Marva : Our Grandson

n645669584_1331002_12991

Shodaqoh Memang Ajaib…

“Sesungguhya shodaqoh bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai macam bencana, sekalipun pelakunya orang faajir(pendosa), zhalim, atau bahkan orang kafir, karena Allah akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara shodaqoh tersebut” (Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)

Pada suatu malam ada seorang pengemis yang mengetuk pintu salah seorang ulama. Sang ulama bertanya pada istrinya mungkin ada yang bisa diberikan pada si fakir. maka sang istripun menjawab, “Kita tidak punya apa-apa selain 10 butir telur.

Sang ulama berkata, “Berikan telur-telur itu kepadanya!” Sang istri kemudian memberikan telur-telur itu kecuali satu butir saja yang akan ia sisakan untuk anak-anaknya.

Tidak berapa lama kemudian ada orang lain yg menetuk pintu sang ulama tersebut, dan memeberikan kepadanya sebuah kantong, yang didalamnya berisi uang 90 dinar. Sang ulama bertanya pada sang istri tentang jumlah telur yang ia berikan pada si fakir tadi. Istrinya menjawab “Sembilan butir telur”. Sang ulama kemudian berkata, “Uang ini jumlahnya 90 dinar, berarti satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali.”

Dari buku : Shodaqoh memang ajaib; Khoolid Bin Sulaimaan Ar-Rob’i ; Daarul qoosim

Keajaiban Sedekah

…dari Rumah Duafa…untuk mengingatkan saya :


Saudara ku, pertolongan ALLAH tidak sepert i aranya manusia sekali diharapkan langsung dateng. Semua dibutuhkan “kerja keras” dan SABAR. Al Qur’an sering menganjurkan spy manusia itu bersabar (jadikanlah sabar dan sholat itu sbg penolongmu). Jika kamu lihat hari ini pertolongan Allah sudah datang kepada seseorang (dr testimoni) mungkin dari dulu mereka2 itu sudah sering bersedekah, bukan hanya sekarang2 ini aja mereka bersedekah. Jadi maksudnya mereka telah menanam benihnya dr dulu dan sekarang mereka menuai hasilnya, begitu kurang lebih artinya. Tapi jika Allah menghendaki biarpun baru mulai sedekah tidak ada yg dapt melarangNYA utk membalas langsung, jadi intinya semua keputusan hanya ada di “tangan” Allah yang absolute.


Beberapa tips yg mungkin bisa membantu yg saya dapati dr pengalaman:


1. Bersedekahlah sebelum kamu diminta (jadikan kebiasaan memberi sbg ladang ibadah yg rutin dan carilah tempat kemana utk menyerahkan sebagian kecil dari rezeki mu itu).


2. Jangan menunggu setelah ada bencana baru sibuk2 nyariin kotak amal utk bersedekah atau kalo lagi kepepet kayak sekarang ini.


3. Perhitungkan 2,5 % dr total income adalah hak milik si fakir atau masjid dsb.


4. Jauhkan sifat ragu2 terhadap pertolongan Allah krn kalo “berbinis” dgn NYA sudah pasti akan mendapat keuntungan krn janjiNYA tidak pernah gagal. Lain halnya kalo bisnis dgn teman.


5. Sabar dan Ikhlas serta buanglah jauh2 sifat kikir krn salah satu fungsi sedekah adalah utk mengikis kekikiran di hati di samping “menyucikan” harta dan akan dilipat gandakan.


6. Jangan menunggu kalo sudah punya/mampu baru mau sedekah. Bersedekahlah walaupun pd saat tidak punya, maksudnya jika terasa gaji ngepas banget setiap bulan maka kuatkan hati utk menyisihkannya. Jikapun tidak mampu dgn harta bersedekah lah dgn tenaga, pikiran, waktu, ilmu dsb. Jika kita ringan tangan membantu orang lain insyAllah Allah pun akan lebih ringan membantu kita.


7. Review kembali segala perbuatan kita terutama dlm bulan suci ini, perbaiki kata2, perbaiki hubungan sesama manusia terlebih hubungan dgn Yang Kholiq. Karena kita manusia banyak kekurangan maka dr itu mari kita belajar melatih dan mendisiplinkan diri, insyaAllah usaha kita tidak akan dikecewakan Allah. Segala perbuatan baik atau buruk, perhitungan Allah sangat cepat dan pasti mendapat ganjaran.

