih dulu memberi, insya Allah kita kemudian akan menerima/mendapatkan; the power of sedekah. Bahkan beberapa ajaran untuk menjadi KAYA, misalnya, menyarankan untuk LEBIH DULU BERAMAL kalo ingin BANYAK PUNYA DUIT. Sayangnya, kita malah sebaliknya. Minta melulu. Susah banget kalo mau memberi. Contoh sederhana : maaf. Kita dengar/baca, kata ini lebih sering diminta. Jarang kita mendengar orang memberi maaf. Masak sih ada kesan sombong kalo saya bilang, ya saya memberimu maaf. Padahal memberi maaf itu pekerjaan yang sangat mulia.

Kalo LEBARAN, perhatikan deh. Baik lisan atau tertulis, orang selalu meminta maaf. Belum pernah saya baca kartu ucapan yang menyatakan saya memberi Anda maaf saya dengan tulus dan ikhlas. Kalo memberi memang lebih mulia, kenapa kita tidak memberi (maaf) sebelum orang lain memintanya ? Coba baca, ucapan berikut ini : “Dengan tulus dan ihklas, saya memberi maaf atas segala kesalahan dan kehilafan Anda. Selamat Idul Fitri 1429 H. Taqobalallahu minna wa minkum”. Terbaca aneh gak ya ?

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s