Urus Paspor Sendiri : Mudah dan Murah

Sebenarnya gak terlalu urgen untuk punya paspor. Apalagi paspor hijau (pribadi). Paspor biru (dinas) sempat 3 kali punya. Tapi setelah menduduki jabatan lbh dari 6 tahun, belum pernah sekalipun pake paspor (maksute belum pernah ke LN, kacian bgt). Untuk bikin Paspor Hijau dulu sering ditawarin, waktu sering ke Batam dan Tanjung Pinang. Bayangin aja, Kepala Kantor Imigrasinya mahasiswa dan bahkan ada Lurah yang ikut kuliah. Kalo mau bikin gampang. Tapi saya gak pernah tertarik.

Baru-baru ini beberapa staf saya minta surat keterangan untuk buat paspor hijau karena keperluan pribadi. Ada yang jenguk isteri yang sedang belajar di LN; ada yang cuma untuk jalan-jalan ke LN (hebat..ya..). Saya tanya, susah gak sih ngurus paspor ? Soalnya bikin KTP di Depok sempet berbulan-bulan. Anak saya habis 200rb.  Karena KK harus ganti dan didenda, KTPnya juga telat perpanjang dan didenda. (Info terakhir karena ketidakmampuan Pemda, denda dihapus).

Kata temen-temen, sebenarnya sih gak susah. Waktunya yang sering gak jelas. Ada kecenderungan untuk ambil jalan pintas, menggunakan Biro Jasa. Sepanjang aturan membolehkan, ok-ok aja sih. Prosedur normal butuh waktu 5 hari kerja. Tapi bagi yang ingin lebih cepat, tersedia juga “rate” yang untuk satu hari. Seorang teman, tinggal di Bekasi, melalui Biro Jasa urus di Jakarta Barat. Selesai dalam satu hari biayanya 900an ribu. Teman yang lain, urus di Jakarta Selatan, langsung minta bantuan orang dalem habisnya 700an ribu. Biaya Biro Jasa emang sekitar 200an ribu.

Beberapa waktu yang lalu, saya diminta untuk ke Batam. Terus sekretaris saya tanya, jadi gak bikin paspor hijau, karena mau dibuatkan surat keterangan dari kantor (Di Kantor Imigrasi Depok, surat keterangan seperti ini gak diperlukan, tapi kalo ada lebih baik supaya kalo wawancara bisa lebih gampang). Ya udah, berbekal surat itu, lalu saya coba datang aja langsung ke Kantor Imigrasi Depok (lokasi di Jalan Margonda, deket putaran Balaikota dari arah Pasar Minggu untuk kendaraan yang bukan ke Balaikota) dengan membawa fotocopy Kartu Keluarga, KTP dan Akte Nikah (soalnya saya gak punya Akte Kelahiran). Ternyata syaratnya emang cuma 3, yaitu KK, KTP dan Akte Lahir (kalo gak punya bisa ganti pake akte nikah atau Ijazah).

Waktu tanya gimana prosedurnya, saya diminta langsung  ke Tukang Foto Copy untuk mendapatkan aplikasi bermeterai 3ribu rupiah dan formulir data diri. Diminta bayar 10 rb, dah termasuk meterai yang 3rb. Isi lengkap. Terus ambil nomor antrian untuk membuat Tanda Terima Berkas. Setelah dipanggil dan berkas diterima saya diberi tanda terima dan dijelaskan untuk membawa dokumen asli pada waktu wawancara di hari ketiga. Udah selesai. Butuh waktu sekitar 30 menit. Karena menjelang liburan sekolah, banyak juga yang mau urus paspor. Waktu masukin berkas saya dapat urutan no 31. Itu sekitar jam 10 pagi.

Pada hari ketiga, berbekal surat tanda terima berkas pendaftaran saya sampe di Kantor Imigrasi sekitar jam 9 pagi. Lapor di loket pendaftaran. Diantar ke ruang tunggu. Nunggu sekitar 15 menit, saya dipanggil ke loket pembayaran. Gak pake nungu lama, bayar 270ribu dengan rincian buku paspor 48 halaman 200rb, foto 20rb dan sidikjari 50 rb. Terus nunggu lagi untu foto dan sidik jari (Kayaknya sih ada juga seling-selingan, tapi ok aja sepanjang ngak ngeselin kalo ada yang nyalib). Dapet urutan 11, saya dipanggil untuk foto dan sidik jari. Sayang operatornya masih baru belajar. Ada dua jari saya yang gak kerekam. Terus keluar lagi untuk nunggu wawancara. Gak sampe lima menit dipanggil untuk wawancara. Sifatnya konformasi data yang sudah diisi. Tanda tangan di paspor dan di foto. Selesai.

Di loket Pendaftaran, tunjukkin Kwitansi pembayaran. Lalu diinformasikan jam berapa bisa diambil. Selesai sudah urusan. Jam baru menunjukkan pk 9.55. Jadi pada hari ketiga, butuh waktu sekitar satu jam.

Gampang kan…

About these ads

Tentang muchdie

Blog ini merekam pemikiran, ucapan dan tindakan saya di berbagai aktivitas; sebagai pekerja, pemilik pekerjaan & profesi, pemilik bisnis dan investor serta sebagai saya sendiri.
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s