Rahasia Anak Cerdas

Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya cerdik, pandai dan arif melebihi anak lain. Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan.

Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan

Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.

Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak

Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik.

Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai “guru pribadi”. Para pakar menyatakan, “Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya.

9 Rahasia Membuat Anak menjadi Pandai/Jenius

Penulis rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak.

1. Belajar Musik.  Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri minum Air Susu Ibu. Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan kesehatan. Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan.  Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak junk food. Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk rasa ingin tahu. Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca. Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak.

8. Makan pagi. Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.

9. Bermain permainan pengasah otak. Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah.

Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient. Para pakar menyatakan, “Matikan tv, mintalah anak keluar rumah, mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat.”

Sumber : (Yu Meifeng/The Epoch Times/prn)

Rasulullah, The Real Retention Leader

Lompat pagar. Istilah tersebut memang lebih sering dipakai di dalam pembicaraan tentang partai. Terkadang anggota bahkan pendiri partai A berpindah ke partai B yang kemudian menjadi rival di lapangan.

Hal ini juga berlaku di perusahaan, organisasi, lembaga dan berbagai perkumpulan yang menuntut soliditas. Masalahnya adalah jika yang berpindah adalah orang-orang pilihan bahkan pendirinya.

Pasti sudah terbayang oleh kita, apa yang akan terjadi. Orang terbaik itu pindah dengan membawa segepok data, info, pengalaman berikut jeroan semua hal yang ada di perkumpulan sebelumnya. Karena kini, dia berjuang maksimal untuk lembaga barunya yang berubah menjadi rival utama bagi lembaga yang lama.

Organisasi yang sukses tidak akan tercapai bila tidak memiliki orang-orang yang terbaik di bidangnya. Dan orang-orang yang terbaik ini tidak akan bertahan pada satu organisasi bila tidak dipimpin oleh pemimpin yang memiliki kemampuan untuk senantiasa memotivasi anggota-anggotanya untuk selalu berkarya dan membangun organisasi mereka bersama-sama.

Issue mengenai cara mempertahankan orang-orang terbaik dalam suatu organisasi ini memang tidak pernah ada habisnya, hanya mungkin namanya saja yang berganti-ganti sesuai trend bahasa yang digunakan oleh para pakar organisasi dan manajemen pada jamannya, misalnya Talent Management, Talent Retention, dan lain-lain.

Membicarakan tentang pemimpin yang memiliki kemampuan di atas, dalam dunia organisasi dan manajemen, kita mengenal yang disebut dengan Retention Leader. Secara definisi, Retention Leader, dapat diartikan sebagai orang atau pemimpin yang berada di garda depan dalam memotivasi anggotanya dan dapat mempertahankan orang-orang terbaik dalam suatu organisasi agar tidak pindah ke organisasi lain.

Pertanyaannya adalah apakah memang ada orang yang bisa dinobatkan sebagai The Real Retention Leader? Jawabannya adalah jelas ada! Siapakah Beliau?

Kita tidak perlu sibuk untuk cari ke sana kemari tokoh-tokoh besar dunia atau CEO-CEO pada perusahaan-perusahan besar dunia yang dianggap berhasil sebagai Retention Leader. Cukup kita fokuskan kepada manusia yang paling kita cintai, yang paling legendaris, yang terbukti kehandalannya serta yang tak terkalahkan, yaitu teladan kita : Muhammad, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Sebagai contoh puncak dari kehebatan Rasul sebagai Retention Leader adalah ketika Ka’ab bin Malik konsisten untuk tetap bertahan dalam jamaah kaum muslimin di saat ketidaknyamanan menyergap seluruh sendi kehidupannya. Ketika itu ia dihukum oleh seluruh komunitas muslim di Madinah. Posisinya sangat terjepit. Dia harus mendapatkan punishment karena kesalahan yang dilakukannya sendiri. Telah diputuskan bahwa Ka’ab harus dihukum dengan cara dikucilkan, tidak ada satupun masyarakat yang diijinkan berbicara dengannya.

