Hari in 29 Tahun (Yang) Lalu

Hari ini, maksud saya tanggal ini, 15 Agustus 1979 saya mulai kerja di BPPT. Walaupu Keppres tentang BPPT tertanggal 21 Agustus 1978, suasananya masih ATP (Advanced Technology Pertamina) banget.  Stuktur gaji masih ikuti pola Pertamina; Insinyur Gol 6; Sarjana Sosial Gol 7. Waktu itu Gedung 1 BPPT masih disebut Gedung Menara Patra. Organisasi BPPT masih menata diri. Pekerjaan masih mencari pola. Saya ditempatkan pada (Proyek) Studi Pengembangan Desa, Direktorat Analisa Sistem, lebih dikenal ORSA-BPPT.  Proyeknya belum ada. Wong baru dirancang.

Saya kilas balik sedikit waktu test masuk. Waktu itu peserta testnya ada 21 orang. Ingat saya dari IPB waktu itu ada beberapa orang. Yang paling saya ingat: saya, Sulaefi (sekarang Dr. Ir. Sulaefi) dan Ansari (sekarang Ir. Ansari Buhari, MBA, Dirjen ILMTA, Deperin). Yang lulus tahap berikutnya cuma saya dan Sulaefi (Untung Ansari gak lulus, kalo lulus gak jadi Dirjen). Kami berdua kemudian sampai tahapan wawancara dan diminta untuk membuat paper. Saya ingat yang mewawancarai saya adalah Ir. bambang Setiadi (sekarang Dr. Ir. bambang Setiadi, mantan Deputi Ka. BPPT, mantan Deputi Menristek, sekarang Kepala Badan  Standarisasi Nasional).

Beberapa tokoh di Direktorat Analisa Sistem waktu itu adalah mendiang Dr. Burhan Napitupulu (Direktur) dan Senior-senior seperti Drs Komarudin (mantan Deputi Analisis Sistem, kemudian Deputi PKT, Deputi Adm di Kantor MenPAN), Drs Subroto Ary (mantan Direktur PSSEPW), Drs. Ibrahim Hubeis, Almh Ir. Himatjandra, Bu Endang, dr. Made, mbak Roes. Juga Pak Marbun dan pak Alim Samosir. Saya cuma sebentar ikut kepemimpinan Pak Burhan, karena kemudia beliau diganti oleh Pak Billy (Prof. Dr. Satryo Budihardjo Yudono -SBY, Deputi Menristek yang Guru Besar Ekonomi dari UI). Waktu itu DirSA menempati sayap selatan lantai 13, yang kemudian (setelah PRE, Palembang Rice Estate Pertamina pindah) DirSa menempati Lantai 5 dan Lantai 6 Gedung 1.

Diawal-awal pekerjaan pada Studi Desa adalah involve dalam kajian sosial ekonomi Solar Village Project, kerjasama Indonesia Jerman. Pelaksana utama proyek ini adalah Direktorat Pengembangan Teknologi. Kegiatan utama proyek ini adalah mengkaji dan menerapkan teknologi (maju) untuk pembangunan desa. Ada dua desa kasus dimana teknologi maju diterapkan, yaitu desa pertanian (Kampung Picon, Desa Undar-Andir) di Serang dan desa nelayan (Desa Cituis) di Tangerang. Teknologi yang diterapkan adalah teknologi luar angkasa; panel surya untuk menangkap energi matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Juga teknologi konversi energi lainnya seperti Bio-gas dan bio-massa lainnya.

Kemudian ada juga sponsor dari negara lain, misalnya dari Jepang. Waktu itu Kyocera juga menawarkan untuk menerapkan teknologi photovoltaic untuk pedesaan. Kami sempat survei ke beberapa tempat di sekitar Tangerang dan Bogor, juga di Jateng dan Jogya (Gn Kidul). Saya ingat, waktu itu bersama-sama dengan Pak Yanto (Ir. yanto Tatang Rahadja) dan mbak Tenong (Ir. Sri Rudatin Siswanto, MSC). Terakhir di sebuah desa (lupa nama desanya)  di Parakan Salak, dimana kemudian proyek ini menjadi cukup besar dengan sistem desentralisasi pembangkit photovoltaic.

