Motor Santo Hilang

Tadi malam, sekitar pk 19.30an, motor (yang selama ini dibawa) Santo ra’ib digondol maling. Setelah nutup depot di Jln. Nangka, karena air memang sudah habis, Santo nganter gallon ke Jl. Koja, Kukusan, yang banyak kost-kostan dan rumah kontrakan. Motor diparkir di halaman  berpintu gerbang. Setelah itu, katanya, dia ngobrol sebentar (dengan calon isterinya). Waktu dia denger pintu gerbang bergeser (atau digeser), buru-buru dia keluar. Ternyata, motor sudah gak ada. Padahal stang motor dikunci. Dia pikir siapa lagi yang jail alias iseng. Soalnya dia pernah ngalamin, motornya ada yang mindahin sehingga dia kebingungan.

 

Tanya sana-sini, gak ada orang. Padahal biasanya di warung sebelah banyak yang nongkrong. Kata yang punya warung, waktu dia nglintas motor masih ada. Dengan agak gemetar gitu, Santo coba cari-cari dan nanya-nanya. Katanya, beberapa waktu yang lalu, yang punya kontrakan juga kehilangan Honda Tiger, padahal cuma ditinggal nelpon kedalam.

 

Saya duga sih ninggalinnya lebih dari 10 menit. Karena konon, maling motor punya target dalam 5 menit dapet. Walaaah canggih juga. Lagian Santo kan ketemu calon isteri.

 

Sebenarnya, motor itu punya saya. Nama di BPKB dan STNK juga atas nama saya. Sejak beberapa bulan lalu, memang saya serahkan ke Santo untuk digunakan dalam rangka meningkatkan volume penjualan isi ulang air galon yang dikelolanya, punya saya. Honda Supra X tahun 2000 dengan No Pol. B 7650 UX saya peroleh dengan cara mencicil di Koperasi BPPT 8 tahun yang lalu. Masih cukup bagus. Ban luarnya, depan-belakang baru diganti minggu yang lalu. Memang sempat parah waktu dipake Abdi. Waktu itu Abdi njalanin usaha penjualan alat-alat penghemat dan pengaman (seperti alrm). Tapi sudah diperbaiki, walaupun stang dan peleknya terasa agak miring, sebelum Abdi pindah ke Sidoardjo.

 

Semalem saya sampe rumah dah jam 9an. Waktu dia lapor dan ceritranya sudah agak tenang, saya cuma bilang, setiap mahluk (hidup atau mati) ada yang punya. DIA yang MAHA memiliki. Maka akan kembali KEPADANYA. Kita Cuma DITITIPIN. Kalo itu masih rezeki kita, insya Allah akan kembali. Kalo ternyata memang harus diambil orang, kita harus instrospeksi. Kita minta agar dapet lagi yang lebih baik. Tentu gak gampang menghibur seperti ini, karena sesungguhnya saya juga sedang menghibur diri saya sendiri. Yang penting, pelajaran apa yang bisa diambil dari kejadian ini. Misalnya, jangan lengah kalo markir kendaraan. Periksa apa betul stangnya sudah dikunci. Pak Polisi lagi gencar-gencarnya mengingatkan masyarakat agar hati-hati. Di Jln Raya sepanjang Jl. H. Asmawi- Jln KH M Usman, Kukusan-Beji dipajang spanduk-spanduk gede dari Polres Depok dan Jajarannya. Pesannya agar hati-hati dalam memarkir kendaraan. Khususnya,  motor. Dalam sekejap motor anda bisa ra’ib.

 

Mudah-mudahan Santo bisa tidur pulas malam itu. Yang pasti dia gak mau makan malam. Dia bilang sih udah makan. Saya yakin banget kalo dia belon makan. Wong saya juga disela-sela tidur keingetan juga kalo motor Santo, eh motor saya,  hilang.

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s