Greget perubahan dalam Transformasi Bisnis BPPT

Oleh: Sulaiman Kurdi

 

Menapaki perjalanan BPPT kedepan, setelah eksis selama 30 tahun, saya kira sudah waktunya bagi kita untuk melakukan redefinisi (mendefinisikan ulang) tentang BPPT’s Business Philosophy. Business Philosophy yang saya maksud termasuk cara pandang (viewpoint), cara berpikir (thinking conception), cara berkehidupan (way of life), keyakinan (belief) dan Nilai-nilai prilaku kehidupan organisasi (values).  Kelima isu yang menjadi dasar rumusan filosofi bisnis BPPT perlu diturunkan dari Tugas Pokok dan Fungsi yang telah dikaji ulang pula.

 

Lalu mengapa kita perlu melakukan pendefinisian ulang itu, bukankah selama ini kita baik-baik saja, bukankah selama 30 tahun ini BPPT telah banyak memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara lewat teknologi? Bisa jadi memang klaim anda ini benar!! Tapi pernahkah kita berpikir bahwa ada kemungkinan “nilai” kontribusi yang selama ini kita yakini benar ternyata bukan lagi menjadi harapan para stakeholder kita 5 sampai 10 tahun kedepan. Kawan-kawan sekalian, seperti pepatah mengatakan “tidak ada sesuatu di dunia ini yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri, dan perubahan masa kini dan masa datang cenderung bersifat lebih cepat, menyeluruh, mendasar dan radikal”.

 

Bagi manajemen BPPT sinyal-sinyal ini sudah nyata terlihat, melalui pernyataan Men-PAN saat Ka. BPPT beraudiensi kehadapan beliau pada awal tahun 2008. Men-PAN mengatakan BPPT harus membuat pendefinisian ulang atas filosofi bisnisnya dengan apa yang disebutnya sebagai Concept, Competency, Connection, Contribution and Comittment. Dari tuntutan “5-C” beliau, jelas tuntutan perubahan bagi organisasi dan manajemen BPPT bukan lagi “incremental change” tapi “pervasive and radical change”. Ini sungguh bukan suatu yang mengada-ada, tapi sesuatu yang pasti dan nampaknya akan menjadi prasyarat dalam kita memperoleh anggaran, formasi pegawai baru, ijin pengembangan kelembagaan dan sebagainya.

 

Metoda, pendekatan, rumusan ataupun strategi yang dulu nampak unggul saat ini tidak lagi up to date  bahkan sudah usang dan tidak sesuai. Perlu kita pahami bhawa perubahan itu sesungguhnya telah ada sejak awal kita menetapkan suatu strategi. Tanpa kita sadari, perubahanan itu kini mungkin telah tumbuh dan berkembang menjadi suatu tuntutan yang menyeluruh, mendasar dan radikal. Kajian berkelanjutan terhadap perubahan lingkungan strategik memang mutlak dilakukan bagi organisasi yang ingin tetap eksis. Itulah yang disebut oleh Peter M. Senge sebagai Organisasi Pembelajar (Learning-Organization).

 

Lalu mengapa semangat perubahan yang terjadi dalam organisasi pada umumnya nampak kurang ada “greget”, kurang sistematis, kurang efektif, dan kurang terpelihara? Mari kita simak apa kata Prof. John Kotter dari Harvard Business School. Beliau mengatakan “Companies often struggle with vital transformation because the need to change doesn’t weigh heavily enough on the key players” dan tambahnya, “So much of urgency is an emotional determination to make something happen, to win, and to do it now”. Bagi saya kata-kata beliau dalam menggambarkan upaya perubahan (transformation) ini menekankan dua hal penting, yang pertama adalah “key player” dan yang kedua adalah “urgency”.

 

Lalu siapakah “key-players” itu? mereka tidak lain adalah para pemimpin, para pembuatan kebijakan dan strategi dalam organisasi. Dari buah pikiran, pernyataan (tutur kata) dan tangan merekalah lahir sebuah perubahan. Besarnya perhatian para pimpinan atas proses transformasi yang oleh Kotter diistilahkan sebagai “weigh heavily” memang menjadi kunci keberhasilan sebuah transformasi bisnis organisasi. Tanpa prakarsa strategis mereka, perubahan akan berjalan lambat (incremental) bahkan bisa sama sekali tidak terjadi. Pemahaman atas apa tuntutan perubahan itu, bagaimana ia berproses, apa yang harus diubah dan apa yang tidak bisa/ boleh diubah dan sumberdaya apa yang diperlukan untuk melakukannya, merupakan beberapa hal penting yang harus dipunyai oleh para Key-Players. Para Key-Players dalam organisasi harus punya kesamaan dan keselarasan tentang filosofi bisnis organisasi, dalam hal ini bagi BPPT, dituntut oleh MenPAN dalam rumusan ”5-C”.

 

Urgency,  adalah faktor kepentingan atau kebutuhan yang kritikal. Menurut Kotter tanpa ada definisi dan pemahaman yang jelas tentang sense of urgency maka tidak akan ada ”greget” untuk mewujudkan tujuan perubahan, tidak ada semangat juang untuk menang dan melakukannya sekarang. Menurut saya, rumusan urgency bukan sekedar olah kata untuk menyusun formulasi dalam kalimat-kalimat yang indah, tapi justru kejelasan alasan (reasons) dan isu (subtances) yang harus dinyatakan melalui kajian komprehensif.

 

Kembali lagi ke masalah kita, sepanjang sepengetahuan saya, di BPPT memang sudah ada tanda-tanda upaya melakukan perubahan-perubahan. Hal ini bisa dilihat dari berapa kali kita melakukan ”bongkar-pasang” Visi-Misi, berkali-kali kita melakukan perombakan struktur organisasi, berkali-kali kita merumuskan ulang Rencana Strategis, berkali-kali pula kita juga telah mendiskusikannya dalam berbagai Kelompok Kerja (pokja) yang dibentuk untuk itu. Tapi hasilnya..? tidak lebih dari sekedar rumusan tertulis dalam bentuk kertas kerja yang di cover indah atau paling ”banter” ditetapkan menjadi Surat Keputusan, yang kemudian menjadi penghuni permanen rak-rak buku dan lemari para pimpinan, tanpa sempat melihatnya, menjadikannya pedoman operasional apalagi mengevaluasinya.

 

Kalau memang BPPT berniat melakukan transformasi seperti yang diminta oleh MenPAN, ada baiknya kita merenungkan dan memahami apa yang disampaikan oleh John Kotter diatas yaitu para pimpinan yang mempunyai perhatian besar terhadap pentingnya perubahan dan memahami alasan urgency-nya agar mempunyai ”greget” dalam melaksanakannya.

 

Selamat Ulang Tahun BPPT yang ke-30… semoga engkau tetap berjaya!

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s