Barang Siapa Ingin Sehat maka Hendaklah Ia (Sering) Menulis

Marva the GranSon

Marva the GranSon

Artikel ini sungguh menarik. Saya ambil dari posting Pak Yusuf Iskandar yang secara sangat jenaka menuliskannya. Saya setuju..makanya saya kasih judul seperti itu, analog dengan apa yang sering dilakukan nenek isteri saya almarhumah. Barang siapa yang ingin sehat.. maka hendaklah ia (sering-sering) menyapu halaman. Selamat membaca.

Di dalam pesawat Jakarta – Jogja, saya membunuh waktu dengan membuka-buka koran Media Indonesia, terbitan tanggal 24 Juli 2008. Saya menemukan sebuah artikel yang sangat menarik. Menarik karena topiknya terkait dengan kesukaan saya menulis. Judul tulisan itu adalah “Menulis Bisa Sembuhkan Semua Penyakit” (selengkapnya di Media Indonesia, 24 Juli 2008).

Sangking semangatnya saya mencerna tulisan itu, sampai saya baca beberapa kali. Sebab saya menemukan sesuatu yang luar biasa yang selama ini tidak pernah terpikir meski bisa terasakan, dan ternyata kini ada yang sudah membuktikannya.

Tersebutlah Gatut Susanta yang telah membuktikan bahwa menulis itu sehat dan sehat itu bisa dicapai dengan menulis. Resep yang didapatnya tanpa sengaja itu kini dirasakan kemanjurannya. Komplikasi penyakit yang ada pada dirinya selalu dilawannya dengan menulis, setiap hari.

Itulah yang dialami langsung Gatut Susanta, 43, warga Kota Bogor, Jawa Barat, kelahiran Madiun, Jawa Timur. Lima komplikasi penyakit, yakni hepatitis, gagal ginjal, pengentalan darah dan penyempitan pembuluh otak, serta infeksi kandung kemih, yang dideritanya sejak Februari 2005, bisa sembuh total.

“Obatnya menulis dan terus menulis hingga akhirnya saya bisa menyelesaikan 15 judul buku,” tutur insinyur sipil itu saat ditemui Media Indonesia di ruang VIP RS Karya Bhakti Bogor.

Lalu, apa hubungannya antara giat menulis dan proses penyembuhan suatu penyakit, terutama penyakit yang sangat serius, seperti kanker dan sejenisnya?

“Mungkin dengan menulis, akan membuat orang selalu tenang, menerima dan mensyukuri apa yang diterima dan dialami saat itu, dan tetap berusaha untuk sembuh,” kata Gatut.

Penjelasan Gatut yang terakhir inilah yang bagi saya paling masuk akal. Bagi orang yang suka menulis, seringkali tidak ada bedanya antara pengalaman baik atau buruk, peristiwa menyenangkan atau menyedihkan. Situasi dan kondisi seperti apapun sepertinya membangkitkan energi untuk mengekspresikannya dengan penuh rasa menerima dan bersyukur. Bahkan ketika sedang tidak ada kejadian menarik pun lalu dicoba-coba berbuat keisengan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda guna membangkitkan ide dan inspirasi.

Hal-hal yang menjengkelkan bagi orang lain, bagi seorang penulis justru menjadi pengalaman menarik dan menimbulkan inspirasi untuk menangkap hikmahnya untuk dituangkan ke dalam tulisan. Pengalaman buruk bagi seseorang, di pikiran seorang penulis bisa menjadi pengalaman yang berharga. Kejadian tidak biasa, bagi seorang penulis justru menjadi pengalaman langka yang terlalu sayang untuk dilewatkan.

Pendeknya tidak ada hal-hal buruk yang membuat jengkel, sedih, susah, repot, rumit, melainkan kemudian bisa dimanipulasi (bukan dihilangkan) untuk dinikmati agar tidak membuat stress, melainkan dapat dinikmati dan dihikmahi dengan rasa syukur.

Maka yang penting sekarang, sehatkanlah dan sembuhkanlah penyakit Anda dengan giat menulis. Tentang apa saja, tidak peduli apapun gaya penulisan Anda. Mau gaya dada, gaya punggung, gaya kupu-kupu, gaya batu atau tanpa gaya sekalipun. Berani menulis dulu, baik dan benar kemudian. Jadikanlah sehat dan sembuh sebagai salah satu tujuannya, agar Anda tidak punya waktu untuk memikirkan komentar “miring” orang lain, melainkan menjadikan komentar “miring” itu sebagai pengungkit ide dan inspirasi untuk menulis lagi dan lagi dan lagi…..

Tidak percaya? Menulis dan teruslah menulis….., maka nanti Anda baru akan mempercayainya. Selamat menulis.

Yogyakarta, 25 Juli 2008
Yusuf Iskandar

Tentang Eid

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s