Ketika energi alternatif, diawal tahun 1982an, tim Studi Desa pernah ditugasi oleh Pak Wardiman (waktu itu, Ir Wardiman Djojonegoro sbg Direktur SA yang kemudian Mendikbud-RI) untuk terlibat dalam Proyek Ethanol di Tulang Bawang, Lampung; di kawasan pemukiman transmigrasi. Proyeknya waktu itu mencari energi alternatif dengan memanfaatkan ubi kayu untuk menghasilkan ethanol, yang kemdian dicampur dengan premium. Kajian ini, kemudian, saya gunakan untuk bahan Tesis saya ketika menyelesaikan studi S-2, Magister Sains di Jurusan Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan IPB.

Kesempatan studi S-2 di IPB (thn 1983-1985) saya nikmati benar. Idealismenya waktu itu bagaimana membangun bangsa dari desa (ingat semboyannya Majalah Trubus). Di S-2 PWD IPB dosen favorit saya adalah Dr. Ir. Lutfi Nasution (sekarang Prof dan mantan Kepala BPN) dan Dr. Ir. Isang Gonarsyah (skrg sudah Prof, pastinya. Pak isang sempat sama-sama diasrama Wisma Raya waktu mahasiswa). Beberapa orang teman saya waktu S-2 sdh lama gak ketemu. Harry Hartono (dosen FMIPA-UI) juga jarang ketemu lagi. Pernah juga ketemu dgn Benny Binilang (Dosen Geografi di Univ Negeri Manado). Yang lain gak pernah kontak.

Kembali ke kantor setelah lulus S-2, langsung ditawari untuk S-3 di luar negeri. Pak wardiman sendiri waktu saya lapor kalau saya sudah lulus S-2  yang menawari. Kemudian saya ambil kursus B. Inggris, berbulan-bilan gak lulus-lulus. Payah, lidah combro.. gak bisa-bisa cas cis cus..

Sempat berangka juga ke Amrik; diterima sbg PhD student di Department Planning, Texas A&M University. Waktu itu saya ketemu dengan Nurmahmudi Ismail (Mantan Menhut dan skrg walikota Depok). Gak lama di College Station, saya pulang ke Indonesia krn saya gak terlalu mudah menyesuaikan keadaan, Setelah kembali ke Indonesia sempat juga terlibat pada kegiatan-kegiatan awal kajian tentang Indonesia Bagian Timur. Waktu itu lebih fokus di NTB (Nasib Tergantung bali) dan NTT (Nanti Tuhan Tolong). Juga kegiatan di Kalimantan Selatan. Tim lama saya waktu itu berempat; saya, alm Soleh Iskandar, mbak Tenong dan Adi Saptari (sekarang Prof di Malaysia).

Ceritra selanjutnya, thn 1992 berangkat ke Brisbane-Australia, menyelesaikan S-3 in Economics dan kembali Juni 1997, pas krismon dan setahun berikutnya huru-hara jakarta bulan Mei 1998.

Kemudian setalah ada reorganisasi (waktu itu nyebutnya Revitalisasi) saya sempat dipromosikan untuk menduduki jabatan eselon-2, tapi gak kepilih (krn waktu itu metodenya pemilihan oleh staf untuk diusulkan). Kemudian dengan jabatan fungsional Peneliti Madya, saya mencapai Pangkat IV/b. Waktu itu menjabat struktural eselon-3, dan kemudian tahun 2003 dipromoisikan sebg pejabat eselon-2 sebagai Direktur Pusat Difusi Teknologi. Tahun 2005, benar-benar tahun yang luar biasa. Saya sempat menjalankan tugas sebagai Plh Deputi PKT (5 bln) dan disaat yang sama sebagai Plh Dir PPKTPW. November 2005, dilantik sbg Dir PPKTPW dan April 2006 sbg Direktur PPKPDS (organisasi baru di PKT, karena masuknya Pusat Audit Teknologi). Sekarang, menjelang-jelang HUT BPPT ke-30 saya sudah 29 tahun bekerja di BPPT. Gak (bukan belum) banyak yang sudah saya kontribusikan bagi BPPT. Tapi saya sudah merupakan bagian dari BPPT. Kontribusi saya akan lbh banyak kalo saya bersedia memberi kesempatan kepada kader-kader pemimpin BPPT untuk melanjutkan roda orgnisasi ini. Selamat Ulang Tahun BPPT.

Iklan

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Hari in 29 Tahun (Yang) Lalu

  1. Hayun berkata:

    Mantap sekali Pak Muchdie. Kangen rasanya dapat bertemu dg Pak Muchdie dan teman teman lainnya mengenang masa lampau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s