LapTop untuk Annissa

Menjelang dimulainya Semester Pendek di FE-UI, saya bilang ke Annissa, anak kedua kami yang baru saja menyelesaikan tahun pertamanya di Program S-1 Ekstensi FEUI, bahwa kalo IPKnya setelah semester pendek ini 3,5 atau lebih dia boleh punya Laptop sendiri. Ini setelah dia ceritra secara gak langsung kalo IPKnya hampir saja sampe ke 3,5 walaupun IPnya pada semester 6 sudah lebih dari 3,5. Responnya waktu itu, wah boleh tuh sebagai motivator.

 

Saya suka memberi hadiah buat anak-anak dan keponakan saya pada akhir semester. Pada keponakan saya yang masih SD, biasanya saya tawarin begini. Siapa aja yang rapornya ada nilai 9, akan dapat hadiah masing-masing 10rb untuk setiap angka 9 di rapor; tapi gak termasuk angka 9 untuk ijin, sakit dan alpha. Kadang ada yang nyodorin rapornya. Noval pernah, Aldi pernah, Ulfa juga pernah. Tapi sekarang dah jarang. Jangan-jangan rapornya gak lagi ada angka sembilannya.

 

Waktu Nissa di MTs (Madrasah Tsnawiyah)  saya malah sering kebobolan, karena untuk tingkat SLTP nilai hadiahnya naik jadi 25 rb per angka 9. Dari kelas satu sampe kelas 3, dia sering dapet hadiah. Gak apa-apa sih, saya senang. Lagian, selama di MTs saya gak pernah bayar SPP karena dia juara kelas terus (di MTs Muhammadiyah Depok, selain anak yatim, juara kelas juga bebas SPP).

 

Waktu Nissa di SMA Negeri 1 Depok dan juga waktu mulai kuliah di Program D-3 Akuntansi FE-UI, saya tetap kasih hadiah. Nilai A hadiahnya 100rb. Setelah 3 tahun menempuh Program D-3, Nissa lanjut ke Program S-1 Ekstensi (sekarang disebut Kelas Paralel).  Dia sengaja ambil semester pendek, agar bisa selesai dalam 4 semester.

 

Semester pendek sudah lewat dimana Nissa ambil 3 mata kuliah masing-masing 3 SKS.  Dua hari yang lalu, mamanya bilang ke saya. Katanya, Nissa tanya, apa bener apa yang saya bilang diawal semester pendek. Saya jawab iya, masa sih saya harus ingkar janji. Kan selalu ada hadiah untuk mereka yang berprestasi.

 

Terus terang, ide ini saya nyontek dari mas Riman (saya gak ingat nama lengkapnya). Mas Riman adalah seorang tukang batu yang pernah kerja waktu rumah pertama kami dibangun. Ceritra tentang Mas Riman ini saya dengar dari isteri saya yang jadi guru anaknya mas Riman. Namanya Susi (nama lengkapnya saya gak ingat, sekarag katanya Dokter di Rumah Sakit Marinir, Cilandak) waktu sekloah di SD Ciganjur 02 Petang (waktu itu masih masuk Kecamatan Pasar Minggu). Susi memang anak yang pintar dan rajin. Kalo dapet nilai jelek dikecewa sekali dan murung (jangan-jangan karena gak dapet hadiah dari bapaknya). Ternyata, setiap nilai bagus, angka 9 yang diperoleh dirapor akan ada hadiahnya. Karena ister saya cuma ngajar Susi sampe Kelas 2, selanjutnya dapet ceritra kalau Susi diterima di FK-UI dan sudah bebetrapa tahun yang jadi dokter.

 

Kembali ke LapTooop. Kemaren saya dikasih dua brosur yang menawarkan Laptop. Saya bilang ada budgetnya. Tapi bisa pilih yang tercanggih di kelasnya. Pilihan ada 2 merek, yaitu Toshiba atau Compact. Boleh juga Lenovo.  Saya yakin, dalam beberapa hari saya akan dapet ”price quotation”. Tunggu aja.

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke LapTop untuk Annissa

  1. citra berkata:

    mau dong jadi sodaranya…hehehhe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s