Sebagai puncak hukumannya ketika telah memasuki hari ke-40, Ka’ab diperintahkan untuk menjauhi istrinya. Ka’ab memerintahkan istrinya untuk pulang ke rumah orangtuanya sementara waktu. Hukuman tersebut berlangsung selama 50 hari. Waktu yang sangat lama untuk sebuah hukuman didiamkan seluruh penduduk kota. Saat terjepit seperti itu, tawaran untuk pindah kota dan tempat yang bisa menerimanya datang. Dari rival Kota Madinah. Tidak tanggung-tanggung. Surat resmi langsung datang dari Raja Ghassan yang ditulis di atas kain sutera. Sebuah siratan kemuliaan yang dijanjikan, berikut isi suratnya, “Telah sampai berita kepada kami bahwa temanmu meninggalkanmu dan Allah tidak menempatkanmu di negeri kehinaan. Yang benar, jika Anda memutuskan untuk bersama kami, kami akan hibur Anda.” Inilah sikap Ka’ab sesaat setelah membacanya, “Ini musibah berikut!” Seketika, surat itu dilempar ke tungku api. Ka’ab telah menghanguskan harapan raja lain di negeri ‘menjanjikan’ untuk mengambilnya sebagai tokoh berpengalaman yang akan menjadi informan rekrutan. Sedemikian rupa dahsyatnya hukuman, dengan solusi jalan keluar yang telah terpampang jelas di hadapannya. Ternyata ia memilih untuk tetap berada di Kota Madinah bersama Rasulullah dan para shahabatnya. Tentu lengkap dengan hukuman yang menimpa dirinya….

Nah, kini saatnya kita kembali melihat kondisi riil yang ada pada masa sekarang, kita dapat melihat bagaimana para owner, CEO, dan manajer di perusahaan-perusahaan serta ahli SDM di lembaga-lembaga berjibaku untuk mempertahankan orang terbaiknya. Bahkan tidak sedikit dana yang dialokasikan untuk membuat program dan tawaran menggiurkan demi mempertahankan anggota dan orang-orang pilihan itu.

Persaingan tidak dapat dielakkan. Hal ini membuat para pakar manajemen harus mengerahkan kemampuan untuk menelorkan berbagai teori tentang retention leader. Agar muncul para leader yang mempunyai kemampuan handal mempertahankan anak buahnya. Nyatanya, tetap saja tidak sedikit perusahaan dan lembaga yang pada akhirnya harus tetap merelakan keluarnya ‘pelompat pagar’ demi sebuah tawaran mengiurkan di tempat lain. Padahal berbagai tunjangan, fasilitas, dan jabatan telah diberikan dan ditawarkan terus menerus. Tetap saja mereka lompat pagar. Dari sini kita paham betapa hebatnya Rasulullah. Saat Rasul sebagai leader memutuskan untuk menghukum salah satu anggotanya dengan hukuman yang sangat tidak nyaman. Ternyata Ka’ab tetap bertahan bersama komunitas muslim Madinah, walau tawaran yang begitu menarik hadir di hadapannya. Banyak leader lain menawarkan berbagai fasilitas wah namun tetap tidak bisa mempertahankan anggotanya. Di tempat baru itu si ‘pelompat pagar’ akan menjadi rival baru setelah sebelumnya menjadi kawan lama. Sementara, Rasul sang leader agung itu, mampu menjaga anggotanya yang sedang menjalani hukuman berat untuk tetap tidak kabur menuju tempat baru. Hebat bukan? Masih perlu bukti bukti kehebatan Rasul sebagai The Real Retention Leader? Silakan Anda berdiri dari tempat duduk Anda sekarang. Berjalanlah menuju cermin. Dekati, terus dekati. Lihat baik-baik. Siapa yang Anda lihat sekarang? Yang Anda lihat adalah bukti keberhasilan kepemimpinan Rasulullah dalam mempertahankan orang-orang terbaik dan ajarannya, yaitu Anda sebagai bagian dari umat Islam. Setiap umat Islam adalah anggota organisasi yang Insya Allah akan senantiasa berusaha berjuang untuk berkarya dan membesarkan organisasi kita: Dakwah Islam.

Penulis: Poppy Yuditya Candralita Abidin (Alumnus University of South Australia) Budi Ashari (Alumnus Universitas Islam Madinah)

Bahan Bacaan: Ibnu Hisyam. Sirah al-Nabi. Dar al-Shahabah. 1416 / 1995 Peter M.Tobia. 1999. Retention Success, in Executive Excellence. volume 16. issue 9 page 15 Syaikh Munir Muhammad al-Ghadban. 2005. Manhaj Haraki. Jilid 1 dan 2. Rabbani Press Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury. 1999. Sirah Nabawiyah.

