SAJADAH MELINTANG

Ingat syairnya Bimbo soal Sajadah Panjang ? Saya gak hafal seluruhnya. Dan, frankly speaking, gak ada satu judul lagupun yang saya hafal syairnya. Nadanyapun, doel juga (maksud saya nadanya juga sumbang banget –gak pake saran lagi).

 

Filosofinya, sajadah memang dipasang memanjang. Ujung satu untuk kaki, ujung lainnya untuk sujud;  wajah menempel di sajadah. Ketika di Mesjid, gak semua sajadah dipasang memanjang. Banyak yang dipasang melintang. Artinya, ada bagian ujung sajadah yang, kalao dipasang memanjang, buat jatah kaki; ketika dipasang melintang jatahnya untuk jidat. Sudah sejak lama ini saya perhatikan. Rasanya seperti ada yang salah. Karena menentang kodratnya sajadah; yang harusnya dipasang memanjang.

 

Sajadah dipasang melintang terjadi jika jamaah di kiri atau di kanan gak bawa sajadah. Sebagai salah satu bentuk toleransi, yang bawa sajadah memberi bagian sajadahnya ke jemaah di sebelahnya. Sering memang, untuk yang punya sajadah dia ambil yang ujung  kaki; sedangkan untuk yang tetangganya diberikan ujung (yang biasa) untuk kepala; untuk wajahnya ketika bersujud.

 

Di Mesjid BPPT, misalnya, memang tidak disediakan sajadah karena marmernya dianggap bersih dan suci. Di Mesjid Al-Mujahidin, di loby kiri atau kanan juga gak disediakan sajadah karena kalo hujan tempias. Di sini ada peluang kita melihat sajadah dipasang melintang. Saya sendiri sering menolak (kalo kebetulan lagi gak bawa sajadah) dipasangin sajadah melintang; dengan alasan saya lebih suka wajah saya langsung ke lantai. Saya tetap pasang memanjang walaupun di sebelah saya gak bawa sajadah. Memang terasa seperti gak toleran ke tetangga sebelah. Untuk menghilangkan rasa itu, kadang saya bawa sajadah kecil saja. Mencoba menegakkan sesuatu yang (menurut kita) benar memang gak gampang.

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s