Gerakan Hemat Energi dan Hemat Air.

Energi listrik dan Air mulai langka. Kalo orang ekonomi bilang, mulai mahal. Keduanya, terutama air, sangat dibutuhkan dalam hidup dan kehidupan manusia, termasuk binatang (kalau dia dipelihara jadi khewan) dan tumbuhan (kalo dibudidayakan jadi tanaman).

 

Kehidupan manusia, teruatam di kota, gak bisa lepas dari energi listrik. Buat penglihatan (maksute penerangan), buat pendengaran (buat berita dan hiburan, termasuk musik), juga buat kesegaran (pendingin buatan) dan daya (buat masak, buat minum, dan sebangsanya).

 

Bisa dibayangkan hidup di kota besar seperti Jakarta, tapi listrik mati. Bukan hanya kegerahan kalau berada dibangunan gedung yang dirancang pake AC. Lebih fatal, di jalanan bisa saling serobot dan berpotensi timbul kecelakaan lalu lintas. Pastinya kesemrawutan lalin akan terjadi karena prilaku kita yang gak sabaran. Apalagi kalo gak ada yang ngatur.

 

Emang sih kita dah denger dari PLN bahwa pasokan energi listrik kita mengalami defisit. Artinya jumlah yang dibutuhkan lebih besar ketimbang jumlah pasokan. Ada aja penyebabnya. Ya pasokan batu-bara yang terlambat karena pasokan solar macet; karena gelombang laut yang tinggi atau karena kerusakan di pembangkitnya. Pemadaman bergilir (bukan Piala Bergilir lho) ditempuh untuk mensiasati defisit pasokan. Bahkan ada kesepatan beberap menteri untuk menggser hari kerja bagi industri yang memang sangat tergantung pada pasokan listrik ini.

 

Penghematan energi listrik dalam konteks defisit pasokan memang sangat relevan. Lain halnya kalo pasokannya memang surplus; berlebih. Listrik kan susah nyimpennya, walaupun tent saja bisa disimpan di accu, misalnya.

 

Air juga begitu. Kalo secara makro, air kan terus ngalir. Kalau gak dipake ya hilang aja. Makanya kemudian disimpan di waduk. Khusus untuk air bersih, jumlahnya memang terbatas. Berapa banyak sih dari kita yang sudah mencukupi konsumsi air bersihnya. Dikit. Baru dikit masyarakat Indonesia yang bisa menikmati air bersih. Boro-boro air yang siap minum seperti ”water tab” kayak di Amrik atau di Australia atauwa di mekah dan di Madinah. Air siap untuk dimasak aja masih susah.

 

Makanya, pemerintah SBY mencanangkan gerakan hemat listrik dan air bagi gedung-gedung kantor pemerintah, baik di pusat maupun di daerah. Hemat maksudnya efisiensi. Gunakan listrik dan air secara efisien. Artinya sesuai dengan kebutuhannya. Jabarannya kebawah bisa juga ”miss-leading”. Menghemat harus berarti mengurangi. Untuk menghemat listrik, jam operasional dikurangi.  AC dimatikan 1 jam sebelum jam kerja. Lift hanya satu yang beroperasi. Gak boleh masak air. Gak boleh masak-masak dah. Ada yang bercanda, wudhu sekali aja. Sholat dzuhurnya entar aja kalo dah deket ashar.

 

Berhematlah, tapi jangan mengorbankan kebutuhan yang mendasar. Itu akan menurunkan kesejahteraan. Padahal berhemat maksudnya untuk meningkatkan kesejahteraan kita semua. Iya kan.

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s