Pustaka Al Kautsar Dikutip dari: www.cahayasiroh.com

Marva Birth-Date

Hari ini, 9 Oktober 2009, Marva berusia 2 tahun. Selamat tanggal ulang tahun… Marva..

Marva at Starbuck

Keputusan dan Upaya Mewujudkannya…..

Proses pengambilan keputusan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Dalam manajemen dan kepemimpinan ini sudah merupakan keniscayaan. Seorang pemimpin harus mengambil keputusan dan itu memang tugasnya. Bagi individu, pengambilan keputusan juga merupakan hal yang esensial karena itu akan menentukan langkah berikut yang harus dikerjakan.

Sebagi pribadi, saya berhak menentukan apa yang ingin saya kerjakan. Sebagai PNS, saya perlu merancang aktivitas apa setelah saya pensiun. Makanya ketika usia mendekati 55 tahun, saya berkeputusan untuk pensiun normal. Artinya, saya tidak akan bekerja sampai usia 60 atau 65 tahun (dalam artian bahwa saya hanya akan melakukan pekerjaan jika saya memang menyukainya karena dalam bekerja sering kita “terpaksa” harus melakukan pekerjaan tersebut), walaupun bagi saya ini memungkinkan. Kalaupun tak lagi menjabat secara struktural, jabatan fungsional bisa digunakan untuk memperpanjang masa pengabdian (atau masa penderitaan). Secara struktural saya memilih untuk tidak menjabatnya lagi. Secara fungsional mungkin saya pertimbangkan. Tapi kalau saya masih bertahan di unit kerja yang saya pernah secara struktural ada disana sepertinya tak “wise”. Untuk pindah di unit lain pada lembaga yang sama, rasanya tak kan ada yang pas.

Saya cenderung mutasi ke Lembaga lain. Beberapa jam setelah diberitahu kalau saya akan diganti (saya memang pernah memberi masukan kepada atasan saya, jika ada Rapat Baperjakat, silahkan jangan terlalu berat untuk mengusulkan saya diganti), saya ditilpun Pimpinan Uhamka. Katanya untuk menyampaikan hasil rapat pimpinan. Saya sendiri tidak tahu dalam rangka apa Rapim tersebut. Saya sama sekali tidak ingin masuk ke struktur. Memang, selama sepuluh tahun lebih saya ikut memberikan kontribusi kecil pada Program Pascasarjana karena keterlibatan saya ikut mendirikan Prodi Magister Manajemen. Saya ditunjuk untuk memimpin Prodi MM-Uhamka. Saya sendiri waktu itu menjelaskan bahwa tugas struktural saya baru saja ditetapkan untuk selesai. Tapi ternyata prosesnya memakan waktu yang cukup lama, lebih dari 3 bulan. Tapi tidak berarti secara serta merta saya menerima tugas tersebut, karena saya bukan Dosen Tetap. Saya sebenarnya minyta waktu untuk mempertimbangkannya, tapi Wakil Rektor Bidang Akademis dan Asisten Direktur PPs berhasil “mendesak” saya sehingga sangat sulit untuk tidak menerima tugas ini. Dengan mengucapkan,  BISMILAH, saya tandatangani “fakta-integritas” untuk melaksanakan tugas sebagai Ka Prodi MM-Uhamka, dengan catatan jika ada personil lain yang lebih tepat saya akan dengan senang hati menyarankan kepada pimpinan untuk memilihnya.

Pilihan pindah fungsional semakin kuat. Tapi jalan yang ada kelihatan penuh onak dan duri. Ada pengalaman empiris yang sangat dekat. Teman saya sama-sama masuk BPPT tahun 1979, juga memilih jalur yang sama. Tapi surat LB (lolos butuhnya) gak bisa keluar karena alasan yang sama sekali gak jelas (Dia ahirnya memilih menunggu sampai pensiun dan tak mau lagi mengurus jabatan fungsionalnya agar bisa pensiun). Kelihatannya mutasi ke Kopertis bukan jalan yang mulus walaupun saya belum mencobanya. Saya sudah merintis jalan lain, menempuh jalur mutasi ke Unit Kerja Pemerintah, melalui satu Universitas Negeri di Jakarta. Secara substansial agaknya memungkinkan, tapi secara administratif masih  perlu dijelajahi.

Menjelang berahirnya Ramadhan, saya kemudian berihtiar untuk mewujudkan keputusan yang sudah saya buat. Mutasi dari satu Lembaga Pemerintah ke Lembagai Lain dengan melakukan tugas fungsional. Semoga Allah melapangkan jalan saya.

Nissa’s Graduation

Alhamdulillah, Nissa our daugther, the youngest in the family, telah menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Akuntansi FE-UI. Gelar Sarjana Ekonomi telah diraih, setelah sebekumnya Gelar Ahli Madya Akuntansi dari Fakultas yang sama.
Jalur studi yang ditempuh sama persis dengan kakaknya, Indra. Setelah tak berhasil menembus SPMB pada Prodi yang diinginkannya, (sebenarnya, Nissa diterima pada program Sarjana pada Prodi Perbankan Syari’ah, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Nengeri jakarta) dipilih jalur Diploma-3 Prodi Akuntansi, FE-UI. Tiga tahun program ini diselesaikan dengan baik sehingga bisa lanjut ke Prodi Sarjana (Ekstensi) tanpa harus bekerja dulu. Program Sarjana ditempuh dalam waktu dua tahun (sehingga total waktu yang dibutuhkan 5 tahun, persis seperti kakaknya).

Alhamdulillah, Ahad, 23 Agustus 2009 kami hadir di acara Yudisium Program Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyaksikan pemberian ucapan selamat dari Dekan FE-UI (Dekan termuda berusia 31 tahun).  Hari Kamisnya, 27 Agustus 2009, upacara Wisuda Sarjana di Balairung UI (Tgl 28 Agustus 2009 Wisuda Lulusan Diploma dan Sabtu, 29 Agustus 2009, Wisuda lulusan Pascasarjana, Magister dan Doktor). Suatu acara yang sangat singkat, hanya berlangsung kira-kira 2 jam dan acara hanya difokuskan pada prestasi-prestasi yang dicapai oleh para lulusan. Nissa gak termasuk yang namanya disebut, karena IPKnya cuma, 3.49. (Kata cuma tidak bermaksud mengabaikan prestasi yang dibuatnya).  Yang sangat mengagumkan, lulusan termuda (usia 20 tahun 9 bulan) lulusan dengan IPK 3,93 dari Fakultas Kedokteran.

Selamat kepada para Wisudawan/Wisudawati. Semoga prestasi akademis dilanjutkan dengan prestasi kerja dan pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.

Rektorat-2di Depan Rektorat UI

Kuliah Perdana PPs-Uhamka

Kegiatan perkuliahan PPs-Uhamka akan ditandai dengan Kuliah Perdana untuk semua Prodi (PEP, MM, AP, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Kesehatan Masyrakat), yang akan diselenggarakan pada, Minggu 6 September 2009, Pk. 09.00-selesai, bertempat di Auditorium Uhamka, Kampus Limau.

Selamat Datang di Uhamka

Ujian Masuk PPs Uhamka

Ujian masuk PPs-Uhamka akan dilaksanakan padsa hari Sabtu, 22 Agustus 2009, jam 09.00-11.00 WIB.

Untuk Peserta Prodi MM lokasi ujian di Kampus Matraman. Untuk Prodi lain: MAP di Kampus Matraman, Prodi Bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) di Kampus Gandaria dan Prodi MPEP (Penelitian & Evaluasi Pendidikan) dan MIKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat) di Kampus Limau.

Selamat Datang…

Prodi MM-Uhamka, Terakreditasi B

Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka telah berstatus Terakreditasi B, sesuai dengan SK No. 001/BAN-PT/AK-VII/S2/IV/2009 dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Saat ini Prodi MM-Uhamka mempunyai 4 Konsentrasi, yaitu :

1. Konsentrasi Manajemen Keuangan

2. Konsentrasi Manajemen Pemasaran

3. Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia

4. Konsentrasi Manajemen Perbankan

Satu Konsentrasi yang akan segera dibuka, yaitu pada Angkatan 24, adalah Konsentrasi Manajemen Teknologi yang akan membekali mereka yang berkarir pada Lembaga Litbang baik Litbang Pemerintah, seperti LPND di bawah Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Litbang Departemen ataupun Badan Litbang Daerah ataupun mereka yang bekerja di Perusahaan-Perusahaan baik Milik Pemerintah (BUMN) maupun Swasta. Mata kuliah konsentrasi yang ditawarkan meliputi : Manajemen Produksi Lanjut, Manajemen Teknologi dan Inovasi, Manajemen Litbang, Analisis Kebijakan Teknologi, Iptek dan Masyarakat serta Manajemen Strategis Teknologi dan Inovasi.